Komponen-komponen Kurikulum

Komponen-komponen Kurikulum

A.    KURIKULUM SEBAGAI SISTEM

Pada umumnya para ahli kurikulum memandang bahwa pengembangan kurikulum itu merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan merupakan suatu siklus dari beberapa komponen, yaitu tujuan,, bahan, kegiatan, dan evaluasi.
 
Ralph W. Tyler (1975) dalam bukunya menyajikan empat langkah pengembangan yang disebut four-step model. Langkah-langkah tersebut dinyatakan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang mendasar yang harus dijawab baik dalam mengembangkan suatu kurikulum maupun pembelajaran, yaitu:
 
  1. What educational purposes should the school seek to attain?
  2. What educational experiences can be provided that are likely to attain these purposes?
  3. How can these educational experiences be effectively organized?
  4. How can we determine whether these purposes are being attained?
S. Nasution (1987), salah satu pakar kurikulum indonesia, melukiskan proses pengembangan kurikulum yang dimulai dari perumusan tujuan kurikulum, diikuti oleh penentuan atau pemilihan bahan pelajaran, proses belajar mengajar, dan alat penilaiannya.
 
Robert S. Zais (1976) menyebutkan aspek-aspek atau komponen-komponen yang terdapat dalam pengembangan kurikulum dengan istilah anatomi kurikulum (anatomy of the curriculum) yang terdiri dari komponen tujuan (aim, goals, dan objectives), isi (content), aktivitas belajar (learning activities), dan evaluasi (evaluation).

Loading...

B.    EMPAT KOMPONEN UTAMA KURIKULUM

1.    Tujuan
Ivor K. Davies (dalam Hamid Hasan, 1990) mengemukakan bahwa tujuan dalam suatu kurikulum akan menggambarkan kualitas manusia yang diharapkan terbina dari suatu proses pendidikan.
Beberapa pendapat berikut:
  • Tujuan memberikan pegangan apa yang harus dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dan merupakan patokan untuk mengetahui sampai di mana tujuan itu telah dicapai (S. Nasution, 1987).
  • Tujuan sangat memegang peranan penting, akan mewarnai  keseluruhan komponen-komponen lainnya dan akan mengarahkan semua kegiatan mengajar (Nana Syaodih, 1988).
  • Tujuan kurikulum yang dirumuskan menggambarkan pula pandangan para pengembang kurikulum mengenai pengetahuan, kemampuan, serta sikap yang ingin dikembangkan (Hamid Hasan, 1990).
Gagne dan Briggs (1974) mempersyaratkan bahwa tujuan merupakan suatu kapasitas yang dapat dilakukan dalam waktu tidak  lama setelah suatu kegiatan pendidikan berlangsung, bukan merupakan apa yang dialami siswa selama proses pendidikan. R.F. Mager dan K.M. Beach Jr. (1967) mengemukakan bahwa tujuan itu harus menggambarkan tentang produk atau hasil, bukan prosesnya.
Dalam literatur asing, istilah tujuan kurikulum dikenal dengan nama purposes, aims, goals, objectives, means dan ends.
 
2.    Isi/Materi Kurikulum
Saylor dan Alexander (Zais, 1976) mengemukakan bahwa isi kurikulum meliputi fakta-fakta, observasi, data, persepsi, penginderaan, pemecahan masalah, yang berasal dari pikiran manusia dan pengalamannya yang diatur dan diorganisasi dalam bentuk gagasan (ideas), konsep (concept), generalisasi (generalization), prinsip-prinsip (principles), dan pemecahan masalah (solution).
 
Hyman (Zais, 1976) mendefinisikan isi/konten kurikulum ke dalam tiga elemen, yaitu pengetahuan/knowledge, keterampilan dan proses, nilai/values. Nana sudjana (1988) mengungkapkan secara umum sifat bahan/isi ke dalam beberapa kategori, yaitu fakta, konsep, prinsip, dan keterampilan.
 
3.    Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran dalam hal ini meliputi pendekatan, prosedur, metode, model, dan teknik yang dipergunakan dalam menyajikan bahan/isi kurikulum. Nana sudjana (1988) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran pada hakikatnya adalah tindakan nyata dari guru atau praktik guru melaksanakan pengajaran melalui cara tertentu yang dinilai lebih efektif dan efisien.
 
4.    Evaluasi
Doll mengemukakan dua dimensi yang harus ada dalam evaluasi, yaitu dimensi kuantitas (the dimension of quantity) dan dimensi kualitas (the dimention of quality). Nana sudjana dan R. Ibrahim (1989) dalam hal ini mengemukakan tiga komponen, yaitu komponen program pendidikan, komponen proses pelaksanaan, dan komponen hasil-hasil yang dicapai.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.