Artikel

Memacu Pemijahan Ikan Dengan ekstark Hipofisa

Pada postingan kali ini Wisata Sains akan berbagi ilmu tentang cara untuk memacu Pemijahan ikan dengan mengegambil kelenjar hipofisa ikan pendonor yang kemudian disuntikan ke ikan resipien. Jika biasanya pemijahan terjadi secara alami atau dengan cara sintetis, Penyuntikan dengan cara ini merupakan gabungan dari kedua metode tersebut. Prinsipnya adalah menyuntikan kelenjar hipofisis yang diambil dari ikan donor, ikan donor yang akan saya pakai adalah ikan emas ( Ikan Karper).
Metode hipofisasi adalah usaha untuk memproduksi benih dari induk yang tidak mau memijah secara alami tetapi memiliki nilai jual tinggi dengan kelenjar hipofisasi dari ikan donor yang menghasilkan hormon yang merangsang pemijahan seperti gonadotropin (Susanto, 1996). Pemijahan sistem hipofisasi ialah merangsang pemijahan induk ikan dengan menyuntikkan kelenjar hipofisa. Menurut Sumantadinata (1981), terdapat 3 cara penyuntikan hipofisasi yaitu intra muscular (melalui otot punggung), intra cranial (otot perut), dan intra perineal (ke otak).
Ada beberapa tahap yang akan di lewati. Baik mari kita lihat tahap demi tahapnya :
Menyiapkan Ikan Donor dan Resipien (dalam penjelasan ini kami menggunakan ikan donor berupa ikan Mas, dan ikan resipien ikan nilem. Namun dapat juga menggunakan ikan yang lain).
Sarat menjadi ikan donor adalah ikan harus matang gonad cirinya sebagai berikut:
1. ikan jantan
  • Ikan jantan jika distriping akan keluar cairan putih atau miltatu juga semen pada bagian anus. Stripping (mengurut perut induk ikan) dilakukan untuk mengeluarkan telur dan semen (cairan sperma) Tanda-tanda ikan siap distripping ditunjukkan oleh gelisahnya ikan, kemudian bergerak ke permukaan air dan mengibas-kibaskan ekornya.
  • Ukuran tubuh ikan jantan memanjang
  • Tubuhnya dari sisiknya menunjukan warna yang terang 
  • Alat kelamin meruncing dan berwarna putih
2. Ikan Betina
  • Bagian perut akan mengembang atau membesar
  • Agak lembek tubuhnya
  • Lubang saluran telur terlihat berwarna merah dan membengkak
Hipofisasi adalah usaha merangsang ikan yang matang kelamin agar terjadi ovulasi atau pemijahan dengan suntikan ekstrak kelenjar hipofisa (Fujaya, 2002). Pengertian ini juga ditambahkan oleh Hardjamulia (1986) yang menyatakan bahwa hipofisasi adalah salah satu teknik pemijahan ikan dengan menggunakan kelenjar hipofisa dari ikan donor dan diberikan kepada ikan resipien. Pemijahan adalah peristiwa bertemunya ikan jantan dan ikan betina yang bertujuan untuk membuahi telur oleh sperma. 
Kelenjar hipofisa yang digunakan untuk hipofisasi dapat berupa kelenjar yang masih segar maupun yang telah diawetkan. Bahan pengawet yang umum digunakan adalah aseton dan alkohol. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa baik kelenjar hipofisa segar maupun yang diawetkan memiliki efektifitas yang sama dalam merangsang pemijahan ikan (Fujaya, 2002). 
Cara mengekstrak Kelenjar hipofisa
Kelenjar hipofisa letaknya di bawah otak, diambil dengan cara membelah kepala ikan sebelah depan menempel pada infundibulum dengan suatu tangkai yang pendek, agak panjang atau pipih bergantung pada jenis ikannya. Pada hipofisa terdapat suatu lekukan tulang pada lantai otak yang disebut dengan Sellatursica fungsinya untuk melindungi kelenjar–kelenjar yang ada didalamnya (Sumantadinata, 1981).
Tahapan mengambil kelenjar hipofisa dari Ikan mas.
1. Ikan donor disiapkan (emas/karper), Potong kepala tepat dibawah tutup insang.
2. Setelah dipotong arahkan mulut ikan ke atas dan bekas potongan menjadi tatakan
3. Iris tepat di atas mata sampai terlihat bagian otaknya, namun jangan sampai merusak bahian otak.
4. Keluarkan Otak dengan hati hati, karena kelenjar hipofisa berada tepat di bawah otak. Besar kelenjar ini sebesar biji kacang hijau berwarna putih. Gunakan batangan besi kecil untuk mengambilnya.
5. Setelah dapat bersihkan kelenjar tersebut dari darah ikan dan campuranya menggunakan air bersih,
6. Lalu hancurkan dengan ditaruh diatas sendok makan dan dipres dengan punggung sendok lain.
7. Larutkan dengan air sesuai kebutuhan. Jika ikan yang ingin kita pijahkan berjumlah 10 ekor betina dan 10 ekor jantang dan berat 10 ekor itu 1 kg maka kita harus melarutkan kelenjar hipofisa dengan air sebanyak 80 ml air. Dosis untuk satu ikan jantan adalah 3 ml, sedangkan betina 10 ml.
8. Setelah kelenjar dilarutkan/dicampur dengan air, masukan ke dalam tabung sentrifuge/ menggunakan plastic eslilin, ikat kencang, lalu ikatkan pada tambang dan diputar seperlunya. Namun Jika mempunyai mesin sentifuge maka masukan tabung ke dalam mesin sentrifuge dan putar dengan kecepatan 750.
9. Maka didapatkanlah ekstrak kelenjar hipofisa yang siap disuntikan ke ikan jantan dan betina yang akan di pijahkan.
Memacu Pemijahan Ikan Dengan ekstark Hipofisa
Cara Menyuntikan ke ikan resipien (ikan yang akan kita pijahkan)
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa ada beberapa cara untuk menyuntikan kelenjar hipofisa ke ikan yang akan kita pijahkan, yaitu lewat perut, otot punggung, dan otak/kepala. Yang akan di jelaskan adalah menggunakan metode penyuntikan di otot sirip punggung. 
Mari kita lihat step demi stepnya :
1. Siapkan suntikan berukuran 10/20 ml.
2. Ambil cairan hipofisa menggunakan suntikan, 3 ml untuk jantan dan 10 ml untuk betina.
3. Ambil ikan dan letakan dengan posisi punggung perut menghadap kekita, kepala dipegang dengan tangan kiri dan ekor di tangan kanan.
4. Suntikan tepat di bawah sisik punggung, sisik no 4 dari punggung. Arah jarum suntik 45 derajat, tujuanya agar kelenjar yang kita suntikan dapat masuk ke otot punggung.
5. Suntikan dengan perlahan agar ikan tidak stress.
6. Masukan ke dalam kolam pemijahan.
7. Tunggu sampai 12 jam, di kolam pijah. Jika dalam 12 jam ikan memijah berarti proses ini berhasil. Pemijahan di tandai dengan banyaknya telor ikan yang muncul di kolam pemijahan.
8. Catatan : Gunakan kolam pemijahan berupa akuarium/ ember dengan ukuran yang sesuai, jika menggunakan akuarium ukuran 1m x 1m maka dapat menampung ikan sampai 5 pasang.
Metode Hipofisa hamper sama dengan metode penyuntikan dengan hormone buatan seperti ovaprin dll, Bedanya hormone yang kita ambil berasal dari ikan itusendiri atau ikan donor. Perbandingan Berat ikan donor dan resepien idealnya adalah 1 kg ikan donor : 3-5 kg ikan resipien. 
Memacu Pemijahan Ikan Dengan ekstark Hipofisa
Apa yang sebenarnya terjadi setelah penyuntikan ?
Mekanisme kerja dari hormon dalam ovulasi dimulai dari hormon yang secara umum dalam menuju sasarannya selalu melalui peredaran darah. Hal itu dikarenakan dalam sirkulasi darah dapat tersebat ke seluruh tubuh dan karena itu pula semua sel yang dilalui peredaran darah dapat berhubungan dengan hormon tersebut, akan tetapi hanya sel-sel sasaran saja menunjukkan respon. Hal ini disebabkan oleh adanya reseptor yang ada pada dinding sel atau di dalam sel sasaran (Partodiharjo, 1980 dalam Affandi, 2002).
Induk yang baik kepalanya relatif kecil dibandingkan dengan badannya dan bentuknya agak meruncing, badannya tebal berpunggung tinggi dan sisiknya teratur rapi sirip dada mulus dan sudah mencapai kira–kira 2 kg untuk siap dipijahkan. Ikan jantan dan ikan betina memiliki lubang urogenital yang berbeda, pada jantan memiliki dua lubang urogenital yaitu lubang untuk anus dan yang kedua untk lubang pengeluaran sperma, Sedangkan pada ikan betina ditandai dengan adanya lubang urogenital yang berjumlah tiga, pertama adalah lubang dubur atau anus, kadua lubang pengeluaran telur atau papilla dan yang ketiga adalah lubang urine atau lubang pengeluaran urine (Sugiarto, 1986).
Semoga Artikel Ini Bermanfaat.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !