KENAPA AIR HUJAN MEMPERCEPAT BESI BERKARAT (KOROSI)

proses korosi
Pertama
saya akan mencoba menjelaskan pengertian karat
.
Karat merupakan hasil korosi, yaitu oksidasi suatu logam. Besi yang
mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.xH2O.
Korosi merupakan proses elektro
kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan
oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi.
Sebelum
kita membahas hubungan air hujan dan korosi besi, berikut adalah reaksi yang
terjadi saat besi (Fe) berkarat, kalau kita ingin mengetahui proses pengaratan
kita harus tau dulu elemen-elemen terkait. Kalau bingung, tidak usah diambil
pusing. Pada paragraph selanjutnya akan dijelaskan.
Reaksi anode :Fe(s) → Fe2+(aq) ) 2e-
Reaksi katoda :O2(g) + 4H+(aq) +
4e- → 2H2O(l)
Kedua mari kita deskripsikan proses pembentukan
korosi/karat.
Karat disebut juga dengan autokatalis (dari namanya auto dan
katalis, berarti perubahan dengan sendirinya). Mekanisme terjadinya
korosi adalah logam besi yang letaknya jauh dari permukaan kontak dengan udara akan dioksidasi oleh ion Fe2+. Ion
ini larut dalam tetesan air. Tempat
terjadinya reaksi oksidasi di salah satu ujung tetesan air ini disebut anode. Elektron
yang terbentuk bergerak dari anode ke katode melalui logam. Elektron ini selanjutnya mereduksi
oksigen dari udara dan menghasilkan air. Nah, Ujung tetesan air tempat terjadinya reaksi
reduksi ini disebut katode.
Sebagian oksigen dari udara larut dalam
tetesan air dan mengoksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ yang
membentuk karat besi (Fe2O3.H2O). Proses
terjadinya pengaratan pada besi.
Kenapa Air Hujan Mempercepat pengaratan?.
Dari penjelasan diatas, tentang proses korosi yang
membutuhkan beberapa elemen untuk berlangsungnya proses korosi. Factor yang
paling penting adalah oksigen dan air. Nah, air hujan yang jatuh dari atmosfer mengandung
banyak unsur oksigen, artinya air yang jatuh dan mengenai besi akan langsung
terjadi reaksi korosi. Reaksi ini tanpa melalui proses oksidasi oleh oksigen
yang kemudian menghasilkan tetesan air. Namun air yang jatuh sudah mengandung
oksigen yang bersifat korosif. Itulah kenapa air hujan mempercepat proses
korosi/ pengaratan. Sedikit informasi, air hujan yang di tamping beberapa lama
akan menghilangkan kemampuan mempercepat proses korosi, karena oksigen yang
terkandung semakin menghilang dan akhirnya menjadi air seperti biasa.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah
terjadinya karat. Masih ingat dengan unsur-unsur seperti oksigen, air dan besi.
Ketiga elemen itulah factor utama terjadinya pengaratan. Oleh karena itu, ada
beberapa cara yang digunakan sebagai upaya pencegahan. Berikut adalah beberapa
cara yang dapat digunakan untuk menanggulangi proses korosi/ pengaratan.
  1. Cara modifikasi lingkungan.
Oksigen (O2) dan kelembaban udara merupakan faktor
penting dalam proses pengaratan, mengurangi kadar oksigen atau menurunkan
kelembaban udara dapat memperlambat proses pengantaraan. Cara nyata untuk
mengurangi kelembaban adalah menggunakan AC di suatu ruangan.
  1. Cara modifikasi besi.
Ketika besi membentuk aloi
 (logam campuran) dengan
unsur-unsur tertentu, besi akan lebih tahan terhadap pengaratan. Baja (aloi
dari besi) mengandung sebelas persen hingga dua belas persen kromium dan
sedikit mengandung karbon, yang sering kita sebut stenlis, berwarna perak
mengkilat. Baja ini tahan karat dan sering digunakan dalam industri, untuk
bahan kimia, dan alat-alat rumah tangga.
  1. Cara proteksi katodik.
Jika logam besi dihubungkan dengan seng (Zn), besi tersebut akan sukar
mengalami korosi. Hal ini disebabkan seng lebih mudah teroksidasi dibandingkan
dengan besi.. Seng akan beraksi dengan oksigen dan air dalam lingkungan yang
mengandung karbon dioksida. Seng karbonat yang terbentuk berfungsi melindungi
seng itu sendiri dari korosi. Cara perlindungan logam seperti ini disebut cara
proteksi katodik (Katode Pelindung). Selain seng (Zn), logam magnesium (Mg) yang termasuk alkali tanah bersifat basa, banyak digunakan
untuk keperluan ini.
  1. Cara pelapisan.
Jika logam besi dilapisi tembaga atau timah,
besi akan terlindung dari korosi. Sebab logam Cu (E°Cu2+|Cu = +0.34V) dan Sn ( E°Sn2+|Sn =-0.14V) memiliki potensi reduksi yang
lebih positif dari pada besi (E°Fe2+|Fe = -0.44V). Namun, bila
lapisan ini bocor, sehingga lapisan tembaga atau timah terbuka, besi akan
mengalami korosi yang lebih cepat. Selain dengan tembaga dan timah, besi juga
dapat dilapisi dengan logam lain yang sulit teroksidasi. Logam yang dapat digunakan
adalah yang memiliki potensial reduksi lebih positif dibandingkan besi, seperti perak, emas, nikel, timah, tembaga, dan platina. Selain senyawa logam,
pelapisan dapat pula menggunakan senyawa nonlogam. Proses pelapisan logam besi
ini dapat dengan cara membersihkan besi terlebih dahulu, kemudian melapis
dengan suatu zat yang sukar ditembus oleh oksigen, misalnya cat, gelas, plastik, atau vaselin (gemuk). Perlu diperhatikan, seluruh
permukaan besi harus terlapis sempurna untuk menghindarkan kontak dengan
oksigen. Proses pelapisan yang tidak sempurna dapat lebih berbahaya
dibandingkan besi tanpa pelapis. Pengaratan dapat terjadi pada bagian yang
tertutup sehingga tidak terdeteksi.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !