Indonesia Dibuat Geger Karena Seorang Ahok

Indonesia Dibuat Geger Karena Seorang Ahok

Ets nanti dulu saya bukan teman Ahok, ya iyalah mana mungkin Ahok mau berteman dengan saya. saya juga bukan Ahokers atau apa saja sebutan untuk pendukung Ahok. Percuma saja dukung Ahok lawong KTP saya Banyumas.

Jadi begini para pembaca yang budiman, beberapa pekan ini tayangan televisi baik berita, diskusi maupun Talk Show banyak menyajikan fenomena seorang Basuki Tjahaya Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok

Dari reklamasi sampai geger indikasi korupsi pembelian rumah sakit sumber waras, dari yang tadinya isu daerah menjadi isu nasional.

Ahok merupakan Gubernur Jakarta sepeninggal Jokowi yang terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pada pemilihan Presiden beberapa tahun yang lalu.

Karekter Ahok yang terkenal adalah dia seorang temperamental, dia tak segan-segan memarahi bawahannya ketika diketahui bersalah.

Bahkan video “marah-marahnya” sering kali di upload di youtube, oleh beberapa orang dan hebatnya video itu langsung mendapat banyak respon dari masyarakat.

Disetiap rapat Ahok juga seringkali mengupload video, terutama rapat yang berkaitan dengan anggaran, tujuannya adalah supaya transparan katanya.

Ahok (newsth.com)

Ahok (newsth.com)

Sekarang kita coba membahas soal perebutan kursi DKI 1 di Pemilihan Gubernur yang akan berlangsung pada tahun 2017, nampaknya menjadi orang nomer satu di Ibu kota Indonesia menjadi magnet yang begitu besar bagi sebagian orang.

Tidak hanya politisi bahkan musisi dan pengusaha berbondong-bondong untuk menjadi pemimpin di kota terbesar di Indonesia ini.

Bahkan mantan menteri pun tak kalah berminat untuk berkompetisi berebut menjadi orang nomer satu di ibu kota Indonesia.

Meski pemilihan gubernur di Jakarta tergolong masih lama, namun geliat persaingannya sudah terasa sampai sekarang. Saling sikut, saling adu sudah mulai terlihat oleh mata.

Di media baik cetak dan elektronik perang urat saraf mulai diperlihatkan oleh para politisi negeri ini, bahkan cenderung membabi buta, tak nampak politik santun yang kebanyakan digembor-gemborkan oleh para politisi  di negeri ini ketika berkampaye dulu.

Kita dipaksa disodorkon tontonan yang tak etis, caci maki dan amarah terang-terangan diluapkan diacara debat menuju DKI satu. Imbasnya apa, kepercayaan publik terhadap para pemimpinya semakin menurun.

Yang tak kalah mengkhawatirkan bagi generasi muda sekarang adalah, perilaku yang dicontohkan oleh politisi kita sudah benar-benar jauh dari adat ketimuran. Bahasa cacian seakan biasa didengar oleh mereka, ini berbahaya bagi generasi muda sekarang kalau mereka beranggapan bahwa bahasa cacian di perpolitikan Indonesia  dianggap sudah lumrah.

Negeri ini memang jarang kita temukan negarawan sejati yang bisa dijadikan panutan. Krisis tokoh politik memang sedang mengemuka saat ini.

Karena Ahok orang-orang pintar di Indonesia dibuat “bertengkar” gelar Profesor, Doktor seakan hilang dengan perilaku yang saling menjatuhkan, Indonesia dibuat geger oleh seorang Ahok.

Pejabat publik dan orang ternama di negeri ini saling unjuk kebolehan, saling bersilah lidah memenangkan argumennya sendiri.

Masyarakat sudah tidak kagum lagi dengan orang pintar di Indonesia, orang pintar disini hanya akal-akalan saja yang menguntungkan bagi diri dan golongannya.

Yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini adalah pemimpin yang benar-benar bisa menjadi panutan tidak hanya pintar secara intelektual tetapi pintar juga dalam bersikap.

Sikap menjadi manusia baik ini yang semakin hari seakan semakin langka, toleransi juga semakin pudar. Kita perlu pemimpin yang bisa mendamaikan, bukan malah memperkeruh keadaan.

Semoga bermanfaat !

 

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !