Internet Dan Teknologi

Mengenal Perencanaan Jaringan Microwave

Mengenal Perencanaan Jaringan Microwave – Untuk dapat menghubungkan basestation satu ke basestation lainnya dapat menggunakan media gelombang mikro atau microwave. Microwave dapat diartikan sebagai suatu gelombang radio yang dikirimkan atau dipancarkan ke ruang bebas dan diterima dengan menggunakan menggunakan antena. Umumnya antena microwave berbentuk bulat dengan ukuran yang bervariasi dan juga dengan frekuensi kerja yang bervariasi. Umumnya frekuensi kerja dari link microwave adalah 2GHz – 58GHz, apabila frekuensi yang digunakan semakin rendah maka panjang link yang didapat akan semakin jauh, dan sebaliknya. Berikut adalah kelebihan dari transmisi microwave:

– Tahan terhadap interferensi

– Frekuensi kerja yang bervariasi (2-58GHz)

– Instalasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah

– Link radio dapat melintasi berbagai terrain

Agar suatu link microwave dapat berkomunikasi satu sama lain, maka antena pada site harus saling melihat satu sama lain dengan antena yang akan dituju, atau biasa disebut dengan istilah LoS. Apabila antena tersebut tidak saling melihat satu sama lain disebut dengan NloS.

#1. Microwave Link

Secara umum untuk membangun suatu link microwave diperlukan beberapa komponen utama sebagai berikut:

#2. Indoor Unit

Indoor Unit merupakan salah satu komponen penting pada suatu link microwave yang diletakkan didalam suatu rak pada ruangan yang tertutup. Fungsi IDU adalah sebagai titik terminasi untuk sinyal digital dari perangkat pengguna dan selanjutnya mengubah sinyal tersebut menjadi sinyal yang dapat dikirimkan melalui link microwave menggunakan skema modulasi. Selain itu fungsi dari IDU adalah FEC (Forward Error Correction), multiplexing data user, control unit (melakukan monitoring dan controlling radio unit melalui NMS), dan berperan sebagai communication channel antara NMS dan outdoor unit (ODU).

#3. Outdoor Unit

ODU atau Outdoor Unit merupakan perangkat yang terletak di luar ruangan yang berfungsi untuk melakukan konfersi terhadap sinyal termodulasi dengan frekuensi rendah menjadi sinyal dengan frekuensi tinggi. Pada perangkat ODU terdapat receiver dan transmitter atau disebut radio transceiver. Cara kerja dari perangkat ODU yakni ketika sinyal diterima oleh antena, sinyal akan melewati Low Noise Amplifier (LNA) yang akan menguatkan sinyal yang lemah setelah itu sinyal akan melewati Automatic Gain Control (AGC) untuk memastikan besar sinyal saat memasuki radio penerima.

ODU

ODU memiliki beberapa konfigurasi yang umum digunakan,

yakni:

– Konfigurasi 1+0

Pada konfigurasi ini terdapat satu radio ODU dan satu antena microwave pada basestation. Konfigurasi 1+0 tidak memiliki backup jika terjadi permasalahan pada ODU, sehingga apabila ODU mengalami kerusakan maka link akan putus secara otomatis.

– Konfigurasi 1+1 Hot Standby

Pada konfigurasi ini terdapat satu antena microwave dan dua ODU. Kedua ODU tersebut aktif namun hanya satu ODU yang ditetapkan sebagai primary dan ODU lainnya bersifat standby. ODU standby berfungsi sebagai backup jika ODU primary mengalami kerusakan.

– Konfigurasi 1+1 Space Diversity

Pada konfigurasi ini terdapat satu antena microwave dan dua ODU. Konfigurasi 1+1 space diversity sangat cocok digunakan pada link yang melewati wilayah perairan untuk menigkatkan availability.

Antenna

Antena berfungsi untuk menerima atau mengirimkan gelombang elektromagnetik ke ruang bebas. Antena memiliki frekuensi kerja yang berbeda-beda. Semakin kecil frekuensi yang digunakan maka panjang link yang didapat akan semakin panjang, namun apabila frekuensi semakin besar maka panjang link yang didapat akan semakin pendek. Jenis dari antena sangat beragam seperti antena horn, yagi, plannar, array , dan sebagainya.

Microwave Tower

Agar antena dapat berkomunikasi dengan basestation lain diperlukan sebuah tower yang digunakan untuk meletakkan antena tersebut pada ketinggian tertentu. Umumnya tinggi dari tower disesuaikan dengan kebutuhan dan juga kondisi lingkungan sekitar. Berikut adalah jenis tower yang umumnya digunakan:

– Pole

Tower jenis Pole berbentuk seperti tiang, biasanya terletak di atas gedung yang digunakan untuk jaringan diperkotaan, antena yang terpasang pada tower jenis pole ini tidak terlalu besar dan jumlahnya sedikit.

– Guyed Tower

Merupakan tower yang disusun secara vertikal dengan tali atau kawat sebagai penyangga tower agar tower dapat tegak dan kokoh berdiri. Umumnya stasiun pemancar radio menggunakan tower jenis ini untuk meletakkan antena.

– Metallic Self-Supporting Tower

Tower jenis ini merupakan tower dengan ukuran besar dan sanggup untuk menampung antena dengan ukuran yang cukup besar.

tower Microwave

Atoll

Atoll merupakan salah satu software yang digunakan untuk keperluan perencanaan dan optimisasi jaringan wireless. Teknologi yang didukung pada software atoll adalah GSM/GPRS/EDGE, CDMA2000/EV-DO, TD-SCDMA, UMTS/HSPA, WiMAX, Microwave Links, LTE/LTE-A, WI-FI. Atoll mampu untuk melakukan desain jaringan microwave berdasarkan standar industri, rekomendasi ITU, dan standar operator. Dengan menggunakan Atoll, operator jaringan dapat memodelkan topologi jaringan backhaul dan untuk mengukur backhaul links berdasarkan trafik jaringan mobile. Berikut adalah beberapa fitur yang terdapat pada Atoll:

# Fitur GIS

– Editor kartografi yang terintegrasi (vector/raster)

– Interface dengan GIS tools seperti MapInfo, AcrView, Google Earth

– Fitur data manajemen kartografis yang telah dioptimalkan dengan digital elevation models, clutter data (type dan height), 3D building data (vector/raster), traffic data, scanned maps, vector data, population, dan data cuaca.

# Reporting

– Report generator yang fleksibel

– Reports dapat di export sesuai dengan format standar industri

# Link Modeling

– Dapat mendukung point to point dan point to multipoint links

– Support untuk repeaters, space and frequency diversity, dual polarisation, ATPC, adaptive modulation, V-Band dan E-Band Links

– Antenna Modeling: vendor parameter seperti co-polarisation dan cross polarisation, randomes, dsb.

– Microwave radio dan equipment modeling: vendor parameter, IRF, signatures, etc.

# Link Design

– LoS visibility plots

– NLoS coverage plots dan analisis multipath

– Analisis propagasi dan link budget

– Optimisasi ketinggian antena secara otomatis

– Link configuration assistant untuk pengaturan parameter secara optimal

# Backhaul capacity planning

– Memodelkan topologi jaringan backhaul dan traffic routing

– Backhaul capacity planning and dimensinoning

– Failure scenario analysis dan audit

Baca juga : Mengenal jaringan 4G LTE

Demikian artikel tentang Perencanaan Jaringan Microwave, semoga bermanfaat.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !