HADIST TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER

HADIST TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER

HADIST TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER
HADIST TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER

Hadist Tentang Pendidikan Karakter

قال أسامة بن زيد رضي الله عنهما سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول يُؤْتَى بِالعاَلِمِ يَومَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فَيَدُورُ بِهاَ كَماَ يَدُورُ الْحِماَرُ بِالرِّحَى فَيُطِيْفُ بِهِ أَهْلُ النَّارِ فَيَقُوْلُونَ مَا لَكَ؟ فَيَقُولُ كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَ لاَ آتِيْهِ وَ انْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ وَ آتِيْهِ (متفق عليه)

“Usamah bin Zaid ra. berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: Akan dihadapkan  orang  yang  berilmu  pada  hari  kiamat, lalu keluarlah semua isi perutnya, lalu ia  berputar-putar dengannya, sebagaimana himar yang ber-putar-putar mengelilingi tempat tambatannya. Lalu penghuni neraka disuruh mengelilinginya seraya bertanya: Apakah yang  menimpamu?  Dia menjawab:  Saya pernah menyuruh orang pada kebaikan, tetapi saya sendiri tidak mengerjakan-nya, dan saya  mencegah  orang  dari  kejahatan,  tetapi saya sendiri yang mengerjakannya”

Dari hadist diatas dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu:

  1. Setiap orang yang berilmu, teritama para ulama, sarjana, pembesar, guru dan dosen, termasuk para muballigh dan khotib, harus konsekuen mengamalkan ilmunya untuk kesejahteraan umat manusia.
  2. Semua  orang  berilmu  harus  menjadi  teladan  bagi  orang  lain dala tutur kata dan tingkah lakunya.
  3. Orang berilmu yang tidak konsekuen dengan tutur katanya, diancam dengan siksaan yang berat dalam neraka kelak.
  4. Dalam hadits tersebut terkandung larangan kepada para pembesar, ulama, muballigh, guru dan dosen, berakhlak tercela.
Dari hadist diatas, dapat diketahui bahwa orang yang berilmu, namun dia hanya menyuruh orang lain berbuat baik namun dia sendiri tidak melaksanakannya, di akhirat kelak akan mendapat siksa. Dalam hal ini, penting sekali seseorang yang melaksanakan kegiatan pendidikan untuk bisa melaksanakan dulu apa yang dia perintahkan.

Seorang pendidik memang dituntut untuk memiliki sikap dan karakter yang baik, sehingga apa yang diajarkannya adalah apa yang juga telah dilakukan olehnya. Selain itu dengan karakter yang baik maka dia akan bisa dijadikan contoh bagi orang yang diajarinya.

Dalam hadist lain disebutkan:

انَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ (رواه امام ملك ابن انس من انس ابن ملك)

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”

Dari hadist ini, dapat kita ketahui bahwa misi utama kerasulan Muhammad SAW adalah menyempurnakan akhlak kaumnya. Maka pendidikan karakter atau dalam Islam juga dikenal dengan istilah akhlakul karimah adalah sesuatu yang utama. Karena pendidikan karakter merupakan langkah untuk memperbaiki karakter/akhlak, hal yang sejalan dengan misi utama kerasulan Muhammad SAW.

Tinggalkan komentar