Deskripsi Jamur Air Tanah Phytophthora cinnamomi Dan Peran Ekologisnya

Deskripsi Phytophthora cinnamomi

Deskripsi Jamur Air Tanah Phytophthora cinnamomi Dan Peran Ekologisnya – Phytophthora cinnamomi adalah jenis jamur air tanah yang menghasilkan infeksi pada akar tanaman sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut busuk akar atau dieback. P. cinnamomi adalah salah satu spesies patogen tanaman dunia yang paling ganas dan hadir di 70 negara di seluruh dunia.

P. cinnamomi mempunyai miselium tanpa septa (sekat), diploid, mempunyai dinding dari selulosa dan glukan (polimer glukosa) lain dan beberapa karakter sel yang berbeda dari fungi lain.

Distribusi P. cinnamomi pada daerah asalnya adalah berkisar di Asia Tenggara-Oceania  (indonesia, Papua Nugini). Persebarannya meluas ke sebagian besar daerah beriklim sedang dan subtropis di dunia (Amerika, Eropa, Australia, Selandia Baru, Asia). Di Lingkungan alam Eropa, P. cinnamomi telah diteliti terutama di Perancis, Italia, Spanyol, dan Portugal.

P. cinnamomi sangat sensitif terhadap suhu beku dan lebih kepada termofilik, dengan suhu minimum untuk pertumbuhan 5 -6 ° C, optimum antara 24 dan 28°C dan maksimum 32 sampai 34° C. Air diperlukan untuk pembentukan spora dan penyebarannya, tetapi penyakit yang disebabkannya dapat tersebar di berbagai daerah, baik di daerah yang relatif kering maupun di daerah dengan curah hujan yang tinggi.

Klasifikasi P. Cinnamomi menurut Rands (1922) adalah sebagai berikut :

Kingdom : Chromalveolata

Phylum : Heterokontophyta

Class : Oomycetes

Order : Pythiales

Family : Pythiaceae

Genus : Phytophthora

Species : Phytophthora cinnamomi

Siklus hidup dan reproduksi

Reproduksi aseksual dengan zoospora diploid yang dilengkapi sebuah flagela anterior bertipe tinsel dan flagela posterior bertipe whiplash. Zoospora dibentuk melalui pembelahan sitoplasma di dalam sporangium.

Reproduksi seksual  dengan pembentukan organ kelamin jantan (antheridium) dan organ kelamin betina ( oogonium). Nukleus bergerak dari organ jantan ke organ betina melalui buluh fertilisasi, kemudian kedua inti menyatu membentuk suatu nukleus diploid. Beberapa oospora berdinding tebal kemudian berkembang membentuk oogonium. Oospora ini berperan pada kondisi dorman dan akan berkecambah menghasilkan hifa diploid atau sporangium (melepas zoospora diploid).

Jamur Air Tanah Phytophthora cinnamomi

P. cinnamomi hidup di dalam tanah dan jaringan tanaman, dapat mengambil berbagai bentuk dan dapat bergerak di air. Selama periode kondisi lingkungan yang keras, P. cinnamomi membentuk chlamydospora yang dorman. Ketika kondisi lingkungan yang cocok, chlamydospora berkecambah, menghasilkan miselia (atau hifa) dan sporangia. Sporangia dan zoospora matang kemudian lepas, dan menginfeksi akar tanaman dengan cara mempenetrasi akar melalui daerah di belakang ujung akar. Zoospora membutuhkan air untuk berenang melewati tanah, karena itu infeksi yang paling mungkin adalah di tanah yang lembab.

Miselia tumbuh di seluruh akar menyerap karbohidrat dan nutrisi, menghancurkan struktur jaringan akar, “membusukkan” akar, dan mencegah tanaman untuk menyerap air dan nutrisi. Sporangia dan chlamydospora dibentuk pada miselia dari akar yang terinfeksi, dan siklus infeksi berlanjut pada tanaman berikutnya.

Jamur Air Tanah Phytophthora cinnamomi

Peran ekologis

Phytophthora cinnamomi dapat menginfeksi akar tanaman sehingga menyebabkan suatu kondisi yang disebut busuk akar atau dieback. Gejala awal penyakit ini yaitu pada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya nekrotis. Daun-daun muda bila dicabut pagian pangkalnya akan terlihat membusuk dengan bau busuk dan warna coklat. Pembusukan terjadi pada daerah perakaran. Hal ini dapat menyebabkan tanaman menjadi mati.

P. cinnamomi tumbuh merambat hingga menembus sistem akar (dan kadang-kadang batang) dari tanaman, merusaknya dan mencegah tanaman untuk menyerap air dan nutrisi. Gejala pertama dari tanaman yang terinfeksi oleh Pytophthora cinnamomi adalah layu dan menguningnya dedaunan. Dedaunan kemudian mengering dan daun muda menjadi berwarna gelap. Tanaman yang terinfeksi biasanya mati karena kekurangan air dan nutrisi, meskipun beberapa dapat bertahan hidup dari penyakit penyakit busuk akar tersebut.

Pada saat jamur P. cinnamomi telah menyebar melalui sistem akar tanaman, ia melepaskan zoospora (spora aseksual) ke tanah sekitarnya, jika kondisinya hangat dan lembab. Spora mudah menyebar melalui air hujan dan saluran air. Selama kekeringan atau saat suhu lebih dingin, P. cinnamomi menghasilkan dua jenis spora yaitu chlamydospores dan Oospora  yang dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama di dalam tanah atau material dari tanaman mati.

Ketika kondisi menjadi lebih menguntungkan bagi spora, mereka akan berkecambah dan menginfeksi tanaman baru. Kegiatan manusia yang utama yang dapat menyebarkan P. cinnamomi yaitu termasuk pembangunan jalan, pemanenan kayu, eksplorasi tambang, perdagangan bibit, dan hiking.

Meskipun P. cinnamomi biasanya tidak menimbulkan kerusakan parah vegetasi tidak terganggu di daerah di mana curah hujan tahunan kurang dari 600 mm, namun dapat menyebabkan epidemi berat di daerah dengan curah hujan lebih tinggi. Banyak tanaman asli Australia rentan terhadap P. cinnamomi, termasuk sejumlah spesies terancam dan banyak spesies yang dalam status saat ini tidak terancam.

Jamur P. cinnamomi sering ditemukan di pohon kayu putih, grevilleas dan banksias, kacang polong, heaths, hibbertias, lumut, pakis, pakis haji, konifer, rumput- rumputan dan lili. Wabah busuk akar juga dapat berpengaruh nyata terhadap spesies hewan setempat,  yaitu dengan menghancurkan tanaman yang menyediakan makanan dan tempat tinggal bagi hewan tersebut.

Daftar baru termasuk 207 tanaman, dalam 97 genera yang berbeda, dan termasuk tanaman dengan jangkauan yang sangat luas dan jenis yang beragam seperti konifer (pinus, cemara, juniper, dupa cedar dan lainnya), banyak pohon broadleaved seperti Eucalyptus, cokelat, oak, kenari, sycamore, pohon buah- buahan termasuk alpukat, peach, pir, apricot,  tanaman tropis  seperti nanas, pepaya, macadamia, banyak tanaman hias berkayu (azalea, hether, kamelia, rhododendron,), dan berbagai tanaman lainnya dilaporkan terserang penyakit busuk akar yang disebabkan P. cinnamomi.

Dalam kasus alpukat, jamur ini terutama menyerang dan membusukkan akar. Selain itu juga dapat menyebabkan jenis-jenis penyakit lain pada tanaman, termasuk busuk akar skala besar, kanker pada batang dan cabang, serta busuk pada buah.

Bacaan lebih lanjut ;

Dieback Working Group. 2009. Managing Phytophthora Dieback in Bushland: A Guide for Landholders and Community Conservation Groups (5th ed.). Australia.

http://www.deh.gov.au/biodiversity/threatened/tap/phytophthora/index.html. Diakses tanggal 27 Juni 2012.

http://www.deptan.go.id/ditlinhorti/index.php?option=com_content&view=article&id=381&Itemid=400. Diakses tanggal 27 Juni 2012.

Laure, Marie, D. Loustau. 2006. Phytophthora cinnamomi. DAISIE, 1-4.

Zentmyer G. A. dan W. A. Thorn. 1967. Hosts of Phytophthora cinnamomi. California Avocado Society 1967 Yearbook, 51: 177-178.

Baca juga :

Struktur Jamur Makroskopis dan Mikroskopis

Isolasi dan Teknik Menghitung Spora Jamur

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !