Artikel

Kita Yang Akan Mempesona

Kita Yang Akan Mempesona – Nyatanya kita para generasi muda begitu tersiksa jika tidak tahu apa yang sedang menjadi “tren”. Kita begitu merasa tertinggal arus jika tidak bisa memakai baju seperti teman sebaya kita, atau merasa minder bila tak bisa menyepadankan barang-barang kita dengan orang lain. Kita terbawa arus. Kita terpesona.

Jika dipikirkan, betapa bodohnya kita. Kita menganggap gadget kita canggih, pintar. Padahal yang canggih adalah penciptanya / pembuatnya. Kita begitu terlena menikmati suapan teknologi yang sudah jadi tersebut, tanpa berfikir belajar bagaimana proses menjadi tersebut. Nyatanya kita hanya menjadi konsumen.

Kita Yang Akan Mempesona
Ilustrasi

Kita sibuk menikmati karya orang lain, tanpa sedikitpun kita berfikir untuk berusaha. Kita menikmati puisi orang lain, tapi kita takut untuk berpuisi. Bahkan selalu memvonis “tidak bisa” kepada diri sendiri. Kita biasa untuk mengkerdilan diri sendiri. Kita cenderung inverior kepada pihak luar dan merasa kita ada dibawah kelas. Itu sudah menjadi sifat yang masif. Apakah itu akibat dari penjajahan yang sebegitu lama, entahlah… Itu bukan hal penting, yang terpenting adalah kita mengetahui itu bukanlah sifat baik dan kita harus menyingkirkannya.

Baca juga : Cinta pertama anak manusia

Termasuk kepada ayat sakral Tuhanpun kita kebanyakan hanya menjadi subjek pengagum, bunyi ayat “Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu berusaha merubahnya sendiri..” hanya hafal dipikiran saja, tak termaktub dalam perwujudan laku kita, kita bingung harus bagaimana menjadi pelaku perubahan tersebut. Entah diakui atau tidak, itulah keadaannya.

Marilah anak muda, terlalu sayang kita bunuh waktu yang takan berulang ini. Sudah terlalu banyak kesempatan yang kita lewatkan. Ironis sekali kita hanya menonton serunya darama Tuhan ini tanpa kita terjun langsung menjadi aktor hebat yang memerankan skenario-Nya. Terlalu miris jika bakat hebat yang kita miliki hanya untuk memerankan peran yang tidak penting.

Sukses dipenjuru dunia aku rasa sama saja, yaitu mengenai kerja keras dan pantang menyerah. Mengenai teknis caranya, itu tidak harus sama seperti yang orang lain.Biarkan orang lain sukses dengan caranya, kitapun sukses dengan cara kita sendiri. Asal sifat dari caranya haruslah sama seperti mereka orang-orang sukses, yaitu kerja keras dan pantang menyerah.

Mulailah dari hal-hal kecil, kebanyakan dari kita adalah abai terhadapnya, selalu menganggap jika hal kecil sama saja dengan hal tidak penting. Padahal hal kecil itu akan sangat bermakna,sangat berdampak, itu adalah awal bangunan dari sifat dan karakter kita, itu menjadi pondasi yang akan menentukan kokoh atau rapuhnya karakter kita.

Tidak ada batasan usia untuk memulai. Aku jadi ingat kisah Ray Kroc. Pria yang meski usianya yang sudah 52 tahun, ia tetap belajar mengelola restoran kecil yang dimilikinya hingga akhirnya restorannya sukses lalu berhasil membeli perusahaan Mc Donald’s, dengan kerja keras, kegigihan serta semangat pantang menyerahnya sehingga Mc Donald’s bisa mendunia, sukses seperti sekarang ini. Hal tersebut mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang namanya kata terlambat. Jika Tuhan menghendaki, semuanya sangat mungkin terjadi, bahkan yang diluar perkiraan kita. Namun harus kita ingat, Tuhan tidak asal berkehendak. Ia hanya akan berkehendak kepada mereka-mereka yang mau membuka jalan, yang mau berusaha, yang tidak hanya berdiam diri.

Mental yang juga sering muncul dalam diri kita adalah sikap menyalahkan lingkungan, entah karena kondisi ekonomi, karena keluarga yang tidak mendukung, ataupun fasilitas yang kurang memadai. Hindarilah sikap menyalahkan, karena disaat seperti itulah kamu berarti membenarkan dirimu sendiri, itu berbahaya.

Baca juga : Malam minggu bagi para jomblo

Investasikanlah dirimu demi masa depanmu, pergunakanlah waktumu dengan energi-energi hebat penuh martabat, karena kemenangan agung berasal dari laku agung juga. Maka “action” adalah kata kuncinya.

Maka pasti suatu saat kita tak lagi terpesona, kita yang akan mempesona.

-RianNova-

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !