Mengenal Lamun (Seagrass) dan Klasifikasinya

Mengenal  Lamun (Seagrass) dan Klasifikasinya – Terdapat sekitar 50 jenis lamun dengan 12 genus. Sembilan genus dalam familia Potamogetonaceae dan 3 genus dalam familia Hydrocharitaceae, keduanya termasuk dalam ordo monokotil.

Terdapat 2 spesies lamun yang hidup di perairan Indonesia yaitu dari familia Hydrocharitaceae dan Cymodoce familia Hydrocharitaceae merupakan lamun yang tumbuh dominan di air tawar, sedangkan 3 familia lain merupakan lamun yang tumbuh di laut. Indonesia juga tedapat lamun dari Halophila beccarii dan Ruppia maritime, serta terdapat jenis lamun kayu (Thalassodendron ciliatum) yang keberadaannya sangat terbatas di daerah timur Indonesia.

Lamun merupakan salah satu jenis tanaman air berbunga dari kelompok Angiospermae. Habitat komunitas lamun berada di antara batas terendah daerah pasang surut pada perairan dangkal agak berpasir sampai kedalaman tertentu di mana cahaya matahari masih dapat mencapai dasar laut.

Lamun banyak ditemukan tumbuh subur pada perairan terbuka dengan dasar perairan pantai berpasir yang mengandung lumpur, pasir, kerikil, dan patahan karang kering. kecerahan perairan yang tinggi, dan suhu stabil dengan kedalaman 1 – 10 meter (Kusumawati, 2009). Lamun akan membentuk suatu padang lamun yang menutupi sebagian luas dari perairan di pesisir yang luasnya dapat mencapai 30.000 km2.

Lamun memiliki tingkat kecepatan produktivitas tinggi dimana pertumbuhan rata-rata daun pada Enhallus acoroides sebesar 16,89 mm/hari dan Thallasia hemprichii 4,51 mm/hari dengan produktivitas organiknya yang berupa produktivitas primer berkisar antara 900 – 4650 gC/m2/tahun.  Lamun memiliki sistem perakaran yang berkembang baik dengan jenis akar rimpang (rhizome) yang mencengkram dasar laut sehingga dapat berfungsi dalam pertahanan pantai dari gerusan ombak dan gelombang dengan memperlambat arus sepanjang pantai dan sebagai perangkap sedimen yang terlarut dalam air dan menstabilkan dasar sedimen.

Akar lamun memiliki peran yang sangat penting dalam metabolisme persediaan nutrisi seperti nitrogen maupun bahan organik lain dengan bantuan mikroorganisme. Nitrogen yang dibutuhkan oleh lamun banyak difiksasi di daerah rhizosfir, terutama oleh bakteri pengurai sulfat.

Bakteri rizosfer membantu dalam melindungi daerah akar dari patogen dengan meningkatkan pertumbuhan lamun melalui produksi fitohormon dan memberikan pengaruh terhadap fisiologi akar tersebut.

Lamun mampu menyerap nutrien dari dalam substrat (interstitial) melalui sistem akar-rhizoma. Selanjutnya, fiksasi nitrogen yang dilakukan oleh bakteri heterotropik di dalam rhizospir Halophila ovalis, Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium dan Thalassia hemprichii cukup tinggi lebih dari 40 mg N.m-2.day-1. Fiksasi nitrogen merupakan proses yang penting karena nitrogen merupakan unsur dasar metabolisme untuk menyusun struktur komponen sel.

Pola pertumbuhan lamun terjadi secaravegetatif dan generatif, dimana pola vegetatif dilakukan melalui perkembanganrimpang (rhizome), membentuk stolon dan bentuk daun yang pipih memanjang.

Tunas berdaun yang tegak dan tangkai-tangkai yang merayap pada lamun efektif sebagai alat berbiak. Terdapat enam karakteristik pertumbuhan vegetatif lamun, yaitu Parvozosterids (daun memanjang dan sempit), Magnozosterids (daun memanjang agak lebar), Syringodiids, (daun bulat ujung runcing), Enhalids (daun panjang kaku berbentuk ikat pinggang), Halophilids (daun elips, berbentuk tombak rapuh tanpa saluran udara), dan Amphibolids (daun tumbuh teratur pada kiri dan kanan).

Baca juga : Mengenal Bakteri Azospirillum dan Klasifikasinya

Perbanyakan generatif adalah melalui terbentuknya hydrophilus yang merupakan kemampuannya untuk melakukan polinasi di bawah air serta dengan perbanyakan biji yang dilakukan dengan memotong buah dari tangkainya dan dipecah yang kemudian segera ditanam. Lamun memiliki bunga, berpolinasi, menghasilkan buah dan menyebarkan bibit seperti banyak tumbuhan darat. Maupun dapat tersebar secara alami dengan bantuan arus air.

Pertumbuhan lamun dapat dilihat dari pertambahan panjang bagian-bagian tertentu seperti daun dan rhizoma dalam kurun waktu tertentu.

Klasifikasi lamun menurut den Hartog (1970) adalah sebagai berikut :

Divisio : Anthophyta

Loading...

Classis : Angiospermae

Familia : Potamogetonacea

Subfamilia : Zosteroideae

Genus : Zostera, Phyllospadix, Heterozostera

Subfamilia : Posidonioideae

Genus : Posidonia

Subfamilia : Cymodoceoideae

Genus : Halodule, Cymodoceae, Syringodium, Amphibolis, Thalassodendron

Familia : Hydrocharitaceae

Subfamilia : Hydrocharitaceae

Sumber :

Hartog, C.den. 1970. Seagrass of the world. North-Holland Publ.Co., Amsterdam

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.