Mengenal Udang Galah Sebagai Udang Budidaya

Mengenal Udang Galah Sebagai Udang Budidaya – Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan air tawar yang sangat digemari masyarakat karena nilai jualnya yang tinggi, cita rasa yang enak dan pemasaran yang luas.

Daya tarik lain yang dimiliki udang galah untuk dikembangkan secara komersial adalah masih rendahnya tingkat serangan penyakit dan telah tersedianya paket teknologi budidaya dan sarana pendukungnya. Pada lima tahun terakhir komoditas ini mengalami perkembangan yang pesat baik pada skala pembenihan maupun pembesaran.

Sebagian besar udang air tawar termasuk dalam familia Palaemonidae dan genus Macrobrachium yang merupakan genus paling banyak jenisnya. Udang galah merupakan  salah satu jenis dari genus Macrobrachium yang paling banyak dikenal karena ukurannya yang besar.

Mengenal Udang galah Sebagai Udang Budidaya

Gambar Udang Galah

Kedudukan udang galah di dalam sistematika klasifikasi adalah sebagai berikut:

Regnum : Animalia

Fhylum : Arthropoda

Classis   : Crustacea

Ordo      : Decapoda

Familia  : Palaemonidae

Subfamilia : Palaemoninae

Genus   : Macrobrachium

Spesies : Macrobrachium rosenbergii de Man

Pada tahun 2001, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) telah menetapkan bahwa udang galah sebagai salah satu alternatif komoditas unggulan. Kebijakan ini diambil bersamaan dengan dirilisnya varietas baru yang dikenal sebagai udang galah GI Macro II (Genetic Improvement of Macrobrachium rosenbergii).

Udang Galah GI Macro II merupakan udang galah yang memiliki pertumbuhan cepat dengan hasil program seleksi individu di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI) Sukamandi. Udang Galah GI Macro II telah dirilis secara resmi dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor: 23/KEPMEN-KP/2014. Udang Galah GI Macro II dibentuk oleh empat strain udang galah alam yang secara geografis berbeda, yakni Barito, Musi, Asahan, dan Ciasem serta strain udang galah GI Macro.

Ketersediaan benih memegang peran penting dalam siklus budidaya khususnya untuk mendukung program pengembangan budidaya udang galah, dan tersedianya benih unggul dalam jumlah yang memadai. Untuk menjamin keberhasilan dalam pembenihan udang galah, hal-hal seperti penentuan lokasi hatchery, penerapan teknologi pembenihan, kemampuan sumberdaya manusia dan pemasaran harus dilakukan secara terpadu.

Larva udang galah dengan sifat biologis yang rentan terhadap serangan penyakit dan perubahan lingkungan, khususnya saat proses ganti kulit (moulting), tentunya memerlukan penanganan yang intensif dalam pemeliharaannya. Salinitas merupakan salah satu parameter yang perting untuk kelangsungan hidup larva udang galah. Secara alami udang galah termasuk hewan yang beruaya ke perairan payau untuk memijah dan menetaskan telurnya. Setelah telur menetas, larva akan mengalami metamorfosis hingga mencapai stadia post larva dan akan kembali beruaya ke air tawar hingga dewasa. Berdasarkan daur hidupnya salinitas sangat berpengaruh terhadap tingkat SR atau tingkat kelangsungan hidup larva udang galah.

Siklus Hidup Udang Galah

Udang galah GI Macro II (M. rosenbergii) dalam siklus hidupnya menempati dua habitat yaitu perairan payau dan tawar. Pada saat dewasa dan siap melakukan pemijahan sampai telur menetas menjadi plankton hingga larva stadia 11 mulai usia 2 hari hingga 40 hari berada di muara sungai dengan kondisi payau. Setelah juvenil sampai usia dewasa, udang galah hidup di perairan tawar. Gambaran daur hidup udang galah GI Macro II (M. rosenbergii) disajikan pada Gambar berikut ;

 

Mengenal Udang galah Sebagai Udang Budidaya

Siklus Hidup Udang Galah

Baca juga : 

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !