Kepastian Hukum Alam

kepastian hukum alam

Selama ini kita menganggap kepastian atau ketetapan hukum alam hanya berlaku pada ilmu pengetahuan alam seperti fisika, kimia, matematika. Sementara ilmu pengetahuan sosial tak memiliki kepastian. Apakah betul ilmu sosial bukan ilmu pasti?

Kamu tau ngak teori “aksi min reaksi fisika” atau hukum sebab akibat dari Fisika ternyata bisa juga dirasakan secara hukum sosial. Contohnya, saat kamu menyakiti orang lain, maka suatu saat orang itu akan membalas kamu. Jika ia tak mau membalas, bisa jadi keluarganya atau saudaranya yang akan membalas kamu. Kalau pun belum ada yang membalas, maka niscaya akan datang hari pembalasan untuk membalas apa yang kamu lakukan.

Hukum alam yang mengatakan bahwa air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Ternyata juga bisa dirasakan secara hukum sosial. Kamu pasti setuju kalau belas kasih sayang yang tulus akan mengalir kepada orang yang rendah hati. Sangat jarang belas kasih yang tulus mengalir kepada orang yang sombong dan tinggi hati, kecuali kalau ada maunya, alias ada udang di balik rempeyek.

Kami akan berikan contoh lagi betapa hukum alam berkaitan dengan hukum sosial. Bukankah planet, bintang dan galaksi memiliki garis edarnya masing-masing? Sekarang, coba bayangkan seandainya bumi, planet, bintang dan galaksi keluar garis edarnya, apa yang akan terjadi? maka akan bertabrakan dan akan terjadi kehancuran.

Begitu juga dengan hukum sosial, bila kelakuan kamu keluar garis orbit maka kamu pun akan hancur sesuai dengan sunnatullah yang terjadi. Apakah itu garis orbit kamu sebagai manusia di hukum sosial? Yaitu suara hati yang bersumber dari sifat-sifat Allah (Asmaul Husna). Itulah sunnatullah atau ketetapan Allah yang jika kamu langgar maka kamu akan hancur. Maka mulai hari ini, jangan pernah lagi melanggar garis orbit suara hati karena jika kamu langgar kamu akan hancur.

Itulah sebabnya Alquran diturunkan, la merupakan pengejawantahan 99 sifat ilahiah yang diaplikasikan dalam satu Ke-Esa-an Tuhan dan dalam satu kesatuan TauhidNya. Alasan itulah yang membuat kesimpulan bahwa ilmu sosial harus didekati dengan pendekatan ilmu pasti. Ilmu sosial lebih kompleks dibandingkan dengan gejala-gejala alamiah yang jadi objek ilmu pasti. Ilmu sosial mempelajari tingkah laku manusia beserta gejala-gejala sosial yang ditimbulkannya. Sebenarnya dalam Alquran terdapat formula yang bisa ngejelasin dan jadi solusi atas gejala sosial karena Alquran merupakan buku panduan Tuhan untuk manusia. 

Hai orang yang beriman! Taatlah kepada Allah, dan taatlah kepada Rasul, dan orang-orang yang berkuasa di antara kamu. Dan bila kamu berselisih tentang sesuatu di kalanganmu sendiri, hendaklah kamu mengembalikannya kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunahnya). Jika kamu beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, itu lebih baik dan penyelesaian yang paling indah. Al-Nisa (4) : 59

Loading...
About Tohir 839 Articles

Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*