Hewan Vermes dan Mollusca Beserta Contohnya

Hewan Vermes dan Mollusca Beserta Contohnya – Kingdom Animalia merupakan salah satu kingdom yang memiliki anggota cukup banyak, sehingga dibutuhkan suatu cara dalam mengelompokkan hewan-hewan tersebut ke dalam suatu tingkatan berdasarkan pembeda tertentu agar dapat lebih memudahkan dalam mempelajarinya. Ilmu taksonomi hewan mengatur aturan atau tata cara dalam menyusun dan mengelompokkan hewan ke dalam tingkatan tertentu.

Ciri-ciri hewan avertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang, tidak memiliki otak yang terlindungi tengkorak, terdiri atas segmen-segmen atau metamer, dan tidak mempunyai sepasang mata dan kuping lengkap.

Terdapat delapan filum yang termasuk dalam kelompok Avertebrata, diantaranya yaitu Porifera, Coelenterata atau Cnidaria, Plathyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Moluska, dan Arthropoda, serta Echinodermata. Avertebrata merupakan kelompok hewan yang berhabitat di daerah terestrial, akuatik, dan semi akuatik. Contok spesies yang termasuk avertebrata adalah Valanga nigricornis, Anadara sp., dan Taenia saginata.

Vermes

Anggota dari filum Platyhelminthes meliputi 10.000 – 15.000 spesies dan berdasarkan sifat- sifat khusus hewan dewasanya filum Platyhelminthes dibagi menjadi 3 kelas yaitu: Tubellaria, Trematoda dan Cestoda. Turbellaria tergolong predator dan pemakan bangkai atau kotoran dengan lubang mulut di partengahan tubuh bagian ventral.

Bergerak dengan bulu getar yang menutupi tubuhnya. Bersifat hermaprodit, berkembang biak secara sexual dan asexual. Memiliki alat indra yang berupa bintik mata, dan indera aurikel yang terdapat dibagian kepala. Bintik mata berupa titik hitam, masing-masing dilengkapi dengan sel-sel pigmen yang tersusun dalam bentuk mangkok yang dilengkapi dengan sel-sel syaraf sensoris yang sangat sensitive terhadap sinar.

Contoh spesies Turbellaria adalah  Dugesia sp. Kelas Trematoda saat ini dikenal kurang lebih 8.000 jenis, mirip dengan Turbellaria tetapi tidak memiliki bulu getar, dan mulut terletak pada bagian anterior tubuh dan biasanya dilengkapi dengan alat penghisap (sucker). Organ ini terdapat dibagian ventral dan berfungsi sebagai alat untuk menempel pada hospes.

Ada tidaknya sucker di bagian oral atau ventral tubuhnya menjadi salah satu dasar pembagian kelas ini ke dalam beberapa ordo. Karakter kelas Cestoda berlapis kutikula, mirip dengan Trematoda namun Cestoda belum memiliki saluran pencernaan dan semua hidup endoparasit. Bagian anterior tubuhnya berstruktur khas yang disebut scolex. Kelas Cestoda terdiri dari dua sub kelas yaitu Cestodaria dan Eucestoda. Sub kelas cestodaria memiliki karakter tubuh tidak bersegmen, tidak ada scolex.

Contoh Amphilina yang hidup dalam coelom ikan. Filum Annelida memiliki karakter antara lain  dinding tubuh, rongga tubuh dan saluran makanan merupakan selom yang sebenarnya  Tubuh beruas-ruas dan  pada bagian anterior memiliki prostomium. Tubuh dilapisi oleh kutikula. Rongga tubuh terdapat sekat chitin yang disebut septum. Filum Annelida terdiri dari dua kelas yaitu Polychaeta dan Clitellata.

Contoh-contoh Vermes

Gambar 1

Hewan Vermes dan Mollusca Beserta Contohnya

Keterangan:

  1. Eye spot
  2. Auricle
  3. Kepala
  4. Trunk
  5. Rongga gastrovaskuler
  6. Pharynk

Nama ilmiah: Dugesia sp

Klasifikasi 

Kingdom : Animalia

filum : Platyhelminthes

Kelas : Turbellaria

Ordo : Tricladida

Famili : Paludicola

Genus : Dugesia

Spesies : Dugesia sp

Deskripsi

Dugesia sp memiliki karakter adanya eye spot untuk sensor cahaya, auricle sebagai sensor arus air, kepala, Trunk, rongga gastrovaskuler, dan Pharynk pada bagian ventral.

Gambar 2

Hewan Vermes dan Mollusca Beserta Contohnya

Keterangan:

  1. Setae
  2. metamer
  3. Protosmium

Nama ilmiah: Tubifex sp

Klasifikasi 

Kingdom  : Animalia

Filum        : Annelida

Kelas        : Oligochaeta

Ordo         : Haplotaxida

Famili       : Tubifisidae

Genus       : Tubifex

Spesies      : Tubifex sp

Deskripsi   

Tubifex sp merupakan anggota filum Annelida. Karakter yang dimiliki Tubifex sp antara lain adanya setae, memiliki segmen pada tubuhnya atau metamerik, dan memiliki protosmium.

Mollusca

Ciri-ciri molusca adalah Tubuh simetri bilateral, lunak dan tidak bersegmen. Kebanyakan anggotanya memiliki cangkang yang terbuat dari zat kapur dengan bentuk beragam. Cangkang dapat terdapat di luar atau di dalam tubuh. Cangkang dalam umumnya kecil, terbuat dari zat kapur atau kitin. Mollusca hidup di perairan laut, estuarin, tawar, dan di darat. Anggotanya sebagian besar hidup bebas namun ada beberapa yang parasit, komensal maupun simbiotik.

Dugesia sp memiliki karakter tubuh panjang, seperti panah, mempunyai dua bintik mata, dan mulut disekitar tubuh bagian ventral, tidak memiliki anus, tubuh tidak beruas,  memiliki saluran pencernaan dan tidak memiliki sucker.  kerang darah (Anadara sp) merupakan jenis bivalvia yang hidup pada dasar perairan dan mempunyai ciri khas yaitu ditutupi oleh dua keping cangkang (valve) yang dapat dibuka dan ditutup karena terdapat sebuah persendian berupa engsel elastis yang merupakan penghubung kedua valve tersebut.

Kerang darah mempunyai dua buah cangkang yang dapat membuka dan menutup dengan menggunakan otot aduktor dalam tubuhnya. Cangkang pada bagian dorsal tebal dan bagian ventral tipis. Cangkang ini terdiri atas tiga lapisan, yaitu periostrakum adalah lapisan terluar dari kitin yang berfungsi sebagai pelindung, lapisan prismatic tersusun dari kristal-kristal kapur yang berbentuk prisma, lapisan nakreas atau sering disebut lapisan induk mutiara, tersusun dari lapisan kalsit (karbonat) yang tipis dan paralel.

Tubifex sp Disebut cacing merah karena sekujur tubuhnya berwarna merah, disebut cacing rambut karena bentuknya menyerupai rambut dengan panjang dua sampai tiga sentimeter, Tubifex memiliki ruas-ruas pada tubuhnya. Cacing ini memiliki saluran pencernaan. Mulutnya berupa celah kecil, terletak di daerah terminal. Saluran pencernaannya berujung pada anus yang terletak pada bagian sub-terminal.

Chiton sp termasuk dalam kelas polyplacophora. Chiton sp memiliki struktur yang sesuai dengan kebiasaan melekat pada batu karang dan cangkang mirip hewan lainnya. Apabila disentuh, akan melekat erat pada batu karang. Hewan ini merayap perlahan-lahan pada dasar laut di batu-batuan yang lunak. Sendi-sendi yang dimilikinya dapat dibengkokkan sehingga tubuhnya dapat dibulatkan seperti bola.

Bentuk tubuh elips, bagian dorsal dilindungi delapan lembar kapur yang pipih dan tersusun seperti genting, di kelilingi oleh girdle (gelang) yang tebal, diantara kaki dan mantel di permukaan ventral ada alur yang dangkal di sebut alur pallial dan pada alur itu terdapat 6-80 pasang insang yang panjang, tidak punya mata dan tentakel. Dalam mulut punya alat untuk memarut disebut radula dengan deretan gigi yang banyak. Jantung terletak disporior, terdiri dua atrium dan satu ventrikel,  ekskresi nephridia. Beberapa chiton punya titik yang kecil mata di dalam epidermis pada lembaran. Jenis kelamin terpisah, telurnya banyak, fertilisasi eksternal.

Bagian dorsal tubuhnya dilindungi oleh delapan keping cangkang yang tersusun tumpang tindih seperti genting. Cangkang Chiton sp hanya terdiri dari dua lapisan yaitu. Lapisan terluar disebut tegmentum. Tersusun atas konsiolin dan CaCO. Lapisan terdalam yang disebut antikulamentum yang bersifat kalkareus.

Sotong atau Sepia officinalis merupakan moluska yang termasuk kelas cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala) yang terdiri dari cangkang internal yang terletak didalam mantel, berwarna putih, berbentuk oval dan tebal, serta terbuat dari kapur. Tubuh relatif pendek menyerupai kantung. Mantelnya berwarna merah jambu kehitaman dan di selubungi selaput tipis dan pada kedua sisinya terdapat sirip lateral yang memanjang dari ujung dorsal sampai ventral.

Contoh Mollusca

Gambar 3

Hewan Vermes dan Mollusca Beserta Contohnya

Keterangan:

  1. Mulut
  2. Anus
  3. Mantel
  4. Headfoot
  5. Insang
  6. Anterior valve
  7. Posterior Valve

Nama Ilmiah: Chiton sp

Klasifikasi 

Kingdom  : Animalia

Filum        : Mollusca

Kelas        : Amphineura

Ordo         : Polyplacophora

Famili       : Chitondae

Genus       : Chiton

Spesies      : Chiton sp

Deskripsi

Chiton sp merupakan hewan yang termasuk anggota dari filum moluska. Bagian-bagian dari Chiton sp adalah mulut, anus, mantel, insang, headfoot, anterior valve, dan posterior valve.

Gambar 4

Hewan Vermes dan Mollusca Beserta Contohnya

Keterangan:

  1. Umbo
  2. Ventral
  3. Dorsal
  4. Anterior
  5. Posterior
  6. Bekas Otot Abductor
  7. Garis palial
  8. Celah palial

Nama Ilmiah: Anadara sp

Klasifikasi 

Kingdom : Animalia

Filum    : Mollusca

Kelas        : Bivalvia

Ordo         : Veneroida

Famili       : Cardiidae

Genus       : Anadara

Spesies      : Anadara sp

Deskripsi

Anadara sp merupakan anggota kelas bivalvia. Bagian-bagian dari Anadara sp adalah Umbo, ventral, dorsal, anterior, posterior, bekas otot abductor, garis palial, dan celah palial.

Gambar 5

Hewan Vermes dan Mollusca Beserta Contohnya

Keterangan:

  1. Tentakel
  2. Lengan
  3. Mata
  4. Mantel
  5. Sirip
  6. Mulut

Nama Ilmiah: Sepia officinalis

Klasifikasi 

Kingdom  : Animalia

Filum        : Mollusca

Kelas        : Cephalopoda

Ordo         : Sepiida

Famili       : Sepiidae

Genus       : Sepia

Spesies      : Sepia officinalis

Deskripsi

Sepia officinalis merupakan anggota dari kelas Cephalopoda. Bagian-bagiannya adalah tentakel, lengan, mata, mantel, sirip, dan mulut.

Gambar 6

Hewan Vermes dan Mollusca Beserta Contohnya

Keterangan:

  1. Anterior
  2. Posterior
  3. Sutura
  4. Whorl
  5. Body
  6. Protoconh
  7. Operculum

Nama Ilmiah: Turritella cingulifera

Klasifikasi

Kingdom : Animalia

Filum    : Mollusca

Kelas        : Gastropoda

Ordo         : Sorbeoconcha

Famili       : Turritellidae

Genus       : Turritella

Spesies      : Turritella cingulifera

Deskripsi

Bagian-bagian dari Turritella cingulefera adalah anterior, posterior, sutura, whorl, body, protoconh, dan operculum.

Kunci Identifikasi dari Hewan Vermes dan Mollusca dan hewan di atas;

1) Selom

  1. Aselomata…………………………………………………..(Dugesia sp)
  2. Selomata…………………………………………………….(2)

2) Metamer

  1. Metameristik………………………………………………..(Tubifex sp)
  2. Nonmetameristik………………………………………….(3)

3) Lempeng

  1. Pipih……………………………………………………………(Chiton sp)
  2. Tidak pipih……………………………………………………(4)

4) Kepala

  1. Tidak tereduksi………………………………………………(Gastropoda)
  2. Tereduksi…………………………………………………….(5)

5) Cangkang

  1. Cangkang dalam……………………………………………..(Sepia officinalis)
  2. Cangkang luar…………………………………………………(Anadara sp)

Morfologi merupakan poin penting dalam identifikasi invertebrata. Kunci identifikasi disebut juga kunci determinasi. Penggunaan kunci determinasi pertama kali diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus. Kunci identifikasi yang sampai saat ini masih digunakan adalah kunci dikotomi. Kunci dikotomi adalah  langkah dalam memngidentifikasi dengan menggunakan ciri makhluk hidup yang berlawan atau berisi dua alternatif. Bila salah satu alternatif gugur maka dapat menggunakan alternatif jawaban lainnya.

Penjelasan lengkapnya;

Dugesia sp

Dugesia sp memiliki karakteristik aselomata, kontruksi organ, berbentuk pipih, triploblastik, dan simetri bilateral. Dugesia sp termasuk dalam filum platyhelminthes. Bagian-bagian tubuh yang terdapat pada Dugesia sp adalah Eyes spot, Auricle, kepala, Trunk, rongga gastrovaskuler, dan Pharynk. Eyes spot atau bintik mata berfungsi untuk sensor cahaya. Auricle  berfungsi sebagai sensor arus. Pharynk terletak dibagian ventral. Ketika Dugesia sp akan memakan organisme, Pharynk ini akan mengeluarkan juluran-juluran berbentuk silinder dan berongga untuk meyerap makanan.

Tubifex sp

Tubifex sp atau cacing sutra termasuk dalam kelas Oligochaeta karena memiliki sedikit seta pada tubuhnya. Tubifex sp dibedakan dari Dugesia sp karena Tubifex sp memiliki segmen, bentuknya gilig, dan memiliki selom sesungguhnya. Bagian-bagian dari Tubifex sp adalah setae, metamer, dan protosmium.

Chiton sp.

Chiton sp. merupakan salah satu spesies yang termasuk dalam kelas gastropoda. Ciri khas kelas Gastropoda adalah adanya head foot dan massa visceral. Chiton sp merupakan Gastropoda perairan, oleh karena memiliki insang. Chiton sp memiliki karakter lain seperti mulut, anus, mantel, anterior valve, dan posterior valve, dan lempeng yang berbentuk pipih sebanyak delapan buah. Spesies yang termasuk kelas moluska selanjutnya adalah Anadara sp. Anadara sp memiliki kepala yang tereduksi dan cangkang luar yang berjumlah dua buah dan tidak pipih. Bagian-bagian dari Anadara sp dianataranya, umbo, ventral, dorsal, anterior, posterior, bekas otot abductor, garis palial, dan celah palial.

Sepia officinalis

Sepia officinalis termasuk dalam kelas cephalopoda. Kelas cephalopoda adalah kelompok hewan yang memiliki karakter cangkang yang tereduksi, beberapa tanpa cangkang luar; alat gerak termodifikasi menjadi tentakel dan siphon; massa visceral pada bagian kepala; habitat marine. Bagian-bagian dari Sepia officinalis diantaranya tentakel, lengan, mata, mantel, sirip, dan mulut.

Turritella cingulifera

Cangkang tersebut milik Gastropoda dan spesiesnya adalah Turritella cingulifera. Klasifikasi Turritella cingulifera adalah sebagai berikut:

Kingdom  : Animalia

Filum : Mollusca

Kelas  : Gastropoda

Ordo  : Sorbeoconcha

Famili : Turritellidae

Genus: Turritella

Spesies : Turritella cingulifera

Baca juga :

Demikian artikel tentang Hewan Vermes dan Mollusca, semoga bermanfaat.

Bacaan lebih lanjut :

Brotowidjoyo, D.M. 1990. Zoologi Dasar. Erlangga: Jakarta.

Fernando, G.K.A.W., Amarasinghe, U.S. 2011. Morphological Differentiation of Two Cichlid Species in Sri Lanka Using Truss Networks. Sri Lanka Journal Aquat. Vol. 16 : 1-10.

Hickman, C. F. 1972. Biology of Animal. The C. V. Mosby Company, Saint Louis.

N. Kongtjandre, T. Ridgway. L. G. Cook, T. Huelsken, A.F. Budd, O. Hoegh-Guldberg. 2012. Taxonomy And Species Boundaries In The Coral Genus Favia Milne Edwards And Haime, 1857 (Cnidaria: Sclerectinia) From Thailand Revealed By Morphological And Genetic Data. Coral Reefs. 31: 581-601.

Mayr, Ernest. 1982. Principles Of Systematic Zoologi. New Delhi: Tata McGraw-Hill Publishing Company.

Radiopoetro, 1988. Zoology. Jakarta: Erlangga.

Skelton, Peter W. 2013. Rudist kelasification for the revised Bivalvia volumes of the    Treatise on Invertebrate Paleontology’. Geological Society of Jamaica. The     Open University.

Tyo R Karmana. 2008. Determinasi dan Kunci Determinasi. Jakarta: Erlangga.

Vignon, Mathias. 2010. Inference in morphological taxonomy using collinear data and small sample size: Monogenean sclerites (Plathyhelminthes) as case study. The Norwegian Academy Of Science and letters. 1(1): 306-316.

Widiyadi, E. 2009. Penerapan Tree dalam Klasifikasi dan Determinasi Makhluk Hidup. Jakarta: Erlangga.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !