Mengenal Gulma Pada Padi Gogo

Gulma Pada Padi Gogo

Mengenal Gulma Pada Padi Gogo. Pengertian gulma selalu dikaitkan dengan perencanaan penggunaan suatu lahan, contohnya pada kondisi tertentu , alang-alang masih berguna bagi manusia karena dapat mengurangi erosi dan meningkatkan bahan organik dalam tanah. Namun, bila tanah itu akan dipergunakan untuk usaha pertanian maka berubahlah statusnya menjadi gulma.

Gulma didefinisikan sebagai tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki, terutama di tempat mana manusia bermaksud mengusahakan tanaman lain. Persaingan gulma dalam memperebutkan unsur hara, air, cahaya matahari, dan ruang akan mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman pokok.

Jenis Gulma Padi

Gulma pada pertanaman padi gogo umumnya didominasi oleh golongan rumput, menyusul daun lebar, dan teki. Golongan rumput yang paling banyak dijumpai adalah Digitaria ciliaris (Retz) Koeler (lulangan), Eleusine indica (L.) Gaertn (rumput belulang), Cynodon dactylon (L.) Pers (grintingan), dan E. colona. Golongan berdaun lebar diantaranya yaitu Ageratum conyzoides, Euphorbia hirta (L.), Borreria alata, Amaranthus spinosus (L.) (bayam berduri), Portulaca oleraceae (krokotan).

Gulma Pada Padi Gogo

Golongan teki yang sering ditemukan yaitu Cyperus rotundus, C. iria, C. kyllingia Endl, Fimbristylis sp. Golongan teki Cyperus rotundus (teki berumbi) akan mendominasi apabila lahan intensif diusahakan dengan pemupukan N tinggi, dan penyiangan menggunakan sistem penyiangan tradisional (menggunakan tangan).

Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil beras baik kualitas dan kuantitas adalah gangguan gulma. Gulma merupakan salah satu faktor biotik penghambat hasil panen yang tinggi dalam suatu sistem budidaya tanaman. Gulma sebagai organisme pengganggu tanaman (OPT) termasuk kendala penting yang harus diatasi dalam peningkatan produksi padi di Indonesia.

Gulma menyaingi tanaman dalam pengambilan unsur hara, air, ruang, CO2, dan cahaya. Jenis-jenis gulma pada tanaman padi bermacam-macam yang komposisinya berbeda menurut metode bercocok tanam, tata air dan tanah, tingkat pengolahan tanah, cara pemupukan, pergiliran tanaman, cara pengendalian, kondisi iklim dan populasi jenis-jenis gulma yang ada, serta musim tanaman. Penurunan hasil padi akibat gulma berkisar antara 6-87 %. Data yang lebih rinci penurunan hasil padi secara nasional akibat gangguan gulma 15-42 % untuk padi sawah, dan padi gogo 47-87 %.

Program pengendalian gulma yang tepat untuk memperoleh hasil yang memuaskan perlu dipikirkan terlebih dahulu. Pengetahuan tentang daur hidup, faktor  yang mempengaruhi pertumbuhan gulma, cara gulma berkembang biak,  dan bereaksi dengan perubahan lingkungan, dan cara gulma tumbuh pada keadaan yang berbeda sangat penting untuk diketahui dalam menentukan arah program pengendalian. Berawal dari permasalahan tersebut, perlu dilakukan identifikasi jenis gulma. Identifikasi dimaksudkan untuk membantu para petani dalam usaha menentukan program pengendalian gulma secara terarah sehingga produksi padi dapat ditingkatkan sebagaimana yang diharapkan.

Loading...
About Tohir 839 Articles

Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*