www.FolderBisnis.comSajian lengkap seluk beluk usaha dari strategi sampai promosi

Mengenal Tanaman Padi Gogo

Mengenal Tanaman Padi Gogo. Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun, dan menghasilkan bahan pangan pokok bagi penduduk Indonesia. Tanaman padi berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Sampai saat ini ada dua spesies padi yang dibudidayakan manusia yaitu, Oryza sativa yang berasal dari Asia dan Oryza glaberrima yang berasal dari Afrika Barat.

Klasifikasi tanaman padi sebagai berikut.

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Sub Kelas : Commelinidae

Ordo : Poales

Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)

Genus : Oryza

Spesies : Oryza sativa L.

Tanaman Padi Gogo
Padi Gogo

Padi termasuk bahan pangan yang dibutuhkan oleh lebih dari separuh penduduk dunia. Terdapat 25 spesies padi, namun yang dikenal di masyarakat pada umumnya, yaitu Oryza sativa dengan dua subspesies yaitu Indica (padi bulu) dan Sinica/japonica (padi cere) yang ditanam di Indonesia. Padi dibedakan dalam dua tipe pembudidayaan, yaitu padi kering (gogo) dan padi sawah yang memerlukan penggenangan.

Varietas padi gogo lokal yang berasal dari Kalimantan yang masih diminati oleh petani karena daya adaptifnya yang baik antara lain : varietas Buyung, Cantik, Katumping, Sabai dan Sasak Jalan. Demikian pula di Sumatera varietas lokal seperti Arias, Simaritik, Napa, Jangkong, Klemas, Gando, dan Seratus Malam. Varietas-varietas lokalĀ  umumnya selain berumur panjang, potensi hasilnya pun rendah sekitar 2 ton GKG/ha, dan memiliki kelebihan yaitu rasanya yang enak sesuai dengan etnis daerah setempat. Selain itu varietas lokal toleran terhadap keadaan lahan yang marginal, tahan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit, memerlukan masukan (pupuk dan pestisida) yang rendah, serta pemeliharaan mudah dan sederhana.

Kebutuhan beras nasional terus meningkat sejalan dengan masih tingginya tingkat laju pertumbuhan penduduk yaitu sekitar 2 % per tahun. Pengembangan padi gogo merupakan usaha komplementer dalam meningkatkan ketahanan pangan. Secara nasional, rata-rata produksi padi gogo 2,69 juta ton atau 5,2 % dari produksi padi nasional, sedangkan produktivitasnya hanya 2,44 t/ha atau baru mencapai 43% dari produktivitas padi sawah. Sebagian besar petani menanam padi gogo varietas lokal dengan teknik budi daya yang belum optimal sehingga hasil yang diperoleh kurang optimal. Padahal dengan penggunaan varietas unggul, teknik budidaya optimal, dan pengendalian hama dan penyakit secara baik, produktivitas padi gogo dapat mencapai 5,4 sampai 6,8 t/ha.

Penurunan luas lahan untuk pertanian karena beralih fungsi sebagai tempat pemukiman, pembangunan sarana dan prasarana sosial mengakibatkan perluasan lahan pertanian diarahkan ke wilayah tanah marginal. Lahan kering merupakan salah satu alternatif yang potensial untuk dikembangkan. Permasalahan yang biasa terjadi, pada umumnya wilayah lahan kering mempunyai produktivitas lahan yang rendah. Hal ini disebabkan oleh tingkat kesuburan lahannya rendah dan juga rendahnya intensitas pertanaman karena kebutuhan air tidak tersedia sepanjang tahun. Pertanaman tumpangsari merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas lahan kering .

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *