KOMPONEN-KOMPONEN PROSES BELAJAR MENGAJAR

KOMPONEN-KOMPONEN PROSES BELAJAR MENGAJAR

Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dalam suatu proses pendidikan. Belajar merupakan segala tindakan yang dilakukanyang dilakukan seseorang sebagai subyek yang menerima isi, materi atau hal yang disampaikan. Sedangkan mengajar merupakan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh guru sebagai pengajar atau penyampai informasi.

KOMPONEN-KOMPONEN PROSES BELAJAR MENGAJAR
Belajar merupakan proses aktif  yaitu mereaksi semua situasi di sekitar individu. Sedangkan mengajar merupakan proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat mendorong siswa dan melaksanakan proses belajar. Keduanya harus saling terpadu agar terbentuk interaksi di dalam proses tersebut.

Proses pengajaran juga tidak dapat dating begitu saja tanpa pengaturan dan perencanaan yang seksama. Karena dalam suatu proses perlu adanya arahan agar dapat terlaksananya suatu tujuan yang telah ditetapkan, dimana suatu tujuan dalam proses belajar mengajar masuk dalam bagian-bagian komponen-komponen proses belajar mengajar yang akan dijelaskan di bagian selanjutnya.

A. Pengertian Komponen Proses Belajar Mengajar

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata komponen memiliki arti bagian dari keseluruhan, atau dapat juga disebut unsur. Pada hakikatnya yang disebut komponen proses belajar mengajar adalah pengaruh, bimbingan, arahan dari orang dewasa kepada anak yang belum dewasa agar menjadi dewasa, mandiri dan memiliki kepribadian yang utuh dan matang. Kepribadian yang dimaksud adalah semua aspek yang ada sudah matang yaitu meliputi cipta, rasa dan karsanya. 

B. Komponen-komponen Proses Belajar Mengajar

1. Tujuan 

Tujuan dalam proses belajar mengajar merupakan komponen pertama yang harus ditetapkan dalam proses pengajaran yang berfungsi sebagai indikator keberhasilan pengajaran. Tujuan ini pada dasarnya merupakan rumusan tingkah laku dan kemampuan yang harus dicapai dan dimiliki siswa setelah ia menyelesaikan pengalaman dan kegiatan belajar dalam proses pengajaran. Isi tujuan pengajaran pada hakikatnya adalah hasil belajar yang diharapkan.
a. Tujuan pendidikan nasional (TPN)
Secara jelas tujuan pendidikan nasional yang bersumber dari sistem nilai Pancasila dirumuskan dari Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 3, yang merumuskan bahwa pendidikan nasional befungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
b. Tujuan Institusional
Tujuan ini didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki oleh etiap siswa setelahmereka menempuh atau dpat menyelesaikan program disuatu lembaga pendidikan tertentu. Dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan bab V pasal 26 dijelaskan standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Standar komperensi pada pendidikan menengah adalah meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar kompetensi pada pendidikan ini bertujuan untuk meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai kejuruannya.
Standar kompetensi pada pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia, memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengenbangkan, serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
c. Tujuan Kurikuler
Merupakan tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran. Tujuan kurikuler dapat juga didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka menyelesaikan suatu bidang studi tertentu dalam sutu lembaga pendidikan. Dan suatu tujuan kurikuler harus dapat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan institusional.
d. Tujuan Intruksional
Dalam klasifikasi tijuan pembelajaran, tujuan pembelajaran atau yang disebut dengan tujuan intruksional  merupkan tujuan yang paling khusus. Karena hanya gurulah yang memahami kondisi lapangan, termasuk memahami karakteristik siswa yang akan melakukan pembelajaran di suatu sekolah maka tujuan pembelajaran ini adalah tugas guru. Sebelum guru melakukan proses belajar mengajar, guru perlu merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dikuasai oleh anak didik setelah mereka selesai mengikuti pelajaran. 
Dari beberapa tujuan diatas, menjelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional merupakan sasaran akhir dari proses pendidikan, melahirkan tujuan-tujuan institusional atau tujuan lembaga pendidikan. Tujuan lembaga pendidikan itu selanjutnya dijabarkan ke dalam beberapa tujuan kurikuler atau tujuan bidang studi, dan kemudian dijabarkan lagi ke dalam tujuan pembelajaran, atau tujuan yang harus dicapai dalam satu kali pertemuan. 

2. Isi/Materi

Dalam konteks tertentu, materi pelajaran merupakan inti dalam proses pembelajaran. Artinya, sering terjadi proses pembelajaran diartikan sebagai proses penyampaian materi. Hal ini bias dibenarkan manakala tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran (subject centered teaching).
Guru perlu memahami secara detail isi materi pelajaran yang harus dikuasai siswa, sebab peran dan tugas guru adalah sebagai sumber belajar. Materi pelajaran tersebut biasanya tergambarkan dalam bentuk teks. Namun, dalam setting pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan dan kompetensi, tugas dan tanggungjawab guru bukanlah sebagai sumber belajar. Dengan demikian, materi pelajaran sebenarnya bisa diambil dari berbagai sumber. 
Secara umum sifat bahan pelajaran dapat dibedakan menjadi beberapa katagori yakni :
a. Fakta 
Fakta adalah sifat dari suatu gejala, peristiwa, benda yang wujudnya dapat ditangkap oleh panca indra manusia. Fakta dapat dipelajari melalui informasi dalam bentuk lambang, kata-kata, istilah, pernyataan sifat, dan lain-lain.
b. Konsep atau pengertian
Yaitu serangkaian perangsang yang mempunyai sifat-sifat yang sama. Hakikat konsep adalah klasifikasi dari pola yang bersamaan. Contoh konsep adalah keluarga, masyarakat, pendidikan, dan lain-lain. Mempelajari konsep lebih sulit daripada mempelajari fakta.
c. Prinsip 
Prinsip pokok yang telah diterima dengan baik dan teruji kebenarannya dinamakan hokum. Dan mempelajari prinsip lebih sulit daripada mempelajari konsep. Apabila prinsip telah dikuasai, banyak fakta yang diperolehnya melalui penarikan kesimpulan secara logis.
d. Keterampilan
Keterampilan adalah pola kegiatan yang bertujuan, yang memerlukan manipulasi dan koordinasi informasi yang dipelajari. Keterampilan dapat dibedakan menjadi dua katagori, yakni keterampilan fisik (psikomotor) dan keterampilan intelektual (otak). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan bahan pengajaran :
  1. Bahan harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan.
  2. Yang ditulis dalam perencanaan mengajar terbatas pada konsep saja atau garis besarnya.
  3. Bahan pengajaran harus serasi dengan urutan tujuan.
  4. Urutan bahan hendaknya memperhatikan kesinambungan, yaitu bahan yang satu dengan bahan yang berikutnya terdapat hubungan fungsional ataupun menjadi dasar bagi bahan berikutnya.
  5. Bahan disusun dari yang sederhana menuju yang kompleks, dari yang mudah menuju yang sulit, dari yang konkrit menuju yang abstrak.
  6. Sifat bahan ada yang faktual (konkrit dan mudah diingat) dan ada yang konseptual (konsep abstrak yang memerlukan pemahaman). 

3. Strategi atau metode

Kemp menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. 
Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Metode dan alat yang digunakan dalam pengajaran dipilih atas dasar tujuan dan bahan yang telah ditetapkan sebelumnya. Metode dan alat berfungsi sebagai jembatan atau media transformasi pelajaran terhadap tujuan yang ingin dicapai. 
Sebelum menentukan strategi pembelajaran ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan yaitu :
a. Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai, misalnya :
Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek kognitif, afektif atau psikomotor? 
b. Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran :
Apakah materi pelajaran itu berupa fakta, konsep, hukum atau teori tertentu?
c. Pertimbangan dari sudut siswa 
Apakah strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat kematangan siswa?
d. Pertimbangan-pertimbangan lainnya
Apakah untuk mencapai tujuan hanya cukup dengan satu strategi saja?
Adapun beberapa contoh metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar yaitu :
a. Metode ceramah 
Ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan.
b. Metode tanya jawab
Merupakan metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan siswa.
c. Metode diskusi 
Merupakan metode tukar menukar informasi, pendapat, dan unsur-unsur pengalaman secara teratur dengan maksud pengertian bersama secara lebih jelas.
d. Metode tugas belajar dan resitasi
Metode ini tidak sama dengan dengan pekerjaan rumah, tetapi lebih luas dari itu.
e. Metode kerja kelompok
Dalam hal ini siswa dalam satu kelas dipandang sebagai satu kesatuan ataupun kelompok-kelompok kecil.
f. Metode demonstrasi dan eksperimen
Yaitu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu.
g. Metode sosio-drama (role-playing)
Yaitu mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah sosial.
h. Metode Problem Solving
Metode ini tidak sekedar memcahkan masalah, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir.
i. Metode sistem regu (team teaching)
Yaitu metode mengajar dua orang guru atau lebih yang bekerjasama untuk mengajar sebuah kelompok siswa. 

4. Media 

Secara umum media merupakan kata jamak dari medium, yang berarti perantara atau pengantar, secara lebih rinci beberapa pendapat ahli tentang media pembelajaran diantaranya Rossi dan Breidle yang mengemukakan bahwa media pengajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan.   
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat, serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar.  
Secara umum, media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebaga berikut: 
  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis.
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan gaya indera. Misalnya, objek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film atau model.
  3. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat pasif anak.

Dalam hal ini, media pendidikan berguna:

  1. Menimbulkan gairah belajar.
  2. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
  3. Memungkinkan anak didik belajar sendiri menurut kemampuan minatnya.

Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru banyak mengalami kesulitan bila mana semunya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam:
1) Memberikan stimulus yang sama.
2) Mempersamakan pengalaman.
3) Menimbulkan persepsi yang sama.

5. Evaluasi

Dalam arti luas, evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.  Dalam kegiatan evaluasi diperlukan berbagai informasi atau data yang menyangkut objek yang sedang dievaluasi. Dalam kegiatan pengajaran, data yang dimaksud mungkin berupa perilaku atau penampilan siswa selama mengikuti pelajaran. Berdasarkan data itulah selanjutnya diambil suatu keputusan sesuai dengan maksud dan tujuan evaluasi yang sedang dilaksanakan.
KESIMPULAN
Pembelajaran memiliki makna yang lebih luas dari istilah pengajaran. Kata pembelajaran dan kata pengajaran dapat dibedakan pengertiannya. Pengajaran hanya ada di konteks formal, sedangkan pembelajaran meliputi segala sumber belajar baik di dalam ruangan formal maupun di luar kelas atau dalam kehidupan nyata. Sebagai sebuah system, pembelajaran memiliki beberapa komponen, yaitu tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. 
DAFTAR PUSTAKA
http://ahmadazhar.wordpress.com/2009/08/27/komponen-proses-belajar-mengajar/. Diakses pada hari Jum’at, 15 november 2013 pukul 09.40 WIB.
http://komponen_pembelajaran.pdf. Diakses  pada hari Jum’at, 15 november 2013 pkuul 09.40 WIB.
Purwanto, Ngalim. 2002. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sadiman, Arief S. dkk. 2009. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sanjaya, Wina. 2006.  Strategi Pembelajaran. Jakarta : Kencana, 2006.
Sudjana, Nana Sudjana. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru.
Sunhaji. 2009. Strategi Pembelajaran. Purwokerto : STAIN Press, 2009.
Loading...
About Tohir 849 Articles
Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*