HAL YANG ASING DI BENAK SEJARAHWAN

Hal yang asing di benak sejarawan – Sejarah adalah sebuah kata yang tidak asing di panca indra pendengaran kita, punya arti “masa lalu” dalam bahasa inggris “History” dalam bahasa Yunani “Istoria” yang mempunyai arti sama dengan masa lalu, begitupun menurut bahasa Arab yaitu Syajarotun artinya juga mempunyai makna yang sama yaitu pohon dan keturunannya. Buntutnya masa yang sudah berlalu. Sebuah kalimat yang sering orang bilang yang lalu biarlah berlalu. SALAH besar jika banyak orang beranggapan bahwa masa yang sudah berlalu telah berlalu atau masa yang sudah tidak ada fungsinya.

Tahukan anda ? bahwa sejarah atau masa lalu adalah masa dimana kita bisa mengerti masa sekarang dan masa sekarang untuk menentukan masa yang akan datang, sekalipun sebuah deskripsi yang lain mengatakan berlainan pada intinya SAMA yaitu masa lalu yang berpengaruh terhadap masa sekarang dan masa sekarang sangat menentukan masa yang akan datang. (jangan dikaitkan dengan kepercayaan).

Untuk itu sejarahwan “tidak menyebut tokoh” selalu menganggap sejarah itu bagian yang vital sekali, oleh sebab itu saya meletakan pengertian yang sama akan arti sejarahwan secara keseluruhan. Orang awam mengatakan begini “Sejarah gak penting buat apa mengingat masa lalu terus yang ada nanti kita tidak bisa move on”. Wah….. yang seperti ini apa iya masuk dalam golongan orang yang tahu sejarah dan paham akan pengertian sejarah secara luas ?.

Siklus Sejarah

Siklus Sejarah

Suatu hal yang asing dalam benak para sejarahwan terletak pada apa yang diketahui masing-masing individu mengenai arti dan devinisi sejarah secara global. Menurut penulis sejarah adalah sebuah kegiatan yang pernah dilakukan manusia dalm ruang lingkup waktu yang telah terjadi pada masa lalu, bisa berupa catatan atau dokumen tertulis, suara dan gambar hidup atau video.

Kembali ke tema hal yang asing bagi para sejarawan adalah dimana mereka tidak bisa menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan penanya, sebagai contih demikian, dalam sekolah terjadi interaksi setelah materi selesai disampaikan pendidik ada sebuah pertanyaan yang unik, “pak perbedaan Nabi adam dan manusia purba itu apa ?”, adapun pertanyaan lain begini “pak duluan mana antara Nabi adam dan manusia purba ?”. Nah lo…. Bingung kan ? sama penulis pun kebingungan menanggapi hal tersebut, oleh karena itu bagaimana pendidik membuat jawaban yang kiranya bisa untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Mari kita kupas tuntas permasalahan tersebut. Sejatinya pertanyaan tersebut tidaklah mempunyai kadar yang berat bagi para sejarawan atau pendidik mapel sejarah di sekolah namun punya karakter yang membingungkan bagi penjawab atau orang yang di Tanya, jawabannya sebenarnya bukan pada simpulan dari sub pertanyaan melainkan bagaimana kita bisa membuat kalimat yang baik dan membuat penanya tidak terus-menerus bertanya dengan kritis. “ceritanya membunuh pertanyaan” hehehhe. Contoh jawabannya demikian : jangan kaitkan antara agama dan sejarah dalam konteks ini karena tidak akan ditemukan simpulan jawabannya. Yang ada nanti akan timbul perpecahan yang berarti, sejarah punya pengertian sendiri begitupun agama. Kecuali kalau kita membahas sejarah islam dunia atau sejarah kebudayaan islam, itu baru boleh dan bisa ditemukan simpulan jawabannya.

Asing namun inilah realita dalam sejarah ketika ada beberapa orang yang aktif dan unik ketika melontar pertanyaan-pertanyaan yang bisa dibilang mematikan para sejarawan dan pendidik di sekolah.

Terimakasih semoga bermanfaat.

Category: Artikel

About Bayu Widyasmara

Manusia adalah sisa-sisa keikhlasan yang diikhlaskan Manusia tidak lebih daripada aktor manja yang tidak mau menghafal dan memahami tajamnya kehidupan.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !