Mari Mengenal Tanah Dan Pupuk Buatan

Mari Mengenal Tanah Dan Pupuk Buatan – Tanah sangat penting artinya bagi usaha pertanian karena kehidupan dan perkembanngan tumbuh-tumbuhan dan segala makhuk hidup di dunia sangat memerlukan tanah. Akan tetapi arti penting ini kadang-kadang diabaikan oleh manusia, sehingga tanah tidak berfungsi lagi sebagai mana mestinya. Tanah menjadi gersang dan dapat menimbulkan berbagai bencana, sehingga tidak lagi menjadi sumber dari segala kehidupan.

Tanah sebagai media tumbuh tanaman mempunyai fungsi menyediakan air,udara dan unsur-unsur hara untuk pertumbuhan tanaman, namun demikian kemampuan tanah menyediakan unsur hara sangat terbatas. Hal ini terbukti dengan pemakaian tanah yang terus menerus secara intensif tanpa penambahan unsur hara mengakibatkan merosotnya produktifitas tanah, menurunkan hasil panenan dan rusaknya sifat fisik,kimiawi dan biologi tanah.

Dalam arti luas yang dimaksud pupuk  ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Termasuk dalam pengertian ini adalah pemberian bahan kapur dengan maksud untuk meningkatkan pH tanah yang masam, pemberian legin bersama benih tanaman kacang-kacangan serta pemberian pembenah tanah (soil conditioner) untuk memperbaiki sifat fisik tanah. Demikian pula pemberian urea dalam tanah yang miskin akan meningkatkan kadar N dalam tanah tersebut. Semua usaha tersebut dinamakan pemupukan. Dengan demikian bahan kapur, legin, pembenah tanah dan urea disebut pupuk.

Seorang warga sedang membuat kompos (solopos.com)

Seorang warga sedang membuat kompos (solopos.com)

Dalam pengertian yang khusus pupuk ialah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih hara tanaman. Dengan pengertian ini, dari kegiatan yang disebutkan di atas hanya urea yang dianggap pupuk karena bahan tersebut yang mengandung hara tanaman yaitu nitrogen.

Pupuk berdasarkan sumber pembuatanya

1) Pupuk organik atau pupuk alami (manure)

adalah pupuk organik mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral.

2) Pupuk kimia atau pupuk buatan  (fertilizer)

adalah pupuk kimia biasanya lebih “murni” daripada pupuk organik, dengan kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya; keunggulannya adalah ia dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif.

Pupuk berdasarkan bentuk fisiknya

  1. Pupuk padat, adalah pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam.
  2. Pupuk cair, adalah pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan, pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

Pupuk berdasarkan kandungan yang ada ;

1) pupuk tunggal, adalah pupuk yang mengandung hanya satu unsure.

2) pupuk majemuk, adalah pupuk yang paling tidak mengandung dua unsur yang diperlukan.

Dalam pemberian pupuk atau melakuakn pemupukan beberapa hal perlu diperhatikan diantaranya:

  1. Tanaman-tanaman yang akan dipupuk
  2. Jenis tanah yang akan dipupuk
  3. Jenis pupuk yang digunakan
  4. Dosis (jumlah) pupuk yang diberikan
  5. Waktu pemupukan
  6. Cara pemupukan

Kelebihan Pupuk Buatan

Dalam pemakaiannya pupuk buatan terbukti mempunyai kelebihan yang positif daripada pupuk organik, seperti pupuk kandang, air kotoran dari kandang, kotoran manusia dan kompos sebagai berikut :

  1. a) Dengan pupuk buatan kita dapat memberikan berbagai zat makanan tanaman dalam jumlah dan perbandingan yang kita kehendaki.
  2. b) Unsur makanan tanaman dari pupuk buatan dalam banyak hal bekerja lebih cepat daripada pupuk organik. Ia biasanya tersedia dalam bentuk yang lebih mudah larut, sedangkan pupuk buatan dapat kita berikan pada waktu yang paling tepat. Malah ia dapat di berikan sebagai pupuk tambahan, bilamana ternyata tanaman masih membutuhkannya.
  3. c) Pupuk buatan lebih mudah diatur pengangkutannya daripada pupuk organik. Pengangkutannya lebih cepat dan merah.

Walaupun pupuk buatan mempunyai berbagai sifat yang positif, pada mulanya orang enggan menggunakan garam sebagai pupuk. Namun pada akhirnya penggunaannya tidak dapat dicegah lagi karena pengaruhnya didalam praktek jelas terbukti.

Sifat Fisik Pupuk

Sifat fisik pupuk erat kaitannya dengan keadaan atau kondisi pupuk terutama mengenai warna, ketahanan pupuk, ukuran pupuk, dan bentuk pupuk, yaitu:

Higroskopisitas

adalah mudah tidaknya pupuk menyerap uap air yang ada di udara. Pupuk yang higroskopis kurang baik karena mudah menjadi basah atau mencair bila tidak tertutup.  Bila kelembapan udara menurun, pupuk dapat menjadi kering kembali tetapi terjadi bongkah-bongkah yang keras. Pada suhu udara rata-rata berbagai jenis pupuk mulai menarik uap air pada kelembapan nisbi udara lebih dari 50%. Di Indonesia kelembapan nisbi udara rata-rata sekitar 80%, sehingga pupuk yang mudah menarik air (higroskopis) seperti urea akan menjadi rusak kalau tidak disimpan dengan baik. Untuk mengurangi higroskopisitas tersebut biasanya pupuk dibuat menjadi butir-butiran sehingga luas permukaan yang menarik air menjadi berkurang.  Kadang-kadang butiran tersebut juga diberi lapisan penahan air, yang hanya dapat menyerap air jika kadar air cukup banyak.

Kelarutan

Kelarutan menunjukkan mudah tidaknya pupuk larut dalam air dan mudah tidaknya unsur yang terdapat dalam pupuk diambil oleh tanaman.  Umumnya pupuk N dan K mudah sekali larut dalam air, sedangkan pupuk P dapat dibedakan menjadi:

  1. a) Mudah larut dalam air (superpospat)
  2. b) Larut dalam asam sitrat atau ammonium sitrat (FMP – Fused Magnesium Phosphate)
  3. c) Larut dalam asam keras (fosfat alam)
  4. Daya Kristalisasi

Daya kristalisasi kelembaban dimana pupuk tersebut disimpan.  Apabila suhu dan kelembaban rendah maka daya pengkristalan pupuk akan tinggi. Daya pengkristalan ini bisa dikurangi dengan pemakaian bahan-bahan yang disebut conditioner. Conditioner ini diberikan pada saat pembentukan pupuk.

Segregasi

Segregasi merupakan kemampuan pupuk untuk tetap berada dalam bentuk butiran yang terpisah, hal ini diperlukan karena, jika segregasi suatu pupuk tinggi maka pupuk tersebut akan mengumpul sehingga akan menyulitkan untuk aplikasi pupuk tersebut.

Baca juga :

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !