Fenomena Kondangan

Fenomena Kondangan – Tiba waktunya Bulan Dzulhijah, atau jamak terdengar dengan sebutan bulan haji, karena pada bulan ini adalah puncak dari ibadah haji di Mekah sana. Tapi saya tidak ingin membahas tentang haji, mungkin lain kali saja.

Saya akan membahas mengenai hal yang lain, tapi masih ada hubungannya dengan bulan dzulhijah ini, apakah itu? “Musim Kawin”, seperti itulah orang-orang menyebutnya karena pada bulan ini banyak sekali ada perkawinan. 15 hari sebelum masuk bulan ini saja, aku sudah dapat undangan 10 ekor! Haha.. 10 undangan pernikahan maksudnya.

Yah teman-temanku satu persatu akan segera menikah, yang cewek akan segera dipersunting calon suami, yang cowok akan segera beristri, mereka dengan tega meninggalkanku yang masih betah dengan status “perjaka”. Mereka mengundangku, tentunya juga aku berkewajiban menghadiri khajatan mereka, atau yang biasanya disebut dengan “kondangan”!

 Fenomena Kondangan

Lalu darimana awal mula istilah kondangan berasal? Semenjak kapan? Apa nilai-nilai positif yang ada pada fenomena kondangan?

Istilah “kondangan”

Kondangan berasal dari kata “kon” & “dangan”. Kon adalah kata dalam bahasa jawa yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya “supaya”. Sedangkan kata “dangan” mengandung arti kurang lebih yaitu “ringan”. Jadi kondangan artinya adalah supaya ringan. Arti supaya ringan disini maksudnya adalah ketika kita menghadiri suatu hajatan orang yang mengundang kita, pada umumnya adalah kita memberikan amplop uang atau makanan atau bantuan-bantuan yang lain. Jadi peristiwa kita memberikan amplop ataupun apapun itu adalah supaya mereka yang sedang berhajat (pesta) mendapat bantuan untuk mengadakan pesta itu yang pasti membutuhkan modal. Baik itu untuk menyediakan suguhan, catering, sewa sound system, sewa panggung dan masih banyak lagi.

Apa bentuk kondangan dan berapa besarannya?

Didaerahku bentuk barang kondanganan berbeda antara ibu-ibu dan bapak-bapak. Berbeda antara yang hubungan keluarganya dekat dan jauh dari pemilik hajat itu. Berbeda  pula antara yang letak rumahnya jauh dan dekat.

Kita bahas satu persatu perbedaanya. Kondangan kaum ibu biasanya adalah beras sedangkan bapak-bapak biasanya uang. Banyaknya beras kira-kira antara 2 sampai 3 kilogram. Sedangkan besaran uang bapak-bapak sekarang adalah kira-kira 20 ribu rupiah (kurs dollar 14.000), dan pasti akan bertambah besar menyesuaikan harga pasar. Hehe..

Juga, semakin dekat hubungan orang dan semakin dekat rumah dengan tuan rumah kahajan maka akan semakin besar pula kondangan yang diberikan. Biasanya para kerabat dan tetangga akan memberikan bantuan berupa telur, minyak, bahan sayur, daging, suguhan, dan lain-lain.

Sejak kapan tradisi kondangan dimulai?

Jawabannya aku tak tahu persis, yang jelas sejak dulu kala zaman nenek moyang kita. Kondangan adalah salah satu bentuk dari budaya dan sifat gotong royong yang sudah menjadi karakter bangsa Indonesia (khususnya Jawa). Malah mungkin bisa saja tradisi itu sudah ada sejak Zaman Hindu-Budha. Entahlah, mungkin perlu dilakukan penelitian yang komprehensif terhadap tradisi kondangan ini.

Apa nilai-nilai/manfaat dalam kondangan?

Sudah aku jelaskan diatas, kondangan adalah salah satu bentuk penjabaran dari karakter bangsa kita gotong royong. Dengan kondangan kita secara langsung telah menjaga tradisi gotong royong yang akhir-akhir ini sudah mulai pudar.

Manfaat yang lain dengan kondangan adalah kita menyambung tali silaturahmi, baik dengan kerabat ataupun dengan tetangga. Kondangan menjadi ajang pertemuan disengaja ataupun tak disengaja dengan yang selama ini jarang bertemu. Dan masih banyak lagi manfaat dari kongan apabila kita cermati dan kita gali lagi.

Memang dengan banyaknya kondangan kita dipusingkan karena banyak uang yang kita keluarkan. Tapi niatkanlah saja itu sebagai ibadah membantu sesame manusia. Tih jika kita hajartan nanti giliran mereka kan yang akan kondangan kepada kita. Hehe..

Mungkin pembahasan mengenai kondangan cukup segitu dulu, soalnya saya mau kondangan nih!  Hehe. Salam…

Baca juga : Belajar Menjadi Guru Seutuhnya

-RianNova-

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !