Masjid Baiturrohman Tipar Rawalo

Sejarah Masjid Baiturrohman Tipar Rawalo – Lama sekali aku ingin menulis tentang KKN-ku dulu, namun karena ketersediaan dan kesempatan waktuku yang tak sempat, terbengkalailah ide dan gagasanku. Untuk memenuhi janjiku pada diri sendiri, kusempatkan dan kuluangkan sedikit waktu untuk menulis yang kali ini tentang masjid tempat KKNku dulu, tempat dimana kami sekelompok beribadah sholat dan melakukan kegiatan lain.

Masjid Baiturrohman Kalikulu

Masjid Baiturrohman adalah sebuah masjid yang berada di Grumbul Kalikulu Desa Tipat RT 02 RW 01 Kecamatan Rawlo Kabupaten Banyumas. Bangunan masjid menempati lahan kurang lebih 210 meter persegi dengan luas bangunan utama kurang lebih 70 meter persegi dan beberapa bangunan penunjang diantaranya gedung aula yang mempunyai luas bangunan kurang lebih 21 meter persegi, bangunan sanitasi dan tempat wudlu kurang lebih 10 meter persegi dan tempat parkir kurang lebih 25 meter persegi.

Masjid Baiturrohman berdiri pada 10 November 1986. Lahan yang digunakan untuk mendirikan gedung masjid Baiturrohman Kalikulu dan gedung penunjang lainnya merupakan lahan hibah dari Almarhum Mbah Arsudi.

Sebelum dibangunnya Masjid Baiturrohman, di Grumbul Kalikulu, pada tahun 1970-an sudah didirikan Mushola Ar-Rahman yang berdiri diatas tanah Mbah Arsudi yang berukuran 5 X 6 Meter untuk kegiatan keagamaan. Untuk shalat jumat masih dilakukan di Masjid Jami At Taqwa di Desa Tipar. Sekitar tahun 1980-an,mulai direncana untuk membangun masjid. Pada tanggal 10 November 1986 berdiri bangunan/ masjid yang diberi nama “Masjid Baiturrohman”  diatas tanah milik Mbah Arsudi. Dengan berdirinya masjid tersebut, maka untuk shalat jumat, sudah dilakukan di Kalikulu di Masjid Baiturrohman, dan sekaligus sebagai pusat kegiatan keagamaan sakaligus shalat id di Desa Tipar khususnya Grumbul Kalikulu.

Masjid Baiturrohman Tipar Rawalo
Masjid Baiturrohman Tipar Rawalo tampak dari luar

Dengan adanya Masjid Baiturrohman di wilayah Tipar khususnya Grumbul Kalikulu, selain sebagai sarana peribadatan Umat Islam diharapkan juga dapat digunakan sebagai pusat segala bentuk kegiatan, pembentukan karakter umat dan juga memiliki fungsi sosial.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka terbentuklah beberapa unit kegiatan Masjid, diantaranya :

a. Takmir Masjid

b. Remaja Masjid

c. Taman Pendidikan Al-Quran “Nurul Huda”

d. Kegiatan Majlis Taklim

Saat kami dari Tim Stain Purwokerto melakukan KKN di Kalikulu, memang dapat diamati bahwa kegiatan keagamaan di daerah tersebut berjalan baik. Banyak kegiatan keagamaan rutin dan terjadwal dilakukan oleh warga, baik dari kaum bapak, kaum ibu, anak muda, atau anak kecil sekalipun. Kegiatan keagamaan pada umumnya berpusat di Masjid Baiturrahman ini.Baca juga : Sejarah Wisata Gunung Putri Desa Kalitapen

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !