Kualitas Kerabang Dan Bobot Telur

Kualitas Kerabang Dan Bobot Telur – Kerabang telur merupakan lapisan terluar dari teluruntuk mencegah kontaminasi dari mikroorganisme, kerusakan fisik maupun penguapan. Faktor yang mempengaruhi dari kualitas kerabang yaitu warna kerabang. Semakin pekat warna kerabang maka akan semakin baik, karena warna dipengaruhi oleh banyaknya jumlah mineral penyusun semakin banyak.

Pigmen pada telur berbeda-beda, pada ayam yaitu oovorpirin, biliferdin pada itik dan protoporfirin pada telur puyuh. Warna kerabang telur ayam ras dibedakkan menjadi dua warna utama yitu putih dan coklat. Telur dengan warna coklat muda lebih cepat penyusutanya dibandingkan dengan telur yang berwarn coklat dan coklat tua. Warna coklat kerabang telur dipengaruhi oleh pigmen protoporvirin yang dihasilkan oleh induk saat pembentukan kerabang telur di uterus.

struktur telur unggas

komponen kandunagn telur unggas

Faktor yang mempengaruhi kualitas kerabang dintaranya selain warna yaitu tekstur kerabang, dimana pada kerabang telur yang sudah matang tekstur kerabang akan lebih halus karena lapisan paling luar yaitu kutikula telah hancur sehingga kerabang lebih halus. Kebersihan kerabang merupakan faktor yang terpenting apabila kerabang terdapat kotoran dari ayam maka mikroorganisme kan masuk melewati pori-pori telur yang jumlahnya cukup banyak yaitu sekitar 7-17 ribu. Ketebalan kerabang telur puyuh 0,19 mm Ketebalan kerabang dapat dipengaruhi dari nutrien dan kadar mineral dan suhu yang sama. Tebal cangkang telur mempunyai hubungan yang berbanding terbalik dengan suhu lingkungan, suhu yang tinggi akan mempengaruhi kualitas putih telur dan mempengaruhi kekuatan dan ketebalan cangkang telur.

Ketebalan kerabang sangat berpengaruh terhadap rusaknya telur. Faktor yang mempengaruhi kualiats kerabang yaitu dipengaruhi dari obat, penyakit, periode peneluran dan gentik. Ketebalan kerabang yaitu 0,35-0,40 mm dimna apabila semaki tebal kerabang maka akan seemakin baik untuk meminilmalsikan pembusukkan. Tebal kerabang semakin tebal semakin baik, tebal kerabang putih mencapai 0,34±0,03mm dengan koefesien variansi 9,89 dan tebal kerabang telur berwarna hijau kebiruan adalah 0,33±0,04 mm dengan koefisien variansi 11,35.

Ketebalan kerabang salah satunya dipengarui oleh pakan dimana apabila pakan yang diberi tercukupi maka kualitas dari ketebalan semakin baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Wiradimadjo (2010) bahwa kadar kalsium ransum dan kadar fosfor dalam ransum berpengaruh pada ketebalan kerabang. Ketebalan kerabang juga jangan dibawah ±0,33 yang akan menyebabkan kerabng pecah. Untuk meningkatkan kualitas kerabnag dengan menambah sumber kalsium. Dimana indeks kerabang dapat diketahui dengan perbandingan antara bobot telur dengan luas permukaan kerabang.

Bobot Telur 

Bobot telur dipengaruhi oleh faktor gentik terutama keturunan, umur pertamakali bertelur, umur ayam ransum yang dikonsumsi dalam jumlah dan kualitas, serta lingkungan termasuk manajemen pemeliharaannya. Faktor umur ayam berperan penting dalam menetukan bobot telur yang diproduksinya. Pakan yang sesuia hidup fungsional untuk unggas terpenuhi maka hasil produksinya akan meningkat

Bobot telur pada setiap unggas berbeda-beda. Telur ayam, itik dan puyuh pada umumnya mempunyai berat 55, 75 dan 10 gram. Faktor yang mempengaruhi bobot telur yaitu peneluran dan faktor genetik. Faktor genetik sangat berpengaruh terhadap bobot telur, dimana pada setiap spesies unggas mempuyai ukuran ovarium, uterus dan kloaka yang berbeda.

Semakin bertambahnya umur induk tingkat menjelang puncak produksi maka bobot telur semakin meningkat. Periode peneluran berpengaruh terhadap bobot telur, dimana bertambahnya periode maka akan semakin meningkt. Umur berpengaruh terhadap bobot telur, semakin berat tubuh maka semakin besar bobot telur lebih tinggi. Berat telur juga akan berperan lebih tinggi akan menghasilkan berat tetas yang lebih besar selain itu pakan dan cuaca juga mempengaruhi.

Baca juga :

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !