Artikel

Hari Valentine, Aku Biasa Saja

Hari Valentine, Aku Biasa Saja – Awal februari, aku lihat-lihat kalender yang menempel di dinding kayu rumahku, aku amati, aku cermati dengan seksama, berharap tak ada yang terlewat, apa yang aku cari? Haha aku mencari tanggal merah! Aku senang sekali karena aku berhasil menemukannya di tanggal 8, itu adalah hari imlek. Selanjutnya aku urutkan lagi tanggal 9, 10, 11,..terus.. belum sampai akhir bulan di tahun kabisat ini, amatanku terhenti pada angka 14!

Semua orang tahu (khususnya muda-mudi dan abg masa kini), itu adalah “valentine day”, hari valentine, atau mengapa orang-orang menyebutnya hari kasih sayang. Entah kasih sayang yang seperti apa atau kasih sayang yang bagaimana, yang jelas pemahaman kasih sayang itu ditujukan kepada pasangan. Baik itu yang sudah menikah, baru tunangan, sedang pacaran, atau sekedar pendekatan. Pokoknya aku tahunya hari valentine itu kasih sayang kepada pasangan!

Hari Valentine, Aku Biasa Saja
Hari Valentine, Aku Biasa Saja

Perwujudan kasih sayang itu biasanya diwujududkan dengan pemberian boneka, coklat, menghabiskan waktu berdua, dan yang lain-lain. Yang tak jauh-jauh dari sifat materil. Bahasa para cowok ya “harus keluar modal”.

Beberapa hari sebelum ini, aku bertemu dengan teman sewaktu ospek kuliah dulu. Walaupun hampir 3 tahun tak bersua, itu tak membuat kita tidak akrab. Ngabral ngobrol hingga kita pada topik yang sudah pasti diobrolin ketika dua orang cowok bertemu, yaitu “cewek”.

Katanya dia sedang tidak mempunyai pacar, baru putus beberapa bulan, dan rasanya status jomblo itu kesepian. Dia ingin sekali mempunyai pacar, apalagi ini menjelang hari valentine, katanya betapa mirisnya hati melewati valentine dengan status jomblo. “Haduh segitunya…” dalam hatiku. SUNGGUH Hidup itu Lucu? Kan?

Tapi ya sudahlah, itu sudah menjadi hak prerogatif persaannya dan aku tak berhak mengharamkannya seperti topik yang sedang hangat ini, Hijab haram

Kalau diriku bagaimana? Apa harus ada pasangan di hari valentine tahun ini? Hmmm… kalau aku si  biasa saja. Kebetulan aku memang sedang jomblo, tapi aku tak gitu-gitu amat, aku tak resah apalagi gelisah. Aku tak menganggapnya musibah, bahkan jomblo itu hikmah.

Jangankan valentine day, malam tahun baru, hari lebaran, atau malam ulang tahunkupun aku pernah melewatkannya dengan status jomblo. (Cie yang sedang curcol…).

Ini bukan lagi curcol atau membela diri, tapi memang aku ya merasa biasa saja. Hari valentine : aku jomblo : perasaanku biasa. Coba? Apa sih yang spesial dari hari itu? Jika jawabannya untuk membuat moment spesial, maka anda tidak kreatif! anda mainstream! Kasih sayang anda bersifat keumuman!

Jika memang kasih sayangmu merdeka, ciptakan dan buat moment kasih sayang kalian sendiri. Tak harus mengikuti norma valentine! Jika memang ingin memberi coklat, tak usahlah harus menunggu tanggal 14. Jika memang ingin lebih menyayangi seseorang, memang setiap hari kita harusnya sayang pada mereka. Mungkin begitu, selamat hari valentine bagi yang merayakannya.

NB : Jika anda mencari kandungan informasi dari tulisan ini, jawabannya “tidak ada”! Hahaha…

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !