Kesehatan

Penyebab dan Klasifikasi Penyakit Karies Gigi yang Umum Terjadi

Penyebab dan Klasifikasi Penyakit Karies Gigi yang Umum Terjadi – Karies merupakan penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan oleh aktifitas bakteri di dalam rongga mulut yang memfermentasikan sisa-sisa karbohidrat yang menempel pada gigi. Karies terjadi karena proses demineralisasi yang dimulai dari permukaan terluar gigi. Karies dapat berlanjut ke lapisan gigi yang lebih dalam dan diikuti dengan rusaknya bahan-bahan organik penyusun gigi. Terdapat empat faktor yang dapat menyebabkan terjadinya karies. Keempat faktor tersebut adalah host, agent, diet atau substrat, dan waktu.

Host merupakan faktor penyebab terjadinya karies yang berasal dari dalam diri penderita. Faktor-fator tersebut antara lain keadaan gigi geligi, saliva, dan kondisi sistemik. Faktor penyebab karies selanjutnya adalah agent. Agent merupakan faktor penyebab terjadinya karies berupa mikroflora yang dapat memfermentasikan karbohidrat yang melekat pada permukaan gigi geligi. Mikroflora beserta produknya merupakan penyebab utama terjadinya karies.

Karies Gigi
Karies Gigi

Diet merupakan salah satu faktor lain penyebab karies, yang menunjukkan jenis makanan yang sering dikonsumsi. Semakin tinggi konsumsi makanan kariogenik, maka risiko terjadinya karies juga akan meningkat. Proses terbentuknya karies tidak dapat terjadi dalam waktu singkat. Proses demineralisasi akan mulai terjadi saat pH permukaan gigi telah melewati pH kritis, yaitu 5,5. Proses demineralisasi yang berlanjut hingga terbentuk suatu kavitas membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 6 sampai 48 bulan.

Klasifikasi Karies Gigi

Klasifikasi karies yang umum digunakan adalah klasifikasi G.V Black. Pada sistem klasifikasi tersebut, karies dapat dikelompokkan menjadi enam. Klasifikasi tersebut didasarkan pada bagian dari permukaan gigi yang hilang dan desain restorasi yang akan dilakukan.

Klasifikasi karies G.V Black adalah sebagai berikut.

  1. Kelas I, merupakan karies yang terjadi pada permukaan pit dan fisure pada permukaan oklusal molar dan premolar, pit bukal dan lingual molar, dan bagian lingual gigi insisivus.
  2. Kelas II, merupakan karies yang terjadi pada permukaan proksimal gigi premolar dan molar.
  3. Kelas III, merupakan karies yang terjadi pada permukaan proksimal gigi anterior, yaitu gigi insisiv dan kaninus, tanpa melibatkan sudut insisal.
  4. Kelas IV, merupakan karies yang terjadi pada permukaan proksimal gigi anterior dan telah melibatkan sudut insisal.
  5. Kelas V, merupakan karies yang terjadi pada pada sepertiga permukaan labial atau lingual atau palatal seluruh gigi geligi.
  6. Kelas VI, merupakan karies yang terjadi pada tepi insisal gigi anterior atau cusp gigi posterior, tanpa melibatkan bagian permukaan gigi lainnya.

Proses Terjadinya Karies Gigi

Proses terjadinya karies berawal dari karies yang menyerang bagian enamel gigi, yang dapat terjadi pada permukaan halus atau pada pit dan fisur. Karies yang sering terjadi pada gigi posterior lebih banyak diawali dari karies pit dan fisur. Hal tersebut disebabkan oleh anatomi dari pit dan fisur yang dalam, sehingga sisa makanan mudah terjebak. Tanda awal dari karies adalah adanya perubahan warna pada enamel, sehingga enamel akan berwarna chalky atau kuning, serta.

Penyebaran karies pit dan fisur ke arah dentin akan mengikuti arah dari enamel rods. Karakteristik dari penyebaran karies ini, berbentuk seperti segitiga atau cone-shape, dengan ujung berada pada permukaan terluar dan dasarnya mengarah pada DEJ. Karies yang telah melewati DEJ selanjutnya akan menyebar pada struktur dentin, dengan melibatkan banyak tubuli dentin. Karies yang terjadi pada dentin menyebabkan terjadinya demineralisasi dari struktur mineral anorganik dan merusak komponen organik dari serabut kolagen.

Proses terjadinya karies pada dentin dapat terjadi dua kali lebih cepat daripada proses karies pada enamel. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

1)  Kalsifikasi pada dentin lebih sedikit.

2)  Adanya jalan bagi bakteri untuk melakukan infeksi, yaitu melalui tubuli dentin.

Sebagai respon dentin terhadap proses karies yang terjadi, maka dentin  membentuk dentin sekunder. Dentin sekunder memiliki jumlah tubuli yang lebih sedikit dan berbentuk irreguler. Hal ini menyebabkan saat terjadi proses perluasan karies, karies akan lebih mudah meluas ke arah lateral dan menyebabkan terpisahnya hubungan antara dentin primer dan sekunder.

Penatalaksanaan Karies Gigi

Penatalaksanaan karies dapat dilakukan dengan melakukan restorasi atau penumpatan pada kavitas yang terbentuk. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan membuang jaringan karies yang ada, kemudian melakukan penumpatan dengan bahan tumpatan yang sesuai.

Pada karies yang terjadi pada permukaan oklusal dan proksimal, yang diklasifikasikan ke dalam klasifikasi G.V. Black kelas II, preparasi diawali dari permukaan oklusal dengan menggunakan diamond bur, kemudian preparasi dilanjutkan pada permukaan proksimal. Pada saat preparasi proksimal harus diperhatikan agar tidak mengenai permukaan gigi proksimal gigi sebelahnya.

Baca juga : Dua Struktur Jaringan Keras Gigi Manusia Yang Perlu Anda Tahu

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !