Mekanisme Cedera Kepala

Mekanisme Cedera Kepala – Cedera kepala adalah cedera yang terjadi pada kulit kepala dan otak. (Smeltzer 2001:2010). Cedera kepala adalah cedera kepala (terbuka dan tertutup) yang terjadi karena fraktur tengkorak, komusio (gegar serebri), kontusio (memar/laserasi), dan pendarahan serebral (sub arakhnoid, subdural dan epidural, intra serebral dan batang otak). (Doenges 1999:207). Cedera kepala adalah trauma yang terjadi karena adanya pukulan/benturan mendadak pada kepala dengan atau tanpa kehilangan kesadaran. ( Price, 1995:1015).

cedera kepala cech

cedera kepala cech

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa cedera kepala adalah trauma pada kulit kepala, tengkorak dan otak yang terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung pada kepala yang mengakibatkan terjadinya penurunan kesadaran bahkan kematian.

1. Macam-Macam Cedara Kepala

a. Cedera kepala terbuka

Luka kepala terbuka akibat cedera kepala dengan pecahnya tengkorak atau luka penetrasi, besarnya luka pada tipe ini ditentukan oleh velositas, masa dan bentuk dari benturan. Kerusakan otak juga dapat terjadi jika tulang tengkorak menusuk dan masuk kedalam jaringan otak dan melukai duramater saraf otak, jaringan sel otak akibat benda tajam/ tembakan. Cedera kepala terbuka memungkinkan kuman pathogen memiliki abses langsung ke otak.

b. Cedera kepala tertutup

Benturan kranium pada jaringan otak didalam tengkorak ialah guncangan yang mendadak. Dampaknya mirip dengan sesuatu yang bergerak cepat, kemudian serentak berhenti dan bila ada cairan dalam otak, cairan akan tumpah. Cedera kepala tertutup meliputi : komosiso (gegar otak), kontusio (memar) dan laserasi.

2. Mekanisme Cedera Kepala

a. Akselerasi
Bila kepala yang bergerak kesuatu arah atau kepala sedang dalam keadaan tidak bergerak, tiba-tiba mendapat gaya yang kuat searah dengan gerakan kepala maka kepala akan mendapat percepatan (akselerasi) pada arah tersebut. Mula-mula tulang tengkorak yang bergerak lebih cepat , jaringan otak masih diam , kemudian jaringan otak ikut bergerak ke arah yang sama. Peristiwa ini terjadi sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat. Pada peristiwa ini terjadi gesekan antara jaringan otak dan dasar tengkorak serta terjadi benturan antara jaringan otak dan dinding tengkorak.

Mekanisme akselerasi dapat menyebabkan luka/robekan/laserasi pada bagian bawah jaringan otak dan memar pada jaringan otak serta putusnya vena – vena kecil yang berjalan dari permukaan otak ke duramater (Bridging veins)

b. Deselerasi.
Bila kepala bergerak dengan cepat ke satu arah tiba-tiba dihentikan oleh suatu benda , misalnya kepala menabrak tembok maka kepala tiba-tiba akan terhenti gerakannya. Kepala mengalami deselerasi (perlambatan) secara mendadak.

Mula-mula tengkorak akan terhenti gerakannya , jaringan otak masih bergerak kemudian jaringan otak terhenti gerakannya karena “menabrak “ tengkorak. Peristiwa ini terjadi sangat cepat dalam waktu yang sangat singkat. Mekanisme deselerasi dapat menyebabkan kelainan serupa seperti pada mekanisme akselerasi.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !