Mengapa Hidup Kita Harus Berarti?

Mengapa hidup kita harus berarti? Dibalik kalimat hidup kita harus berarti tersirat arti yang sangat dalam mengenai hidup ini, lalu kenapa banyak orang mengatakan hidup kita harus berarti? Jika yang percaya memang hidup ini hanya sekali maka buatlah berarti.

Dibalik manusia hidup dan ciptakan ada maksud dari Sang pencipta, tidaklah mungkin manusia dilahirkan ke dunia ini tanpa alasan yang pasti. Ada tujuan dari Sang pencipta mengapa manusia harus hidup, mengapa manusia harus berada di bumi.

Okeh kita akan bahas terlebih dahulu “Kenapa manusia diciptakan di bumi? Banyak orang yang mengira bahwa keberadaan manusia di bumi adalah kecelakaan atau hukuman karena Adam tergoda setan untuk melanggar aturan.

Mengapa hidup kita harus berarti

Mengapa hidup kita harus berarti

Akibatnya kita harus merasakan hidup di dunia dengan aturan-aturan yang mengingat dan bila mana kita melenceng dari aturan norma-norma agama sebagai balasanya kelak kita akan mendapat siksa dan masuk ke neraka.

Angapan itu tentunya keliru, justru keberadaan manusia di dunia adalah karunia terbesar yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Lalu apa sebenarnya tujuan Allah menciptakan manusia di bumi. Berikut ulasannya.

Cerita yang melekat di masyarakat sebagaimana yang mereka nyakini, bahwa Adam dan Hawa diturunkan ke bumi karena tidak tahan menahan godaan dari setan untuk memakan buah Kuldi, dimana Allah telah melarang Adam dan Hawa untuk memakan buah itu.

Atas perbuatan Adam dan Hawa tersebut akhirnya mereka harus merelakan kenyamanan surga dan harus rela menanggung konsekuensinya yaitu diturunkan ke bumi.

Alasan di atas tidak serta merta benar, bahwa sebenarnya alasan kenapa manusia dilahirkan ke bumi. Karena ada peristiwa besar yang disebutkan Allah dalam Quran sebelum penciptaan Adam. Dalam peristiwa tersebut para malaikat dan jin yang sudah terlebih dahulu diciptakan, mereka dikumpulkan di hadapan Allah.

Lalu Allah berfirman kepada mereka. “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan dimuka bumi ini seorang khalifah (pemakmur/penanggungjawab yang akan mengolah, memanfaatkan, memakmurkan bumi dengan segala aktifitasnya)”.

Dari firman tersebut maka tentang lahirnya manusia di bumi bukan semata karena hukuman namun ada tujuan yang lebih besar, bahwa manusia bertugas menjadi khilafah yang akan menjaga bumi ini dari kemungkaran.

Sekarang sudah sedikit paham ya kenapa manusia diturunkan di bumi dan kenapa juga hidup kita harus berarti? Karena kita semua adalah khilafah (pemimpin), yang dipercaya untuk tinggal di bumi, memakmurkan bumi dan menebarkan welas asih kepada sesama manusia.

Hidup yang berarti itu tidak mesti kita harus menjadi orang kaya, pejabat atau posisi prestise yang lain. Menjadikan hidup kita lebih berarti bisa diartikan hidup kita bisa bermanfaat bagi orang lain.

Bisa membuat hidup orang lain juga berarti, karena masih banyak disekeliling kita, mereka yang kurang beruntung daripada kita. Bahkan hanya untuk sekedar makan saja mereka harus bekerja keras demi dapat menyambung hidup.

Dengan tujuan seperti itu setiap manusia harusnya bisa bekerja lebih keras demi kehidupan yang lebih baik, demi tujuan awal manusia itu sendiri diciptakan di bumi. Dan kita harus memulai semua dari dalam diri kita sendiri.

Mengungatkan kapasitas diri dengan cara-cara yang positif, mengembangkan bakat dan kemampuan kita untuk bisa menjadi manusia yang mudah mencari penghidupan agar kedepan kita bisa bermanfaat banyak bagi orang lain.

Memang untuk bisa menggapai itu semua perlu proses, lalu cara apa yang harus kita lakukan ketika kita berurusan dengan diri sendiri saja belum selesai. Atau kita nunggu diri kita sukses terlebih dahulu baru kita bisa bermanfaat bagi yang lain?

Tidak, tidak. Bukankah ketika kita memberi, bukan berati kita sudah merasa lebih, namun memberi adalah wujud kita untuk peduli terhadap sesama.

Menjadi bermanfaat tidak harus selalu berwujud materi, namun lakukanlah hal-hal baik yang bisa kita lakukan meski lingkupnya kecil. Toh kita sudah berusaha menjadi manusia yang lebih berarti.

Bisa bermanfaat bagi orang lain juga mendatangkan kebahagiaan diri, kebahagiaan yang tidak bisa ditulis dalam rangkaian bahasa apapun, hanya diri kita sendiri yang bisa merasakan dampak dari perbuatan baik itu.

Jangan lupakan tujuan dari kita berada di bumi untuk menjadi khalifah yang bermanfaat bagi yang lain. Jangan sampai kita terlena dengan hingar-bingar dunia yang menyilakuan mata.

Kembalilah ketujuan diciptakan manusia di bumi agar kita mengambdi kepada Sang pencipta dan bermanfaat bagi manusia yang lain.

Demikian sedikit tulisan mengenai “mengapa hidup kita harus berarti” semoga bermanfaat dan salam untuk semua manusia sejati.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !