Memory of School : Bermain PS

Memory of School – Aku masih ingat betul dulu guruku di Madrasah Ibtidaiyah (bagi yang tidak tahu, itu setara SD) pernah mengatakan bahwa negara kita, Indonesia tercinta ini, adalah negara agraris. Negara dengan jumlah lahan pertanian yang sangat luas dan tentu saja diikuti dengan profesi petani petani yang menjadi mayoritas.

Berlanjut ke jenjang menegah pertama, saya menyeberang ke sekolah negeri. Di SMP,oleh guru IPS dan PKn, pikiranku yang masih polos juga kembali ditimpali doktrin kita harus bangga kepada Indonesia, salahsatunya karena Indonesia adalah Negara yang paling kaya dengan hasil bumi dan pertanian. Bahkan sampai terbawa pada pelajaran kesenian menggambar, aku dan teman sebangku, mungkin sekelas, atau bahkan satu sekolahan, selalu menggambar dengan ciri pertanian yang khas, 2 gunung dengan sawah luas dan ditengahnya ada sungai yang mengalir jernih. Saat itu, untung aku belum kepikiran perempuan yang lagi mandi.

Berlanjut ke menengah atas, aku kembali ke sekolah swasta. Madrasah aliyah? bukan.. Aku masuk STM, jurusan otomotif, yang hanya ada 1 perempuan saja dalam 1 jurusan. Di jenjang ini, aku tak pernah lagi mendengar guruku bercerita tentang pertanian Indonesia yang membanggakan itu, kisah swasembada pangan yang fenomenal itu. Bukan karena guru yang tak menjelaskan, tapi karena memang kami yang tak mendengarkan. Haha..anak STM coy…

Pada kelas satu hanya ada dua judul dalam cerita dalam persekolahanku, bully membully, palak memalak. Kegiatan bully sudah seperti oksigen dalam kehidupan kami, perkataan assyuuu, buajingan, wajah asimetris, anak haram, dll sudah sangat kaffah kami lantunkan. Motor digembesi, pulpen yang selalu hilang, makan 5 bayar 2, ditendang senior, kepala dibotakin, dan sejuta nasib buruk lainnya adalah makanan kami sehari-hari. Toh kami tetep bahagia, mereka bohong kalau bahagia hanya bisa oleh hal-hal yang enak saja, jadi apa definisi bahagia sih?

Berlanjut ke kelas dua, meninggalkan kesan urakan, kami mencoba sedikin bergaya elegan, beralih pada kegiatan yang berbasih teknologi, main PS dan Warnet! Jangan tanya seberapa mahir kami bermain PS, bukan tujuan kami untuk itu, kami bermain PS karena selalu ada kenangan yang tersisa dibelakangnya. Dan salah satu kenangan yang tak pernah kulupa adalah… begini ceritanya…

Sudah ganjil 5 hari si Komar, anggota kelas kami, tidak berangkat sekolah. Guru dan kami sekelas tidak ada yang tahu sama sekali posisi dan masalahnya apa. Setelah beberapa hari melakukan analisis, pengintaian, dan investigasi yang kesemuanya bersifat amatiran, didapatlah hasilnya : Komar bermain PS di warung yang jaraknya 10 KM dari rumah dan 7 KM dari sekolah, banyangkan sudah berapa tempat PS kami selidiki! Tapi taka pa, itu demi tugas suci yang mulia.

bermain PS

Singkat cerita, pada hari ke 9, guru bersama 5 anak dari kami berencana untuk menemui Komar, bukan untuk menggrebeknya, melainkan untuk prosesi tabayyun. Setelah melakukan perjalanan setengah jam, sampailah kami di tempat. Pintar memang Komar memilih tempat persembunyian, lengang, adem, banyak makanannya, dan yang paling nganu adalah penjaganya itu lho yang mbloes.

“Ada apa pak? Ada yang bisa dibantu?”, tanya penjaga PS

“Tak ada! Saya cuma mau nempiling (memukul) anak!” jawab guru kami sambil masuk ke ruang PS

Sebagai prajurit, kami berlima masuk mengikuti guru.

Kami langsung berdiri disamping Komar, dengan tangan menggenggam, meminggang, ditambah mata kami yang kompak melotot.

“Ampun pak, maafkan saya, saya benar-benar minta maaf..” ucap Komar tentu saja dengan ketakutan. Dipukul 1 kepal saja sakit apalagi sampai 6 kepal, mungkin begitu pikirnya.

Guru hanya diam saja, belum berkata setengah hurufpun, mungkin masih terbayang penjaga PS tadi. Komar mencoba peka dengan keadaan, dengan badan yang mengendap seperti kadal, tangannya ia sodorkan ke tombol ‘’power’’ PS, bertujuan untuk mematikan, hanya tinggal setengah senti saja, tiba-tiba guru kami berkata:

“Tak usah dimatikan! Ayo lawan pak guru, coba seberapa hebat kamu!”

 *Lalu apa hubungannya cerita Negara agraris ketika SD-SMP dengan cerita PS ketika STM? Jawabannya ya tidak ada. Emang harus ada? kan tidak..

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !