Mengenal Jenis Asuransi Jiwa Joint Life dan Asuransi Last Survivor

Mengenal Jenis Asuransi Jiwa joint life dan Asuransi Last Survivor – Era globalisasi yang semakin maju dan persaingan hidup yang semakin ketat, menuntut setiap individu dan organisasi mampu memahami betapa pentingnya manajemen resiko mengenai segala kemungkinan yang terjadi di masa mendatang.

Sebagai bentuk solusi dalam meminimalisir segala macam resiko yang terjadi di masa mendatang muncul istilah ilmu aktuaria.

Ilmu aktuaria adalah suatu ilmu yang mengaplikasikan metode matematika dan statistika untuk menaksir resiko dalam industri asuransi dan keuangan. Aktuaris adalah seorang ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis aktual terkait asuransi jiwa, asuransi #kesehatan, asuransi pendidikan dan asuransi-asuransi lainnya.

Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah perjanjian timbal balik antara tertanggung dengan penanggung (perusahaan asuransi), dimana tertanggung mengikatkan diri selama jalannya pertanggungan dengan cara membayar uang premi kepada penanggung, sebagai akibat  langsung dari meninggalnya orang yang jiwanya dipertanggungkan atau telah lampaunya suatu jangka waktu yang diperjanjikan, mengikatkan diri untuk membayar sejumlah uang tertentu (santunan) kepada orang yang ditunjuk oleh tertanggung sebagai penikmatnya.

Asuransi Jiwa

Asuransi Kesehatan

Dokumen yang berisi persetujuan atau kesepakatan dari pada pihak tertanggung dan pihak asuransi terkait dengan risiko yang hendak dipertanggungkan disebut polis asuransi. Sedangkan suatu pembayaran, atau satu dari serangkaian pembayaran oleh pemegang polis, untuk membuat satu polis asuransi berlaku dan pemeliharanya agar terus berlaku disebut premi.

Santunan (benefit) adalah jumlah uang yang dijamin dalam polis asuransi yang akan dibayarkan kepada pemegang polis asuransi/tertanggung/yang ditunjuk untuk jenis-jenis resiko sesuai dengan persyaratannya.

Asuransi joint life

Tertanggung dalam asuransi jiwa dalam satu status keanggotaan di perusahaan asuransi dapat terdiri satu tertanggung yang disebut single-life status (asuransi tunggal) dan yang terdiri dari dua tertanggung disebut two-life status (asuransi gabungan dua orang) serta lebih dari dua tertanggung yang disebut multi-life status (asuransi gabungan banyak orang).

Pada two-life status dan multi-life status terdapat kondisi joint life status (asuransi joint life) dan kondisi last survivor (asuransi last survivor). Asuransi joint life adalah asuransi jiwa gabungan dengan premi dibayarkan sampai terjadi kematian pertama dari salah seorang diantara kedua tertanggung dan saat itu juga dibayarkan sejumlah uang santunan dari penanggung (perusahaan asuransi).

Asuransi last survivor

Asuransi last survivor adalah asuransi jiwa gabungan dengan premi dibayarkan sampai terjadi kematian tertanggung terakhir dan saat itu juga dibayarkan sejumlah uang santunan dari penanggung (perusahaan asuransi).

Secara garis besar perbedaan joint life dan last survivor status terletak pada jangka waktu pembayaran premi. Akan tetapi sejauh mana keuntungan dan kerugiann antara asuransi joint life dan asuransi last survivor belum dikaji secara mendalam.

Tertarik mengkaji dan meneliti mengenai perbedaan asuransi jiwa gabungan antara joint life status dan last survivor status  agar calon nasabah asuransi jiwa gabungan dapat memilih secara bijak mana yang lebih menguntungkan. Selanjutnya menimbang asuransi gabungan banyak orang (multi-life status) merupakan perkembangan kasus yang sama dari asuransi gabungan dua orang maka untuk melandasi penelitian selanjutnya, penulis hanya akan mengkaji perbandingan asuransi jiwa gabungan dua orang (two-life status) antara joint life status dan last survivor status saja.

Asuransi berdasarkan jumlah tertanggung

Berdasarkan jumlah tertanggung, asuransi jiwa terbagi menjadi asuransi jiwa tunggal (single-life status) dan asuransi jiwa gabungan (multi-life status). Asuransi tunggal (single-life status) adalah suatu perjanjian asuransi yang berhubungan dengan suatu keadaan yang berhubungan dengan hidup matinya seseorang yang hanya ditentukan oleh satu orang saja

Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa gabungan (multi-life status) adalah suatu perjanjian asuransi yang berhubungan dengan suatu keadaan dimana aturan hidup matinya seseorang merupakan gabungan dari dua faktor atau lebih, misalnya suami dan istri, atau orang tua dan anak.

Perbedaan mendasar jenis asuransi joint life dan asuransi last survivor

Asuransi joint life adalah asuransi jiwa gabungan dengan premi dibayarkan sampai kematian pertama dari salah seorang diantara kedua tertanggung dan saat itu juga dibayarkan sejumlah uang santunan dari penanggung (perusahaan asuransi).

Asuransi last survivor adalah asuransi jiwa gabungan dengan premi dibayarkan sampai kematian terakhir dan saat itu juga dibayarkan sejumlah uang santunan dari penanggung (perusahaan asuransi). Secara garis besar perbedaan asuransi joint life dan asuransi last survivor terletak pada jangka waktu pembayaran premi.

Kesimpulan :

Asuransi jiwa seumur hidup two-life joint life dan last survivor, diperoleh kesimpulan bahwa bagi calon nasabah asuransi jiwa two-life sebaiknya memilih bentuk asuransi joint life ketika hendak mengasuransikan diri pada perusahaan asuransi.

Sebaliknya bagi pihak marketing perusahaan asuransi sebaiknya lebih mempromosikan bentuk asuransi last survivor agar pendapatan perusahaan asuransi meningkat.

Lebih lanjut hasil analisis penelitian analisis asuransi jiwa two-life joint life dan last survivor, masih belum dapat menjadi acuan secara mutlak untuk menilai keunggulan diantara asuransi joint life dan last survivor. Menimbang penulis dalam penelitian hanya menggunakan laju menurut hukum kematian De moivre untuk menyusun tabel mortalitas asuransi joint life dan last survivor.

Pada kenyataannya, terdapat versi laju kematian terbaru seperti laju kematian mengikuti hukum Gompertz, Makehan, dan Weibull. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar dikembangkan dan dikaji lebih mendalam mengenai penggunaan laju kematian menurut hukum Gompertz, Makehan, dan Weibull, serta perlu dikembangkan pula hasil analisis tentang peluang hidup dan peluang mati yang tidak independen (pengaruh faktor dependensi diperhatikan).

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !