Mengajar: Rutinitas yang Membosankan

Mengajar: Rutinitas yang Membosankan – Guru adalah ujung tombak dan mata rantai keberhailan pendidikan. Sebagai ujung tombak dan mata rantai keberhasilan pendidikan guru harus memiliki kualitas. Kualitas tersebut sangat menentukan kehidupan siswa di masa depan

Kualitas guru tidak hanya dipandang dari segi keilmuan saja tetapi juga dipandang dari segi caranya menyebarkan wawasan keilmuannya tersebut ketika mengajar

Cara mengajar yang membosankan dinilai sebagai kendala yang sering tidak teratasi. Bahkan cenderung diabaikan begitu saja. Hal ini berpengaruh juga dengan materi yang akan disampaikan

Guru seolah-olah kehilangan gairah untuk mengolah potensi-potensi yang ada di dalam dirinya, dengan hanya mengajar apa adanya dengan konsep tradisional

Hasil survei beberapa ahli mengatakan bahwa masih banyak guru yang menggunakan konsep-konsep tradisional di dalam penyampaianya mengajar, mereka masih beranggapan bahwa guru merupakan satu sumber ilmu

Proses Belajar Mengajar di SMPN 6 Purwokerto

Proses Belajar Mengajar Menggunakan Media Mading di SMP Negeri 6 Purwokerto

Para siswa harus menyalin catatan guru serta menghafalkan materi yang sudah diajarkan, sungguh metode ini sudah sangat mebosankan, maka tak jarang siswa mengekspesikan kebosanannya dengan cara asyik bermain sendiri (tidak memperhatikan)

Belum lagi bicara masalah psikologi anak, yang mewarnai proses belajar mengajar pun tak luput dari penilaian guru namun system penilaiannya masih begitu kolot

Jika siswa berulah guru member peringatan dalam bentuk komunikasi satu arah, siswa disuruh membisu tanpa memberi kesempatan untuk membela diri

Setiap siswa pasti memiliki kesan tersendiri terhadap kehadiran guru, baik itu kesan positif juga negatif

Hal yang disampaikan guru di dalam kelas akan memberikan kesan tersendiri kepada para siswa dan memberikan dampak penilaian cukup berarti dari siswa

Nah salah satu yang menjadi sorotan siswa adalah cara guru mengajar di dalam kelas, hal yang menjadi sorotan dan menjadi perhatian adalah guru yang cara belajarnya membosankan

Membosankan bagi siswa akan bedampak juga bagi guru, dan juga pastinya suasana kelas, padahal  suasana kelas yang baik dan komunikatif berdampak sangat bagus bagi proses belajar mengajar siswa

Sangat disayangkan kalau proses belajar mengajar itu masih diterapkan di era kekinian seperti sekarang, yang sudah banyak masyarakat melek teknologi, hal terburuknya akan mengakibatkan siswa tumbuh dengan pribadi dan karakter perilaku belajar yang tidak baik

Karena membosankan, tujuan siswa akan berlawanan dengan maksud dan tujuan guru untuk memberi ilmu sebagai bekal masa depan siswa

Berikut ini tips agar mengajar tak mengenal kata bosan:

(1). Pahami Menjadi Guru adalah Keinginan Hati

Ketika seseorang memutuskan menjadi seorang guru, ia tentu sudah mempertimbangkan tentang hal-hal yang akan menjadi beban pekerjaannya, nah masalahnya adalah tidak semua guru yang menjadi pendidik dari awal berkeinginan menjadi seorang guru.

Mereka menjadi guru mungkin karena faktor orang tua yang menginginkan anaknya menjadi guru dan menyekolahkan anaknya di jurusan keguruan

Bila memang itu kenyataannya, maka nasibmu tidak jauh-jauh dari saya, yang bisa saya katakan adalah mencoba menikmati pekerjaan ini, kalau sukar menikmati pekerjaan ini coba amati siswa-siswi yang anda ajar, amati gerak-geriknya, kelucuannya dan berbagai aktifitas yang lain yang kalian sukai, kalau itu juga belum membuat kalian suka maka keluar saja  dan jangan jadi guru, karena menjadi guru harus melibatkan hati.

Baca: Menjadi Guru Seutuhnya

(2). Pahami bahwa Mengajar Bernilai Ibadah

Mengajar siswa merupakan nilai ibadah, sebagai seorang guru kita tidak perlu bersusah payah untuk mencari bentuk ibadah yang menghasilkan pahala yang besar, mengajar kepada siswa dengan sepenuh hati dan tanggung jawab juga merupakan bentuk ibadah yang besar

Bayangkan saja seorang guru mengajarkan kepada anak didik supaya bisa membaca dan menulis, belum lagi mengajarkan tentang sikap yang baik, bukankah itu merupakan sebuah hal yang baik, dan hal yang baik akan mendapatkan imbalan yang baik termasuk pahala tadi.

(3). Membuat Visi dan Misi

Orang yang malas biasanya tidak memiliki visi dan misi yang jelas, oleh sebab itu buatlah visi dan misi di dalam proses belajar mengajar kita, memang di dalam silabus dan RPP misi itu ada, namun ini berbeda tentunya dengan misi seorang guru.

Mulai sekarang jika pun belum, tentukan visi dan misi kalian, ambilah contoh visi seorang guru adalah mengubah kelas yang gaduh menjadi kelas yang santun dan berprestasi

Berarti tujuan guru tadi harus membuat kelas yang ramai dan gaduh tadi supaya bisa berubah, menjadi kelas yang tenang dan beprestasi.

Misi yang harus dilakukan adalah menciptakan atau mencari cara yang jitu supaya kelas tadi tidak gaduh, nah disini ada tantangan tersendiri untuk mengatasi permasalahan di atas.

Guru harus jeli menerapkan metode belajar yang pas, guna mencapai misi di atas tentunya dengan pengamatan dan mencoba metode belajar yang menarik bagi para siswa agar suasana kelas menjadi kondusif

(4). Dekat Dengan Siswa

Buatlah ketergantungan dengan siswa, seakan tidak mengajar sehari saja seorang guru akan merasa harinya tidak lengkap, rasa kangen untuk berjumpa dengan siswa akan menciptakan ruang emosi yang nantinya berguna dalam proses belajar mengajar.

Masa anak-anak itu masa yang relatif membutuhkan orang yang mau mendengar, jadi pendengar yang baik bagi siswa-siswi anda, meskipun kadangkala masalahnya di luar dari materi pelajaran.

Siswa sudah cukup terbebani dengan tugas sekolah belum lagi masalah pribadi atau pun keluarga, jangan samakan anak didik kita dengan orang dewasa, yang sudah mampu mengatasi permasalahan hidup.

Mereka tidak minta banyak, hanya sesekali tidak ada salahnya jadilah pendengar yang baik bagi mereka.

Baca juga: Menjadi Guru yang Diidamkan Siswa

 

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !