Artikel Tentang Hipersensitivitas gigi (Gigi Sensitif)

Artikel Tentang Hipersensitivitas gigi (Gigi Sensitif) – Hipersensitivitas gigi didefinisikan sebagai ngilu yang tajam dan pendek yang timbul akibat terbukanya tubuli dentin dalam menanggapi berbagai respon thermal, evaporative, tactile, osmotic dan chemical. Secara garis besar, penyebab terjadinya hipersensitivitas gigi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu resesi gingiva dan pengikisan struktur jaringan keras gigi.

Penyebab Gigi Sensitif

Gigi sensitif merupakan suatu masalah yang dialami oleh sebagian orang. Gigi sensitif disebabkan oleh berbagai faktor seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman bersifat asam, cara menyikat gigi yang salah dan proses mastikasi atau kebiasaan buruk seperti bruxism. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur jaringan keras gigi seperti atrisi, abrasi dan erosi. Selain kerusakan pada jaringan keras, resesi gingiva dapat menjadi faktor pemicu gigi sensitif. Resesi gingiva mengakibatkan terbukanya struktur dentin sehingga menyebabkan terjadinya gigi sensitif. Hal tersebut dapat terjadi karena dentin memiliki struktur yang disebut tubuli dentin yaitu bagian dentin yang peka terhadap rangsangan.

Pandangan Gigi Sensitif Dalam Kesehatan

Gigi sensitif dalam kedokteran gigi disebut sebagai dentin hipersensitif. Dentin hipersensitif ditandai dengan keluhan ngilu pada gigi, hal ini merupakan respon dari dentin terbuka terhadap stimulus thermal, evaporative, tactile, osmotic dan chemical.

Kasus Gigi Sensitif

Studi yang dilakukan oleh lembaga independent market research Ipsos pada tahun 2013 menyebutkan bahwa jumlah penderita gigi sensitif di Indonesia mencapai 43% pada umur 25–60 tahun di tiga kota besar di Indonesia (IPSOS, 2013). Gigi sensitif dapat diatasi dengan penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Pasta gigi untuk gigi sensitif memiliki kandungan utama seperti calcium sodium phosphosilicate (CSPS), potasium nitrat, casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate (CPP-ACP) atau strontium klorida. CSPS dikenal sebagai bahan bioactive glass yang memiliki kandungan calcium, sodium, fosfate dan silica.

Pasta Gigi untuk Perawatan Gigi Sensitif

CSPS merupakan kandungan pasta gigi untuk gigi sensitif yang digunakan untuk mengatasi sensitivitas gigi. Bahan CSPS dengan konsentrasi 5% terbukti efektif dalam mengatasi gigi sensitif. Pasta gigi untuk gigi sensitif dengan kandungan CSPS 5% yang digunakan selama 4 hari dapat mengisi dan menutup tubuli dentin. CSPS dengan konsentrasi 5% dapat melapisi dan mengisi tubuli dentin pada tingkat keasamaan mencapai pH 2,48 dan tidak terdegradasi oleh gerakan mekanis pada bulu sikat gigi pada permukaan dentin. Saat keadaan saliva di dalam mulut memiliki pH yang rendah atau pada saat mengkonsumsi minuman dan makanan yang bersifat asam, CSPS 5% tetap dapat bertahan pada permukaan dentin untuk menutup tubuli dentin.

Perawatan pilihan pertama pada gigi sensitif dapat menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Penggunaan pasta gigi untuk gigi sensitif diharapkan mampu mengurangi sensitivitas pada gigi, namun jika penggunaan pasta gigi untuk gigi sensitif tidak memberikan hasil perawatan yang baik maka perlu dilakukan perawatan lain. Dari penelitian menyebutkan lebih efisien menggunakan perawatan dengan restorasi pada keadaan gigi sensitif dengan kondisi struktur jaringan keras yang hilang. Salah satu bahan restorasi yang dapat digunakan adalah resin komposit.

Gigi Sensitif

Mekanisme

Perlekatan resin komposit bersifat mekanis, sehingga memerlukan etsa untuk memperkuat ikatan terhadap permukaan gigi. Etsa digunakan untuk menghilangkan dan membersihkan permukaan dentin dari berbagai residu seperti smear layer dan smear plugs pada tubuli dentin. Kandungan utama dan sifat asam pada etsa akan mendemineralisasi struktur permukaan gigi seperti hidroksiapatit yang akan membentuk pori-pori dan menyisakan lapisan kolagen pada dentin. Keadaan tersebut dapat meningkatkan retensi resin komposit yang berinfiltrasi ke dalam tubulus dentin.

Penelitian lain menyebutkan etsa dengan pH 0,8 sampai 2,0 menunjukkan perlekatan yang lebih baik antara resin komposit dengan struktur dentin dan email. Hal ini disebabkan karena pH etsa asam berkisar antara 0,8 sampai 2 memiliki kemampuan yang baik dalam membersihkan smear layer dan membuka smear plug pada tubuli dentin dengan menyisakan serabut kolagen. Etsa yang sering digunakan dan berada di pasaran memiliki pH berkisar antara 1 dan 1,5.

Perubahan substrat pada tubuli dentin saat proses perawatan gigi sensitif dapat mengurangi kekuatan ikat antara restorasi resin komposit dengan struktur gigi. Kandungan CSPS 5% dalam pasta gigi akan membentuk ikatan bersama kolagen di dalam tubulus dentin yang mengisi dan menutup tubuli dentin terbuka, sedangkan perlekatan resin komposit membutuhkan mikropit yang dihasilkan dari pengulasan etsa, sebagai retensi pada struktur dentin.

Baca Juga :

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !