Mengenal Bakteri Azospirillum dan Klasifikasinya

Azospirillum merupakan salah satu jenis bakteri tanah nonsimbiotik penambat nitrogen yang banyak ditemukan di daerah tropis dan tumbuh baik di perakaran, terutama pada perakaran (rhizoplane) rerumputan, daerah dekat perakaran (rhizosphere), pH 5.6 dan tumbuh optimal pada suhu 30°- 40°C.

Penambatan nitrogen oleh Azospirillum paling baik ketika berada pada kondisi mikroaerofilik dan aktifitas nitrogenase yang optimal terjadi dengan kondisi pH 6.8 – 7.8.

Azospirillum juga dikenal sebagai mikroorganisme endofit, yaitu mikroorganisme yang berasosiasi dengan jaringan atau sel tanaman tinggi dan tidak menimbulkan kerugian pada tanaman tersebut.

Azospirillum juga dapat menghasilkan zat tumbuh berupa IAA, NAA dan GA sehingga memiliki manfaat ganda yaitu sebagai penyedia N dan pemacu pertumbuhan tanaman. Kemampuan Azospirillum dalam memproduksi senyawa metabolit sekunder merupakan peluang yang dapat digunakan untuk membantu dalam pemanfaatan pupuk sintesis ramah lingkungan. Kemampuan dalam mensintesis IAA dapat memodifikasi perkembangan akar dan proses pertumbuhan inang.

Azospirillum mampu berasosiasi dengan akar tanaman karena sebagian besar kebutuhan nutriennya tergantung pada eksudat akar inangnya dan sebaliknya akar tanaman tersebut akan memanfaatkan hasil aktivitas bakteri untuk memenuhi kebutuhan nutriennya.

Klasifikasi Azospirillum adalah sebagai berikut :

Kingdom : Bacteria

Phylum : Proteobacteria

Classis : Alpha proteobacteria

Ordo : Rhodospirillales

Loading...

Family : Rhodospirillaceae

Genus : Azospirillum

Spesies : A. brasiliense, A. irakense, A. lipoferum, A. amazonese,

A. holopraeferens. Azospirillum termasuk bakteri yang bersifat mikroaerofilik pada kondisi menambat nitrogen dan bersifat aerobik jika mendapat suplai berupa nitrogen terikat (Pelczar et al., 1986). Azosprillum bersifat Gram negatif, heterotrof, dapat bergerak dengan bantuan flagella polar dan memiliki sel yang polimorfik.

Adanya perbedaan bentuk yang bermacam-macam atau polimorfik pada Azospirillum dapat terjadi karena adanya perbedaan nutrisi. Azospirillum yang ditumbuhkan dalam media Caseres akan menunjukkan warna merah muda sampai merah tua, bulat hingga ireguler, tepi berombak dan diameter 1,5 – 2 mm.

Beberapa jenis Azospirillum dapat hidup pada salinitas tinggi, seperti A. brasiliense dan A. irakense yang mampu bertahan pada slinitas NaCl hingga 3%. Hal ini menyebabkan beberapa jenis Azospirillum dapat bertahan hidup di daerah pantai.

Sumber :

Backmann, A. 2006. Carbohydrate in Bacteria Use of Differences in Carbohydrate Metabolism for Identifying Bacteria. Caister Academic Press. USA.

Tinggalkan komentar