Manfaat Keraginan Rumput Laut Di Berbagai Bidang Industri

Definisi Keraginan:  Karaginan merupakan getah rumput laut yang diekstraksi dengan air atau larutan alkali dari spesies tertentu pada kelas Rhodophycae (alga merah). Spesies Eucheuma cotonii merupakan penghasil kappa karaginan sedangkan spesies Eucheuma spinosum merupakan penghasil iota karaginan. Karaginan juga merupakan
polisakarida yang berasal dari hasil ekstraksi alga. Karaginan terdiri dari iota karaginan dan cappa karaginan dimana kandungannnya sangat bervariasi tergantung musim, spesies dan habitat. Dalam karaginan terdapat garam sodium, potasiun dan kalsium. Karaginan potasiun yang terdiri dari alfa karaginan dan beta-karaginan sifatnya dapat larut dalam air panas, sedangkan karaginan sodium dapat larut dalam air dingin.

Jenis Rumput Laut yang di Ambil Keraginanya

Menurut Doty (1987), Eucheuma cottonii merupakan salah satu jenis rumput laut merah (Rhodophyceae). Nama daerah ‘cottonii’ umumnya lebih dikenal dan biasa dipakai dalam dunia perdagangan nasional maupun internasional.

Klasifikasi  Eucheuma  cottonii  adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae

Divisi  :  Rhodophyta

Kelas   :  Rhodophyceae

Ordo    :  Gigartinales

Famili  :  Solieracea

Genus   :  Eucheuma

Species :  Eucheuma cotonii

Ciri  fisik Eucheuma  cottonii :  mempunyai  thallus  silindris, permukaan licin, cartilogeneus. Keadaan warna tidak selalu tetap, kadang-kadang berwarna hijau, hijau kuning, abu-abu atau merah.

Perubahan warna sering terjadi hanya karena faktor  lingkungan. Kejadian ini merupakan suatu  proses adaptasi kromatik yaitu penyesuaian antara proporsi pigmen dengan berbagai kualitas pencahayaan.

Umumnya Eucheuma  cottonii  tumbuh dengan  baik  di daerah  pantai terumbu  (reef). Habitat khasnya adalah daerah yang memperoleh aliran  air laut yang  tetap, variasi suhu harian yang kecil dan substrat batu karang mati (Aslan, 1998). Beberapa jenis Eucheuma mempunyai peranan penting dalam dunia perdagangan internasional sebagai penghasil ekstrak karaginan. Kadar karaginan dalam setiap spesies Eucheuma berkisar antara 54–73 % tergantung pada jenis dan lokasi tempat tumbuhnya.

Manfaat dan Kandungan:

Rumput laut  Eucheuma cotonii biasanya digunakan sebagai bahan mentah dalam industri farmasi, tekstil, kosmetik, kertas dan industri makanan.

Dalam industri makanan, rumput laut ini dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan kue, roti, makaroni, manisan, dodol, minuman sari dan es rumput laut. Selain itu rumput laut jenis Eucheuma cotonii  juga dapat diolah menjadi produk jam rumput laut yang baik untuk kesehatan karena mengandung protein dan serat yang tinggi.

Cara Memproduksi Keraginan Dari Rumput Laut

Proses  produksi karaginan pada dasarnya terdiri atas proses penyiapan bahan  baku, ekstraksi karaginan dengan menggunakan bahan pengekstrak, pemurnian, pengeringan dan penepungan. Penyiapan bahan baku meliputi proses pencucian  rumput  laut untuk  menghilangkan  pasir, garam  mineral,  dan benda asing yang masih melekat pada rumput laut.

Berikut Cara Memproduksi Keragian dari Rumput Laut

1.Rumput laut kering ditimbang sebanyak 20 gram.

2.Rumput laut direbus dalam pressuure cooker pada suhu 120oC selama 15 menit dengan perbandingan 1:15 (15 ml air ditambahkan kedalam 1 gram rumput laut kering). Kemudian dihaluskan dengan blender dan ditambah air (90oC).

3.Ekstraksi dilakukan dengan meebus rumput laut selama 6 jam dengan perbandingan 1:30, nilai pH air ekstraksi diatur dengan menambahkan larutan KOH 10% sehingga diperoleh pH 8-9.

4.Hasil ekstraksi disaring menggunakan kiain kasa dalam keadaan panas untuk menghindari terjadinya pembentukan gel.

5.Filtrat hasil penyaringan kemudian dipucatkan (bleaching) mengunakan kaporit 0,25% selama 20 menit kemudian ditambahkan dengan 0.05% NaCl untuk memudahkan pengendapan.

6.Pengendapan karaginan dilakukan dengan cara menuangkan filtrat ke dalam alkohol 95% dengan perbandingan 1:2 sedikit demi sedikit sambil diaduk selama 15 menit sehingga terbentuk serat-serat karaginan.

7.Serat basah karaginan yang diperoleh kemudian direndam kembali dengan alkohol 95% selama 30 menit sehingga diperoleh serat-serat karaginan yang lebih kaku kemudian diperas lagi.

8.Endapan dikeringkan di dalam oven dengan suhu 60 oC sampai kering selama 15-20 jam kemudian ditimbang.

Ekstraksi karaginan dilakukan dengan menggunakan air panas atau larutan alkali panas. Suasana alkalis dapat diperoleh dengan menambahkan larutan basa misalnya larutan NaOH, Ca(OH)2, atau KOH sehingga pH larutan mencapai 8-10. Volume air yang digunakan dalam ekstraksi sebanyak 30-40 kali dari berat rumput laut. Ekstraksi biasanya mendekati suhu didih yaitu sekitar 90–95oC selama satu sampai  beberapa jam.

Penggunaan alkali mempunyai dua fungsi, yaitu membantu ekstraksi  polisakarida menjadi lebih sempurna dan
mempercepat eliminasi 6-sulfat dari unit monomer menjadi 3,6-anhidro-D-galaktosa sehingga dapat meningkatkan kekuatan gel dan reaktivitas produk terhadap protein.

Penyaringan ekstrak karaginan umumnya masih menggunakan  penyaringan konvensional  yaitu  kain saring  dan  filter press, dalam keadaan panas yang dimaksudkan untuk menghindari pembentukan gel.
Pengendapan karaginan dapat dilakukan antara lain dengan metode gel press, KCl freezing, KCl press, atau pengendapan dengan alkohol.

Pengeringan karaginan basah dapat dilakukan dengan oven atau penjemuran . Pengeringan menggunakan oven dilakukan pada suhu 60 oC. Karaginan kering tersebut kemudian ditepungkan, diayak, distandardisasi dan dicampur,  kemudian dikemas dalam wadah yang bertutup rapat.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !