Klimatologi : Pentingnya Curah Hujan Dalam Pertanian Indonesia

Klimatologi : Pentingnya Curah Hujan Dalam Pertanian Indonesia – Klimatologi pertanian merupakan sebuah cabang ilmu pengetahuan tentang iklim dan pengaruhnya bagi kegiatan pertanian. Klimatologi pertanian mencakup hal-hal seperti lama musim pertanian, hubungan antara laju pertumbuhan tanaman atau hasil panen dengan faktor atau unsur-unsur cuaca dan iklim.

Salah satu unsur iklim adalah hujan. Hujan merupakan suatu bentuk peristiwa uap air yang berasal dari awan yang ada di atmosfer.Alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan dinamakan pluviometer/penakar hujan, penakar hujan dapat dikategorikan dalam dua jenis yaitu penakar hujan jenis biasa dan otomatis. Bentuk penangkar hujan jenis biasa ini dibawah tendon terdapat keran untuk mengeluarkan air air hujan yang diukur pada gelas ukuran, keuntungan dari jenis alat ini yaitu kita dapat mengetahui kapan/jam berapa ada hujan dan berapa banyak curah hujan yang sangat penting didalam hidrometeorologi.

Hujan memainkan peranan penting dalam siklus hidrologi. Lembaban dari laut menguap, berubah menjadi awan, terkumpul menjadi awan mendung, lalu turun kembali ke bumi, dan akhirnya kembali ke laut melalui sungai dan anak sungai untuk mengulangi daur ulang itu semula. Intensitas curah hujan adalah jumlah curah hujan yang dinyatakan dalam tinggi hujan atau volume hujan tiap satuan waktu, yang terjadi pada satu kurun waktu air hujan terkonsentrasi. Besarnya intensitas curah hujan berbeda-beda tergantung dari lamanya curah hujan dan frekuensi kejadiannya.

Klimatologi : Pentingnya Curah Hujan Dalam Pertanian Indonesia

Apa beda Hujan dan Curah Hujan

Hujan adalah sebuah proses kondensasi uap air di atmosfer  menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di permukaan. Hujan biasanya terjadi karena pendinginan suhu udara atau  penambahan uap air ke udara. Hal tersebut tidak lepas dari kemungkinan  akan terjadi bersamaan. Turunnya hujan biasanya tidak lepas dari pengaruh  kelembaban udara yang memacu jumlah titik-titik air yang terdapat pada  udara. Indonesia memiliki daerah yang dilalui garis khatulistiwa dan  sebagian besar daerah di Indonesia merupakan daerah tropis, walaupun  demikian beberapa daerah di Indonesia memiliki intensitas hujan yang cukup  besar.

Curah hujan adalah jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama periode tertentu yang diukur dengan satuan tinggi milimeter (mm) di atas permukaan horizontal. Dalam penjelasan lain curah hujan juga dapat diartikan sebagai ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Indonesia merupakan negara yang memiliki angka curah hujan yang bervariasi dikarenakan daerahnya yang berada pada ketinggian yang berbeda-beda. Curah hujan 1 (satu) milimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada termpat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

Pentingnya Hujan Di Indonesia

Curah hujan sangat penting diketahui dalam sektor pertanian karena curah hujan dapat menentukan ketersediaan air bagi tanaman di suatu daerah. Pada daerah yang tidak  terairi oleh irigasi, maka pertanian didaerah tersebut sangat tergantung pada pada hujan. Misalnya jika curah hujan di suatu daerah kurang dari 2.5 mm perhari maka daerah tersebut dapat menyediakan air bagi tanaman sehingga tanaman tidak kekurangan air dan dapat berproduksi maksimum. Akan tetapi jika daerah tersebut merupakan daerah yang memiliki curah hujan yang sedikit, maka petani atau instansi terkait membangun saluran irigasi agar air selalu tersedia bagi tanaman. Proses terjadinya hujan merupakan siklus yang terjadi pada bagian bumi yakni daratan dan perairan. Siklus ini terjadi berputar sepanjang waktu yang menyeimbangkan kehidupan di bumi, sehingga hal ini bisa mempengaruhi kehidupan semua klasifikasi makhluk hidup di muka bumi.

Seluruh wilayah pada permukaan perairan bumi seperti sungai, danau, laut akan menguap ke udara karena panas matahari. Uap air kemudian naik terus ke atas  kemudian menyatu dengan udara. Suhu udara yang semakin tinggi akan membuat uap air itu melakukan kondensasi atau menjadi embun, yang menghasilkan titik-titik air yang berbentuk kecil. Suhu yang semakin tinggi membuat butiran uap yang menjadi embun tersebut  semakin banyak jumlahnya, yang kemudian berkumpul membentuk awan. Awan kemudian terus berwarna menjadi kelabu dan gelap yang dikarenakan butiran airnya sudah terkumpul dalam jumlah banyak. Lalu suhu yang sangat dingin dan semakin berat, membuat  butiran-butiran tersebut akan jatuh ke bumi yang dinamakan hujan.

Siklus terjadinya hujan tersebut adalah muktlak terjadi setiap tahunnya, karena tidak bisa dipungkiri bahwa air merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk kelangsungan makhluk hidup dan karena manfaat air bagi kehidupan akan mempengaruhi perkembangan bumi termasuk pada tanaman pertanian. Inilah yang dinamakan hujan.

Berikut adalah macam-Macam Hujan di Indonesia :

  1. Hujan Frontal

Hujan frontal adalah hujan yang disebabkan oleh bertemunya angin musim panas yang membawa uap air yang lembab dengan udara dingin bersuhu rendah sehingga menyebabkan pengembunan di udara yang pada akhirnya menurunkan hujan.

  1. Hujan Orografis

Hujan orografis adalah hujan yang diakibatkan oleh adanya uap air yang terbawa atau tertiup angin hingga naik ke atas pegunungan dan membentuk awan. Ketika awan telah mencapai titik jenuh maka akan turun hujan.

  1. Hujan Zenit

Hujan zenit adalah hujan yang penyebabnya adalah suhu yang panas pada garis khatulistiwa sehingga memicu penguapan air ke atas langit bertemu dengan udara yang dingin menjadi hujan. Hujan zenit terjadi di sekitar daerah garis khatulistiwa saja.

Alat pencatat curah hujan dapat memberikan informasi selain jumlah juga lama dan intensitas hujan. Sebagian besar alat pencatat curah hujan ini mempunya tipe atau prinsip, yaitu :

  1. Pelampung atau Sipon, contohnya pada penakar hujan tipe Hellmann
  2. Bejana berjungkat atau tipe tipping bucket
  3. Timbangan, contohnya pada penakar hujan tipe Bendix

Tipe pelampung dan tipe bejana mengukur curah hujan secara terbatas, sementara setiap jenis hujan dapat diukur dengan alat yang menggunakan prinsip timbangan. Total hujan dapat dibaca dari grafik. Dengan mengukur kemiringan grafik, intensitas hujan dapat ditentukan dalam 10 menit atau lebih lama lagi. Grafik dapat digantisetiap hari dan untuk daerah yang sulit dijangkau kecepatan putarannya dapat diperlambat sehingga dapat dioperasikan untuk mingguan atau bulanan atau lebih lama lagi.

Baca juga :

Kesimpulan Hujan dan Curah Hujan

Hujan adalah sebuah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di permukaan. Hujan biasanya terjadi karena pendinginan suhu udara atau penambahan uap air ke udara. Hal tersebut tidak lepas dari kemungkinan akan terjadi bersamaan. Turunnya hujan biasanya tidak lepas dari pengaruh kelembaban udara yang memacu jumlah titik-titik air yang terdapat pada udara.

Sedangkan curah hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh di permukaan tanah selama periode tertentu diukur dalam satuan tinggi diatas permukaan horizontal apabila tidak terjadi kehilangan air oleh proses evaporasi dan peresapan. Hasil prakiraan hujan bulanan periode mengindikasikan pola curah hujan yang tidak jauh berbeda dengan rata-ratanya dengan jeluk hujan kurang dari 100 mm/bulan.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !