Isolasi Dan Teknik Menghitung Spora Jamur

Isolasi Dan Teknik Menghitung Spora Jamur – Untuk mendapatkan jamur dari habitat di laboratorium dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu isolasi umum dan isolasi khusus. Isolasi umum adalah suatu cara isolasi untu mendapatkan jamur dari berbagai golongan. Metode ini dapat dilakukan dengan berbgai cara, yaitu metode semai, metode perangkap, metode pengenceran, dan metode tanam langsung. Sedangkan cara isolasi khusus adalah suatu cara isolasi untuk mendapatkan jamur tertentu yang lambat prtumbuhannya.

Isolasi merupakan suatu proses atau kerja untuk memisahkan satu jenis jasad renik dari campurannya menjadi biakan murni. Biakan adalah kultur yang hanya berisi satu macam mikroorganisme. Pengidentifikasian beberapa spesies dalam suatu habitat tertentu memerlukan teknik-teknik biakan murni. Transformasi kimia yang dilakukan oleh kumpulan mikroorganisme ini tidak dapat ditentukan hanya dengan semata-mata menghimpun sifat-sifat biokimiawi setiap spesies dimana ditentukan dalam biakan murni .

Isolasi harus dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan isolat murni. Pertumbuhan koloni yang menunjukkan penampakan yang berbeda-beda harus ditumbuhkan ulang pada medium agar yang baru dan isolasi kembali. Medim agar yang digunakan untuk menumbuhkan jamur pada sumbernya tergantung dari tujuan isolasi.

Pengenceran pada medium selektif merupakan teknik pilihan bila ingin mengisolasi mikroorganisme yang amat bermacam-macam. Semua mikroorganisme yang diinginkan dapat tumbuh di dalam keadaan biakan yang digunakan. Metode pengenceran juga dilakukan untuk mendapatkan cendawan dari sampel tanah.

Isolasi Dan Teknik Menghitung Spora Jamur

Metode semai pada umumnya digunakan untuk isolasi bakteri dan cendawan karena sebagian besar dari wakil-wakil golongan ini dapat tumbuh baik pada media padat. Beberapa bakteri belum berhasil dibiakkan pada media padat dan banyak protozoa dan algae hanya dapat d8ibiakkan pada medium cair. Banyak diantara mikroorganisme yang penampilannya menarik perhatian dapat langsung diisolasi. Mikroorganisme ini mudah ditentukan media biak dan kondisi pertumbuhannya .

a) Metode Perangkap

  1. Cawan petri steril ditambah dengan streptomycin sebanyak 1-3 tetes, kemudian dituangkan medium PDA kedalamnya, lalu cawan ditutup dan dibiarkan sampai agar membeku.
  2. Cawan petri, setelah membeku dibiarkan terbuka selama ±10 menit, kemudian ditutup dan diinkubasi selama 48 jam.
  3. Setiap koloni yang tumbuh dipindahkan ke dalam agar segar dalam cawan petri, kemudian dilapisi dengan plastik wrapping dan diinkubasi.
  4. Hasil yang diperoleh diamati di bawah mikroskop dan diidentifikasi.

b) Metode Pengenceran

1. Sampel sebanyak 1 gram dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang berisi 9 ml akua steril.

2. Suspensi 10 ml diencerkan 10-3 dengan factor pengenceran kedua dan ketiga dilakukan plating single plate.

3. Cawan pada factor pengenceran kedua dan ketiga mula-mula diberi 3 tetes streptomycin

4. Pemberian 3 tetes streptomycin untuk membunuh mikroba lain yang tidak diinginkan

5. 1 ml suspensi dari factor pengenceran kedua dan ketiga dituangkan ke dalam cawan tersebut.

6. Selanjutnya media Potato Dextrosa Agar (PDA) dituangkan pada masing-masing cawan tersebut.

7. Cawan Petri segera ditutup dan digoyangkan di atas meja secara memutar dan perlahan-lahan

8. Kemudian diinkubasi selama 2-3 hari

9. Diamati dan diidentifikasi

Menghitung Spora

Alat yang digunakan adalah mikroskop, haemocytometer, mikrometer okuler, mikrometer objektif, pipet tetes, tabung reaksi, dan object glass, cover glass.

Bahan yang digunakan adalah suspensi spora Trichoderma sp., koloni Rhizopus sp., dan aquades.

Teknik  Penghitungan spora Trichoderma sp. dengan haemocytometer:

  1. Haemocytometer dan cover glass dibersihkan, kemudian dikeringkan. Cover glass dipasang kembali.
  2. Suspensi spora Trichoderma sp. dibuat dengan melakukan pengenceran sampai 10-2.
  3. Sekitar 0,1-0,5 mL suspensi spora diteteskan pada kedua saluran melintang pada haemocytometer (cover glass tetap terpasang) hingga kelebihan cairan pada saluran memenuhi permukaan haemocytomter yang tertutup cover glass.
  4. Diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran sedang dan dihitung jumlah sporanya.
  5. Penghitungan dilakukan pada 5 kotak yang terdapat dalam kotak sedang pada dua lapang pandang.

Pengukuran bagian-bagian mikroskopis Rhizopus sp. dengan mikrometer okuler dikalibrasi menggunakan mikrometer objektif:

  1. Panjang atau jarak satu skala mikrometer okuler ditentukan, dengan perbesaran 10 x 10.
  2. Preparat Rhizopus sp. disiapkan.
  3. Mikrometer objektif disingkirkan dan diganti dengan obyek glass yang sudah diberi Rhizopus sp.
  4. Diukur banyaknya skala yang terukur pada diameter sporangium, sporangiofor, spora, hifa, serta panjang rhizoid dan sporangiofor.
  5. Ukuran diameter sporangium, sporangiofor, spora, hifa, serta panjang rhizoid dan sporangiofor dihitung dengan mengalikan jumlah skala dengan ukuran satu skala okuler.

Baca Juga Artikel tentang Pengenalan Struktur Jamur Makroskopis Dan Mikroskopis. Lengkap

Category: Ilmiah Tag:

About tohir

Ingin Belajar Sampai Dunia Alien, Bahwa berhenti belajar adalah kemunduran pemikiran. Tertarik pada hal baru yang mengundang penasaran.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !