Don't Klik ! Employees OnlyKiat Menjadi Karyawan Sukses

Jenis Sistem Informasi Pemasaran Food and Friends pada Cafe F2

Jenis Sistem Informasi Pemasaran (Food and Friends) pada Cafe F2 – Setelah artikel sebelumnya mengulas tentang sistem informasi pemasaran, kali ini kita akan masuk pada jenis SIP  F2 (Food and Friends). Pada ulasan ini akan kami contohkan misalnya pada Cafe F2 berikut ini.

Analisis Perusahaan

Cafe F2 (Food and Friends) adalah usaha yang bergerak dibidang kuliner, dimana café ini tidak hanya menyajikan makanan yang sehat, tetapi juga menyediakan tempat yang nyaman untuk sekedar berbincang dengan teman atau melakukan meeting pekerjaan. Berwirausaha dibidang kuliner merupakan usaha yang cukup menjanjikan, karena makanan merupakan kebutuhan primer manusia sehingga setiap harinya membutuhkan makanan dan apabila makanan tersebut disajikan dengan baik, akan meningkatkan selera makan konsumen, sehingga akan meningkatkan penjualan produk itu sendiri.

Café F2 ini dibangun dengan nuansa klasik dan diiringi dengan alunan musik klasik setiap harinya, sehingga memberikan sensasi nyaman kepada para pengunjung. Adanya koneksi wifi juga merupakan salah satu strategi untuk menarik minat pengunjung, sehingga tempat ini cocok untuk dijadikan sebagai tempat refreshing setelah menjalankan aktivitas yang cukup berat atau sekedar bersandau gurau dengan teman sejawat.

Café ini juga di lengkapi dengan berbagai jenis permainan ringan, seperti kartu bridge, uno, ular tangga, dan monopoli, karena dengan adanya hiburan didalam café, konsumen akan berlama-lama di café tersebut dan akan memesan lebih banyak makanan atau minuman. Café ini juga dilengkapi dengan mini library yang menyediakan buku-buku, baik biografi, ensiklopedia, komik ataupun fiksi.

Analisis Produk

Café ini menawarkan berbagai jenis Food and Beverages yang merupakan olahan sendiri dari café F2. Untuk makanan, café ini menyediakan berbagai jenis olahan nasi, ayam, ikan, mie, pasta, spaghetti, pizza, dan French Fries. Untuk makanan penutup, café ini juga menyediakan waffle dan pancake berbagai rasa dengan tambahan ice cream di atasnya. Untuk minuman, café ini menyediakan berbagai olahan susu, jus buah segar, teh dan kopi. Semua produk disajikan dengan penampilan yang fresh, warna yang menarik, dan higinis sehingga akan meningkatkan selera makan konsumen dan membuat konsumen puas akan rasa dan pelayanan di café ini.

Komponen Sistem Informasi Pemasaran Café F2

1. Input

a. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Sistem informasi yang paling dasar digunakan oleh para manajer pemasaran adalah sistem informasi akuntansi, atau pencatatan internal. Termasuk di dalamnya adalah laporan mengenai pesanan, penjualan, harga, tingkat persediaan, piutang, hutang dan sebagainya. Dengan menganalisis informasi ini, para manajer pemasaran dapat menemukan kesempatan dan masalah yang penting. Dalam merancang sebuah sistem informasi penjualan yang canggih, perusahaan harus menghindari hambatan-hambatan tertentu, Pertama adalah mungkin untuk menciptakan sistem yang menghasilkan terlalu banyak informasi. Kedua adalah mungkin untuk menciptakan sistem yang menghasilkan informasi yang terlalu cepat.

Jenis Sistem Informasi Pemasaran

Sistem informasi pemasaran perusahaan harus mewakili suatu persilangan antara apa yang para manajer pikir, mereka perlukan, dan apa yang benar-benar mereka perlukan dan apa yang secara ekonomis dapat disediakan. Sebuah langkah yang bermanfaat adalah penunjukkan sebuah komite sistem informasi pemasaran inte rnal, yang mewawancarai wakil yang refresentative dari eksekutif pemasaran manajer produk, manajer penjualan, tenaga penjualan dan sebagainya untuk mengungkapkan kebutuhan informasi mereka.

b. Intelijen Pemasaran.

Sistem pencatatan internal memberikan data yang dihasilkan, sedangkan intelijen pemasaran memberikan data yang terjadi. Sistem intelijen pemasaran adalah serangkaian prosedur dan sumber yang digunakan para manajer untuk memperoleh informasi harian mengenai perkembangan yang berkaitan dalam lingkungan pemasaran.

Manajer pemasaran café F2 menjalankan intelijen pemasaran melalui dirinya sendiri dengan membaca buku, surat kabar dan publikasi perdagangan, pembicaraan dengan pelanggan, pemasok, distributor, dan pihak luar lainnya; dan pembicaraan dengan manajer dan personil lain café F2. Tetapi sistem ini bersifat sambil lalu, dan informasi berharga dapat saja hilang atau terlambat sampai. Para manajer mungkin mengetahui suatu langkah kompetitif, kebutuhan konsumen baru, atau masalah pedagang perantara, tetapi begitu terlambatnya untuk memberikan tanggapan terbaik.

Untuk meningkatkan mutu intelijensi pemasaran yang diterima oleh para manajer, Café F2 melakukan beberapa langkah kongkrit. Pertama, café F2 harus melatih dan mendorong tenaga penjual (sales force) agar dapat mengikuti dan melaporkan segala bentuk perkembangan baru. Perwakilan penjualan hendaknya merupakan “mata dan telinga” perusahaan dan hendaklah pula merupakan posisi atau kedudukan utama untuk memilih atau mencari informasi yang lebih lanjut/maju yang tidak terdapat dalam laporan intern biasa dalam kegiatan penjualan perusahaan.

Tanggung jawab intelijensi tenaga penjual (sales force) harus ditunjang dengan rancangan laporan kunjungan penjualan (sales call reports) yang mudah untuk diisi. Perwakilan penjualan harus mengetahui manajer mana dalam perusahaannya yang harus menerima informasi tertentu.

Kedua, manajer café F2 harus mendorong distributor, pengecer (retailer) dan usaha perantara lainnya untuk memberikan intelijensi yang penting. Mungkin saja perusahaan mengangkat atau menggaji tenaga ahli sebagai karyawan tetap untuk mengumpulkan intelijensi pemasaran.

Ketiga, jika diperlukan, café F2 akan membeli atau membayar informasi dari tenaga ahli di luar perusahaan. Keempat, Café F2 dapat membentuk suatu kantor yang khusus bertanggung jawab untuk mengembangkan atau meningkatkan mutu dan sirkulasi intelijensi pemasaran.

c. Riset Pemasaran

Manajer pemasaran café F2 harus mengadakan studi-studi riset formal mengenai masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan yang spesifik. Mereka mungkin memerlukan suatu survey pasar, tes preferensi produk, prakiraan penjualan menurut wilayah atau suatu studi efektivitas iklan. Para manajer biasanya tidak memiliki keahlian atau waktu untuk memperoleh informasi ini. Mereka perlu mengadakan riset pemasaran formal. Riset pemasaran adalah perancangan, pengumpulan analisis, dan pelaporan yang sistematis dari data atau penemuan yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan.

Manajer Café F2 dapat memperoleh riset pemasaran melalui berbagai cara, salah satunya dengan menugaskan mahasiswa atau dosen perguruan tinggi setempat untuk merancang dan menjalankan proyek riset atau dapat menyewa suatu perusahaan riset pemasaran. Café F2 menganggarkan riset pemasaran sekitar 1 sampai 2 % dari angka penjualan perusahaan. Berikut adalah 5 langkah efektif dalam melakukan riset pemasaran :

Gambar riset pemasaran
Alur Riset Pemasaran

Melalui riset pemasaran, perusahaan mempelajari lebih banyak mengenai kebutuhan konsumen, dan mampu untuk menyediakan produk dan jasa yang lebih memuaskan. Namun demikian, penyalahgunaan riset pemasaran dapat juga mengganggu atau menjengkelkan konsumen.

2. Output

a. Produk (Product)

Subsistem produk berguna untuk membuat rencana produk baru di café F2. Tugas manajer pemasaran di Café F2 selain melakukan riset pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap unsur dalam bauran pemasaraan dan kemudian mengintegrasikan menjadi suatu rencana pemasaran yang menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut siklus hidup produk mengarahkan manajer dalam membuat keputusan-keputusan ini seperti arti namanya siklus hidup produk.

Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang dan dengan dasar keuangan yang baik dan dibuat oleh eksekutif. Café F2 yang memperkenalkan banyak produk baru mengembangkan suatu prosedur formal yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti potensi tingkat keuntungan dan efisiensi penggunaan sumber daya.

b. Tempat (Place)

Maksud tempat disini adalah menentukan metode dan rute yang akan dipakai untuk menyalurkan barang tersebut kepasar. Pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan produk yg dihasilkan sangat menentukan tingkat penjualan produk. Untuk itu, posisi subsistem ini sangat vital dalam keberadaanya. Pengendalian saluran distribusi adalah usaha untuk menguasai semua anggota dalam saluran distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat ke arah pencapaian tujuan bersama.

Sistem tempat yang akan dipakai oleh café F2 adalah Vertikal Marketing Sytem (VMS), adalah jaringan yang dikelola secara terpusat dan profesional yang sejenak awal didesain untuk mencapai penghematan dalam operasi dan hasil pemasaran yang maksimal. VMS merupakan jaringan yang rasional, kapital intensif dan didesain untuk mencapai penghematan teknologi, manajerial dan promosi melalui intergrasi, koordinasi dan sinkronisasi aliran pemasaran dari produsen ke konsumen akhir.

c. Harga (Price)

Subsistem harga berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yang dihasilkan. Café F2 akan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya produksi dan menambahkan markup yang diinginkan. Jika perusahaan memilki SIA yang baik, tersedia data biaya yang akurat membuat tugas subsistem harga menjadi mudah untuk mendukung penentuan harga berdasarkan biaya. Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasarkan permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk.

d. Promosi (Promotion)

Pada hakikatnya promosi merupakan suatu bentuk komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha untuk menyaebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.

Tujuan utama promosi adalah untuk menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasarannya. Secara umum bentuk–bentuk promosi mempunyai bentuk yang sama, namun setiap bentuk tersebut masih dapat dibedakan berdasarkan spesifikasi tugasnya.

Promosi yang akan dilakukan oleh Café F2 yaitu, pertama Personal selling merupakan komunikasi langsung antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.

Kedua, Periklanan meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penyajian pesan yang non personal (tidak tertuju pada seseorang tertentu, di suarakan (oral) atau visual dan di biayai secara terbuka untuk suatu produk, jasa atau ide.

Ketiga, Publisitas mencakup usaha untuk mendapatkan ruang editorial yang berbeda dari ruang yang dibayar (iklan) di semua media yang dapat dibaca, dilihat atau didengar oleh konsumen atau calon konsumen dengan tujuan khusus yaitu untuk membantu tujuan–tujuan penjualan.

Keempat, Direct marketing merupakan sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan tanggapan/respon terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *