Artikel, Ilmiah

Gas Klorin / Chlorin (Cl)

Gas Klorin / Chlorin (Cl) – Chlorin merupakan bahan kimia penting dalam industri yang digunakan untuk khlorinasi pada proses produksi yang menghasilkan produk organik sintetik, seperti plastik (khususnya polivinil khlorida), insektisida (DDT, Lindan, dan aldrin) dan herbisida (2,4 dikhloropenoksi asetat) selain itu juga digunakan sebagai pemutih (bleaching agent) dalam pemrosesan sellulosa, industri kertas, pabrik pencucian (tekstill) serta desinfektan untuk air minum dan kolam renang.

Klorin (Cl2) merupakan salah satu unsur yang ada di bumi dan jarang dijumpai dalam bentuk bebas. Pada umumnya klorin dijumpai dalam bentuk terikat dengan unsur atau senyawa lain membentuk garam natrium klorida (NaCl) atau dalam bentuk ion klorida di air laut. Dalam kehidupan manusia, klorin memegang peranan penting yaitu banyak benda-benda yang kita gunakan sehari-hari mengandung klorin seperti peralatan rumah tangga, alat-alat kesehatan, kertas, obat dan produk farmasi,penidngin, pembersih, pelarut dan berbagai produk lainnya.

Gas khlorin (Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat menyengat. Berat jenis gas chlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen khlorida yang toksik. Gas khlorin  sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia ke-1.

Khlorin merupakan bahan kimia penting dalam industri yang digunakan untuk klorinasi pada proses produksi yang menghasilkan produk organik sintetik, seperti plastik (polivinil khlorida), insektisida (DDT, Lindan) dan herbisida, selain itu juga digunakan sebagai pemutih (bleaching agent) dalam pemrosesan selulosa, industri kertas, dan disinfektan kolam renang.

Gas Klorin / Chlorin

Terbentuknya gas khlorin di udara ambien merupakan efek samping dari proses pemutihan (bleaching) dan produksi zat/senyawa organik yang mengandung khlor. Karena banyaknya penggunaan senyawa khlor di lapangan atau dalam industri dalam dosis berlebihan seringkali terjadi pelepasan gas khlorin akibat penggunaan yang kurang efektif. Hal ini dapat menyebabkan terdapatnya gas pencemar khlorin dalam kadar tinggi di udara ambien.  Sumber klorin diantaranya yaitu kertas, plastik, bahan organik, tekstil, kayu, kaca dan logam.

Oksidan (O3) merupakan senyawa di udara selain oksigen yang memiliki sifat sebagai pengoksidasi. Oksidan adalah komponen atmosfer yang diproduksi oleh proses fotokimia, yaitu suatu proses kimia yang membutuhkan sinar matahari mengoksidasi komponen-komponen yang tak segera dioksidasi oleh oksigen. Senyawa yang terbentuk merupakan bahan pencemar sekunder yang diproduksi karena interaksi antara bahan pencemar primer dengan sinar. Hidrokarbon merupakan merupakan komponen yang berperan dalam produksi oksidan fotokimia. Reaksi ini juga melibatkan siklus fotolitik NO2. Polutan sekunder yang dihasilkan dari reaksi hidrokarbondalam siklus ini adalah ozon dan peroksiasetilnitrat.

Cara mengukur kadar klorin di udara ambien

Bahan-bahan yang digunakan yaitu aquabides, NaOH dan tablet Chlorin DPD-4.

Cara Kerja

  1. Tabung impinger yang bersih diisi dengan akuabides (511PS) sampai batas 10ml.
  2. Ditambahkan 2 tetes NaOH 6% (7745) ke dalam tabung impinger dan dicampur, kemudian alat impinger dihubungkan dengan pompa sampling udara. Pastikan tabung panjang tercelup dalam larutan.
  3. Flow-meter dipasang ke sampel dengan kecepatan 1,0 Lpm selama 30 menit (sampai chlorin yang terserap alat akan terukur).
  4. Pada akhir periode sampling, hubungan antara tabung impinger dengan pompa samling udara diputus. Isinya dituangkan ke dalam tabung reaksi bersih (0822). Lalu diencerkan dengan akuabides (511PS) sampai batas angka 10 ml. bila perlu uapkan terlebih dahulu.
  5. Ditambahkan 1 tablet Chlorin DPD #4 (6906) ke dalam tabung reaksi dan dicampur serta ditutup sampai tablet benar-benar larut. Larutan akan berubah warna menjadi merah muda (pink) atau merah bila ada chlorin. Tabung reaksi ditempatkan ke dalam komparator chlorine(7990). Warnanya dibandingkan indeks warna standar.
  6. Digunakan tabel Chlorin untuk mengubah pembacaan sampel menjadi konsentrasi Chlorin (dalam ppm) dan catat hasilnya.
Berikut tabel pembacaan Chlorin/ klorin

Gas Klorin / Chlorin

Ozon secara alamiah terbentuk melalui proses fotokimia, yaitu melalui radiasi sinar ultraviolet dari matahari. Pembentukan ozon secara alamiah terjadi melalui sinar ultraviolet dari pancaran sinar matahari yang mampu menguraikan gas oksigen di udara bebas menjadi molekul. Molekul oksigen tadi terurai menjadi dua buah atom oksigen, proses ini kemudian dikenal dengan nama photolysis. Kemudian atom-atom oksigen tadi secara alamiah bertumbukan dengan molekul gas oksigen lainnya sehingga terbentuk ozon.

Selain bau yang menyegat gas khlorin dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan. Apabila gas khlorin masuk ke dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hydrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan. Di udara ambien, gas khlorin dapat mengalami proses oksidasi dan membebaskan oksigen seperti terlihat dalam reaksi di bawah ini :

Cl2 + H2O >>  HCl + HOCl menjadi  8 HOCl >> 6 HCl + 2HClO3 + O3

Adanya sinar matahari atau sinar terang maka HOCl yang terbentuk akan terdekomposisi menjadi asam khlorida dan oksigen. Selain itu, gas khlorin juga dapat mencemari atmosfer. Kadar antara 3,0 – 6,0 ppm gas khlorin terasa pedas dan memerahkan mata. Bila terpapar dengan kadar sebesar 14,0 – 21,0 ppm selama 30 60 menit dapat menyebabkan penyakit paru-paru (pulmonary oedema), emphysema dan radang paru-paru.

Ozon (O3) adalah senyawa kimia yang memiliki 3 ikatan yang tidak stabil. Di atmosfer, ozon terbentuk secara alami dan terletak di lapisan stratosfer pada ketinggian 15-60 km di atas permukaan bumi. Fungsi dari lapisan ini adalah untuk melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari dan berbahaya bagi kehidupan.

Zat kimia buatan manusia yang disebut sebagai ODS (Ozone Depleting Substances) atau BPO (Bahan Perusak Ozon) ternyata mampu merusak lapisan ozon sehingga akhirnya lapisan ozon menipis. Zat perusak ozon tersebut sebagian masih digunakan sebagai bahan pendingin, pemadam kebakaran, pelarut, pestisida, dan aerosol. Hal ini dapat terjadi karena zat kimia buatan tersebut dapat membebaskan atom klorida (Cl) yang akan mempercepat lepasnya ikatan O3 menjadi O2.  Lapisan ozon yang berkurang disebut sebagai lubang ozon (ozone hole). Diperkirakan telah timbul adanya lubang ozon di Benua Artik dan Antartika.

Di udara, zat ODS terdegradasi dengan sangat lambat. Dalam bentuk utuhnya dapat bertahan sampai bertahun-tahun dan bergerak melampaui troposfer sehingga mencapai stratosfer. Di stratosfer, akibat intensitas sinar ultraviolet matahari, zat ODS pecah, dan melepaskan molekul khlorin dan bromine, yang dapat menjadi perusak lapisan ozon. Para peneliti memperkirakan satu atom khlorin dapat merusak 100.000 molekul ozon. Reaksi asam klorida dengan radikal hidroksil untuk membentuk atom klorin lambat dan sebagian besar klorin hadir dari partikel garam laut yang merupakan penyumbang klorin utama ke atmosfer yang bersifat asam dan tidak mudah menguap.

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !