Mengenal Korupsi, pengertian, Motif dan Jenisnya

Pengertian Korupsi, Motif dan Jenisnya – Korupsi selalu identic dengan sebuah pemerintahan dalam Negara, namun sebenarnya, korupsi itu mencakup banyak komunitas, bahkan korupsi pada diri sendiri. Pada kesempatan ini, akan di ulas seluk beluk apa itu korupsi ?

Pengertian Korupsi

secara terminologi, korupsi berasal dari bahas Latin “corruptio”, yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, dan menyogok.

Oleh karena itu, korupsi dapat diartikan sebagai perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri sendiri atau orang-orang yang dekat dengannya, dengan cara menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Salah satu mengapa korupsi sukar diberantas karena baik pemerintah maupun anggota masyarakat kurang memahami dan mengenal dengan betul jenis korupsi dan kiat dari para pelakunya.

Motif Perbuatan Korupsi

Terkadang kita menyaksikan, seseorang yang tidak tergolong miskin, tetapi melakukan korupsi. oleh karena itu di bab ini penulis meraasa perlu mengkomunikasikan tipologi  korupsi ditinjau dari motif perbuatan, terdiri empat jenis yaitu

1. Corruption by Need (Korupsi karena Keperluan),

Bagi karyawan dan pegawai rendahan di indonesia pada umumya korupsi yang mereka lakukan disebabkan kebutuhan. Korupsi yang dilakukan seseorang secara terpaksa, atau karena kedangkalan keimanan dan pengetahuan.

Korupsi jenis ini biasanya dilakukan oleh pegawai yang memiliki penghasilan rendah sehingga tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. diindonesia korupsi ini sering dilakukan oleh PNS karena gaji mereka, bukan kecil tetapi bahkan tidak manusiawi.

2. Corruption by Greed (Korupsi karena Serakah),

Merupkan korupsi yang disebabkan karena sifat keserakahan seseorang atas apa yang sudah diterimanya. Sikap serakah dapat disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu gengsi dan tidak memiliki “sense of crisis”.

Loading...

3. Corruption by Oportunity (Korupsi karena Peluang),

Merupakan orupsi yang dilakukan karena adanya peluang untuk melanggar aturan. Peluang tersebut dapat disebabkan karena tiga faktor utama, yaitu penyelenggaraan negara khususnya layanan publik yang terlalu birokratis, manajemen yang aburadul, dan petugas yang kurang bermoral.

4. Corruption by Exposes (Korupsi yang Telanjang),

Merupakan tindak korupsi yang dilakukan hanpir oleh seluruh strata sosial, sehingga pelaku tidaka menyadari bahwa ia sedang melakukan korupsi. korupsi keempat ini disebut korupsi yang telanjang karena ia berlaku hampir diseluruh setrata masyarakat.tetapi tidak dianggap sebagai tinda pidana.

Keadaan ini mulai berlaku dari presiden sampai dengan lurah. misalya seorang presiden ketika melakukan pesta pernikahan anaknya diistana bogor dan istana cipanas, tidak dianggap suatu kegiatan tercela, kalau toh tidak dikategorikan gratifikasi. Begitu pula halnya dengan kunjungan dinas wakil presiden atau para menteri.

Jenis Korupsi/ target korupsi

1. Korupsi material

Korupsi material adalah korupsi yang mendatangkan secara langsung materi kepada pelaku maupun orang lain yang terlibat dalam satu tindak pidana korupsi. Materi tersebut ada yang berupa uang, mobil, sawah dan kebun, rumah, saham atau berupa fasilitas lainnya, sebagaimana yang dimaksud dalam bentuk-bentuk gratifikasi.

2. Korupsi politik

Korupsi politik adalah bentuk kejahatan yang dilakukan dalam proses politik. Manipulasi dalam hasil pemilu, pilpres, dan pemilukada termasuk dalamkategori ini. Korupsi jenis ini juga ditemui dalam proses penyusunan UU, perpu, PP, pepres, perda, keputusan menteri, keputusan gubernur, keputusan bupati dan keputusan walikota.

Dalam korupsi politik ini, suatu peraturan perundang-undangan tersebut yang disusun oleh eksekutif dan legislatif secara prosedural kelihatan sah-sah saja. Namun kenyataanya peraturan perundang-undangan tersebut mendatangkan keuntungan bagi parpol dan golongan tertentu atau untuk suku dan daerah tertentu, bukan kepentingan bangsa dan negara secara keseluruhan.

3. Korupsi intelektual

Korupsi intelektual adalah korupsi yang sering dilakukan oleh guru, dosen, ustad, kiai, pendeta, pastor, rohaniwan atau para sarjana pada umumnya. Ini karena korupsi intelektual adalah korupsi yang dilakukan oleh mereka yang memiliki informasi, data, ilmu dan pengetahuan, tetapi disembunyikan, dirahasiakan, disalahgunakan atau dimanipulasi untuk kepentingan diri pribadi, golongan atau untuk kepentingan tertentu.

Salah satu contoh yaitu ustad atau ustadzah, setiap menjelang lebaran kawan-kawan sebaya mengantarkan zakat fitrah seluruh anggota keluarga ke guru ngaji sesuai himbauan guru ngaji tersebut, bukan kesadaran pemberi zakat, yang dilakukan guru ngaji dikampung tersebut adalah salah satu bentuk korupsi intelektual.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.