Guru : Pengertian, Syarat, Peran, dan Tugasnya

Guru

Pengertian Guru 

Pengertian guru secara umum merupakan orang yang tugas dan pekerjaannya mengajar atau menyampaikan pelajaran.  Guru disebut juga pendidik karena di samping mengajar, ia juga bertugas mendidik dalam rangka pembentukan pribadi anak didiknya.  Uzer Usman menyatakan bahwa guru adalah profesi, artinya suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru.  Pekerjaan ini semestinya tidak dapat dilaksanakan oleh guru di luar bidang pendidikan (Uzer Usman, 1998: 5).

Sardiman A.M mengemukakan bahwa guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar dan ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan (Sardiman, A.M, 1996: 123).

Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di masjid, di surau atau musholla, di rumah dan sebagainya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000: 31).

Dari pengertian-pengertian guru di atas dapat disimpulkan bahwa guru adalah orang yang mempunyai tugas mengajar orang lain secaa individu maupun kelompok atau klasikal  pada lembaga pendidikan formal maupun non formal.

Syarat-syarat Guru 

Jabatan guru sebagai profesi adalah suatu jabatan (pekerjaan) yang membutuhkan keahlian khusus di bidang keguruan.  Untuk itu harus memiliki syarat-syarat tertentu.

Dalam kitab “Ta’limul Muta’alim disebutkan bahwa:
وامّااختيا رالاستاذ, فينبغى ان يختار الاعلم والاورع والاسنّ, كمااختارابو حنيفة حينئذ حمّادبن ابى سليمان بعد التّأمّل والتّفكّر
(Syekh Ibrahim bin Ismail, 2006: 13)

Dalam memilih guru hendaklah mengambil yang lebih alim, wara’ dan juga lebih tua usianya. Sebagaimana Abu Hanifah setelah lebih dahulu memikir dan mempertimbangkan lebih lanjut, maka menentukan pilihannya kepada tuan Hammad bin Abu Sulaiman.
 
Ahmad Tafsir dalam bukunya Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam yang mengutip pendapat Soedjono (1982: 63-65) menyatakan bahwa syarat guru adalah sebagai berikut:

1. Tentang umur, harus sudah dewasa

Tugas mendidik adalah tugas yang amat penting karena menyangkut perkembangan seseorang.  Oleh karena itu tugas harus dilakukan secara bertanggung jawab.  Itu hanya dapat dilakukan oleh orang yang telah dewasa, anak-anak tidak dapat dimintai pertanggung jawaban.

2. Tentang kesehatan, harus sehat jasmani dan rohani

Jasmani yang tidak sehat dapat membahayakan anak didik bahkan apabila mempunyai penyakit yang menular.  Dari segi rohani, orang gila atau orang idiot berbahaya juga bila ia mendidik.

3. Tentang kemampuan mengajar, ia harus ahli

Ini penting sekali bagi pendidik termasuk guru.  Dengan pengetahuannya diharapkan akan lebih mempunyai kemampuan dalam mengajar.

4. Harus berkesusilaan dan berdedikasi tinggi 

Syarat ini amat penting untuk melaksanakan tugas-tugas mendidik selain mengajar.  Dimana guru akan memberikan contoh-contoh kebaikan bagi peserta didiknya.  Dedikasi tinggi tidak hanya diperlukan dalam mendidik selain mengajar, dedikasi tinggi diperlukan juga dalam meningkatkan mutu  mengajar (2004: 80).
Syaiful Bahri Djamarah dalam bukunya Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif mengutip pendapat Zakiah Daradjat dan kawan-kawan (1992: 41) menyatakan bahwa menjadi  guru tidak sembarangan, tetapi harus memenuhi beberapa persyaratan seperti di bawah ini :

1. Takwa kepada Allah SWT 

Guru, sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan Islam, tidak mungkin mendidik anak didik agar bertakwa kepada Allah, jika ia sendiri tidak bertakwa kepada-Nya.  Sebab guru adalah teladan bagi anak didiknya sebagaimana Rasulullah SAW menjadi teladan bagi umatnya.  Sejauhmana seorang guru mampu memberi teladan yang baik kepada semua anak didiknya, sejauh itu pulalah ia diperkirakan akan berhasil mendidik mereka agar menjadi generasi penerus  bangsa yang baik dan mulia.

2. Berilmu 

Ijazah bukan semata-mata secarik kertas tetapi merupakan suatu bukti bahwa pemiliknya telah mempunyai ilmu pengetahuan dan kesanggupan yang diperlukan untuk suatu jabatan.
Guru pun harus mempunyai ijazah agar ia diperbolehkan mengajar, kecuali dalam keadaan darurat misalnya jumlah peserta didik meningkat sedangkan jumlah guru tidak mencukupi, maka terpaksa menerima guru yang belum berijazah, tetapi dalam keadaan normal ada patokan bahwa makin tinggi pendidikan guru makin baik pendidikan dan pada gilirannya nanti makin tinggi pula derajat masyarakat.

3. Sehat Jasmani 

Kesehatan jasmani kerap kali dijadikan salah satu syarat bagi mereka yang melamar untuk menjadi guru, misalnya guru yang mengidap penyakit menular, sangat membahayakan kesehatan anak didik, guru yang berpenyakit tidak akan bergairah mengajar sehingga akan mempengaruhi semangat bekerja.

4. Berkelakuan baik 

Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik.  Guru harus menjadi teladan karena anak bersifat suka meniru kepada diri pribadi anak didik dan ini hanya mungkin bisa dilakukan jika pribadi guru berakhlak pula.  Di antara akhlak mulia yang harus dimiliki oleh guru adalah mencintai jabatannya sebagai guru., bersikap adil kepada semua anak didiknya, berlaku sabar dan tenang, berwibawa, gembira, bersifat manusiawi, bekerja sama dengan guru-guru lain serta bekerja sama dengan masyarakat (2000: 32-33).

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka dapat penulis pahami bahwa untuk menjadi guru syarat yang harus dimiliki adalah ada tidaknya syarat yang bersifat formal (pengetahuan dan keterampilan mengajar) saja tetapi juga kondisi dari dalam dan luar pribadi seperti sehat jasmani dan rohani (psikis, fisik, religiusitas dan moralitas). 

Peran Guru 

Lembaga pendidikan akan berusaha untuk mencapai hasil yang optimal jika sekolah tersebut terisi oleh guru yang bermutu dan berpredikat tinggi serta layak untuk mengajar.  Memang benar sejatinya guru adalah orang pertama yang harus bertanggung jawab atas kewenangannya dalam memajukan mutu pendidikan.

Peran guru menurut beberapa pendapat sebagaimana  dikutip Sariman A.M, di antaranya: menurut Prey Katz menggambarkan peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihat-nasihat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam mengembangkan sikap dan dorongan, pembimbing dalam mengembangkan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai, orang yang menguasai bahan yang akan diajarkan (Sariman AM, 2000: 141).

Menurut Uzer Usman peranan guru adalah serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam situasi yang saling berkaitan yang dilakukan dalam situasi tertentu serta berkembang dengan kemajuan dan perkembangan siswa yang menjadi tujuannya (1997: 4).

Dari pengertian di atas seorang guru sebagai tenaga profesional dituntut untuk selalu berperan  aktif dan menerapkan kedudukannya sesuai dengan tugasnya.

Tugas Guru 

Jabatan guru memiliki banyak tugas, bukan hanya di sekolah saja tetapi bisa dilakukan dimana saja berada.  Di rumah, guru sebagai orang tua dan pendidik bagi putra-putranya.  Di dalam masyarakat guru sering kali  terpandang sebagai suri tauladan bagi orang-orang di sekitarnya, baik dalam sikap dan perbuatannya, misalnya cara dia berpakaian, berbicara, bergaul maupun tentang pandangannya, pendapatnya seringkali menjadi ukuran atau pedoman kebenaran bagi orang-orang di sekitarnya karena dianggap guru memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang berbagai hal.

Menurut Peters yang dikutip oleh Nana Sudjana (1987: 15)  mengemukakan ada tiga tugas pokok profesi guru yaitu guru sebagai pengajar, guru sebagai pembimbing dan guru sebagai administrator kelas.
  1. Guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran.  Dalam tigas ini guru dituntut memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan teknis mengajar, di samping menguasai ilmu dan bahan yang akan diajarkan.
  2. Guru sebagai pembimbing  memberi tekanan kepada tugas, memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapinya.
  3. Guru sebagai administrator kelas pada hakikatnya merupakan jalinan antara ketatalaksanaan pada umumnya.
Selain tugas-tugas di atas, guru di sekolah juga harus dapat menjadikan dirinya seorang orang tua kedua.  Ia harus mampu menarik simpati sehingga menjadi idola para siswanya.  Pelajaran apapun yang disampaikannya, hendaknya dapat menjadikan motivasi bagi siswanya dalam belajar.  Karena bila guru dalam penampilannya kurang menarik, maka kegagalan pertama adalah ia tidak dapat mentransformasikan pelajaran itu pada para siswanya sehingga siswa akan enggan dan bosan menghadapi guru yang tidak menarik.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.