Teknik Isolasi Bakteri Penambat Nitrogen Azospirillum sp.

Tujuan : Mengetahui cara isolasi bakteri Azospirillum sebagai penambat nitrogen,mengamati polimorfik dari bakteri Azospirillum, mengetahui mekanisme penambatan senyawa nitrogen oleh bakteri Azospirillum.

Materi : Tanah di dekat tanaman rumput-rumputan dan serealia beserta akarnya (bagian pangkal, tengah dan ujung akar), pipet ukur, tabung reaksi, akuades, Media NFB (Nitrogen Free Bromthymol blue) semi padat, NFB padat, congo red, komposisi media NFB (DL. Malic Acid 5,00 g; K2HPO4 0,5 g; MgSO4. 7H2O 0,2 g; NaCl 0,1 g; Minor Elemen Solution 2,0 g; Bromthymol Blue 2,0 g; Fe EDTA Solution 1,64%; Vitamin Solution 1,0 g; Agar ; CaCl2. 2H2O 0,02 g; akuades dengan pH 6,8), media Caceres (K2HPO4 0,5 g; MgSO4. 7H2O 0,2 g; NaCl 0,1 g; Yeast ekstrak 0,5 g; CaCl2 0,02 gr, FeCl3. 6H2O 0,01 g; KOH 4,8 g; DL. Malic acid 5.0 g; agar 20 g; akuades 1 L).

Teori :

 

Azospirillum adalah bakteri penambat nitrogen yang hidup bebas tetapi dapat berasosiasi dengan tanaman khususnya rumput. Bakteri ini dapat dibagi menjadi beberapa spesies yaitu: A. lipoferum, A. brasiliensis, A. amazonese dan A, serapadica. Azospirillum dapat menghasilkan zat tumbuh seperti IAA, kinetin dan giberalin (Rao, 1994). Azospirillum  mendorong pertumbuhan tanaman, terutama merangsang perkembangan akar yang menyebabkan bertambahnya sistem perakaran, yaitu memperbesar dan memperpanjang jumlah akar dan rambut-rambut akar. Oleh karenanya, daerah perakaran membesar yang berakibat adanya perbaikan dalam penyerapan hara, N, P, K, elemen-elemen mikro, serapan air, khususnya pada tahap awal perkembangan.

Bakteri Azospirillum termasuk bakteri Gram negatif, heterotrof, memiliki sel yang berbentuk batang dan dapat bergerak dengan bantuan flagella polar (Albrecht dan okon, 1980) dan berukuran 1 µm (Elmerich, 1992). Azospirillum dapat meningkatkan jumlah rambut akar padi (Gunarto et al., 1999), meningkatkan luas permukaan akar (Barbieri et al., 1986), meningkatkan serapan hara pada tanaman (Okon dan Kapulnik, 1986), dan menambah konsentrasi asam indol asetat (IAA) dan asam indol butirat (IBA) bebas diperakaran (Fallik et al., 1988). Inokulasi Azospirillum pada tanaman menyebabkan perubahan morfologi pada sistem perakaran antara lain: peningkatan diameter akar dan akar lateral pada benih jagung, terbentuknya lapisan eksternal korteks pada akar jagung dan gandum, meningkatkan panjang akar, meningkatkan jumlah akar dan dapat meningkatkan aktivitas enzim 13-60% dibandingkan tanpa inokulasi.

Nitrogen merupakan unsur penyusun asam amino, amida dan basa nitrogen. Tanaman dapat mengambil nitrogen dalam bentuk senyawa ammonium yang telah diubah dalam bentuk asam amino (Soepardi, 1983). Tumbuhan yang kekurangan nitrogen mengakibatkan perakarannya terbatas, tanaman menjadi kerdil sehingga nisbah tajuk akar rendah (Salisbury dan Ross, 1995). Tanaman mengambil nitrogen terutama dalam bentuk ammonium (NH4+) dan Nitrat (NO3-). Nitrogen yang diserap di dalam tanaman diubah menjadi –N, -NH, -NH2.

Cara kerja :

Sepuluh gram campuran tanah dan akar yang akan diisolasi jasad reniknya dilarutkan dalam 90 ml larutan, selanjutnya diencerkan dengan pengenceran bertingkat sampai tingkat pengenceran 10-5. 0,1 ml (sp) dari 2 pengenceran terakhir diplatting ke media Caceres kemudian diinkubasi 2×24 jam suhu ruang. Koloni yang di dapat dibuat kultur ke dalam media NA (Nutrient agar) dan ditumbuhkan juga ke dalam media NFB semi padat diinkubasi 2×24 jam pada suhu ruang. Adanya bakteri Azospirillum ditandai dengan terbentuknya pelikel berwarna putih di permukaan atas media. Koloni tersebut dipindakan ke dalam media NFB padat + congo red dan diinkubasikan 2×24 jam suhu ruang. Koloni yang menyerap warna merah diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya setiap hari selama 3 hari mengamati morfologi selnya dengan bantuan pewarna Metylen blue. Dicatat hasil perubahan morfologi sel tiap harinya.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !