Mengukur Parameter Biologi Perairan

1. Pengambilan dan Pengawetan Sampel Plankton

Plankton merupakan mikroorganisme yang melayang-layang secara pasif dalam air dan pergerakannya bergantung pada arus atau gerakan air. Plankton dapat melayang dengan mengatur berat tubuhnya yaitu dengan cara menambahkan atau mengurangi jumlah vakuola, zat lemak atau minyak yang merupakan cadangan makanan, dengan memperpanjang atau memperpendek spina/chaeta. Plankton terdiri atas fitoplankton yang mempunyai klorofil dan zooplankton yang tidak berklorofil tetapi mempunyai alat gerak. Fitoplankton merupakan organisme autotrof yang mampu merubah bahan anorganik menjadi bahan organik yang diperlukan bagi kehidupan organisme, sehingga fitoplankton dapat digunakan sebagai indikator kualitas air. Fitoplankton memiliki peran penting sebagai produsen primer dan merupakan awal mata rantai dalam jaringan makanan diperairan (sebagai pakan alami ikan). Kelimpahan fitoplankton di suatu perairan sangat dipengaruhi oleh kandungan haranya terutama nitrogen (N) dan Fosfor (P) Nitrogen yang dimanfaatkan fitoplankton dalam bentuk nitrat dan ammonia.

Orthofosfat merupakan bentuk yang dapat langsung dimanfaatkan oleh fitoplankton untuk pertumbuhannya. Kelimpahan zooplankton pada malam hari lebih tinggi dibandingkan dengan kelimpahan fitoplankton. Pada malam hari zooplankton naik ke atas menuju ke permukaan, sedangkan pada siang hari menuju ke lapisan bawah.

Alat :

1. Plantonet no. 25

2. Ember 10 l

3. Botol planton 25 ml

Bahan :

1. Sampel air

2. Formalin 40 %

3. Lugol

Prosedur :

1. Saring air ke dalam plantonnet no. 25 sebanyak 100 l menggunakan ember bervolume 10 l. Hasil saringan dikonsentrasikan menjadi 25 ml.

2. Sampel dipindahkan ke dalam botol plankton berukuran  ≥25 ml.

3. Ditambahkan formalin 40% sebagai pengawet ke dalam sampel sehingga kadarnya menjadi 4%. Penentuan jumlah formalin yang dibutuhkan menurut aturan:

Mengukur Parameter Biologi Perairan

4. Ditambahkan lugol ke dalam sampel plankton untuk menguatkan warna plankton agar tidak pudar.

5. Pengamatan plankton dilakukan dengan terlebih dahulu menghomogenkan sampel, kemudian diambil satu tetes di atas object glass, ditutup cover glass.

6. Diamati menggunakan mikroskop binokuler dengan perbesaran 100 x (untuk menghitung jumlah plankton) dan perbesaran 400x (untuk identifikasi plankton).

7. Pengamatan dilakukan sebanyak 20 lapang dengan 3 x ulangan pada tiap sampel.

8. Plankton yang ditemukan diidentifikasi menggunakan buku identifikasi.

9. Perhitungan kuantitatif kelimpahan plankton menggunakan rumus berikut :

Mengukur Parameter Biologi Perairan
 

2. Mengukur Produktivitas Primer

Produktivitas primer merupakan laju pengubahan bahan-bahan anorganik menjadi bahan organik melalui proses fotosontesis per satuan volume atau luas dari suatu perairan tertentu, yang dapat dinyatakan dengan satuan mg C/m3/hari. Metode pengukuran produktivitas primer yang dilakukan dengan metode winkler botol gelap-terang. Produktivitas primer dapat diketahui dengan cara menghitung perbedaan banyaknya oksigen yang dihasilkan diwaktu siang hari dikurangi dengan kebutuhan oksigen untuk respirasi selama 24jam. Produktivitas primer merupakan persediaan makanan untuk organisme heterotrof seperti bakteri, jamur dan hewan. Produktivitas primer dapat dibedakan menjadi: (a) produktivitas primer kotor, yaitu jumlah seluruh energi yang dihasilkan dari proses fotosintesis dalam suatu ekosistem. (b) produktivitas primer bersih, yaitu jumlah energi yang tersisa setelah dikurangi oleh jumlah yang dibutuhkan untuk proses respirasi aerob dan tersimpan dalam bentuk bahan organik dalam kurun waktu tertentu.

Alat :

1. Botol Winkler gelap dan terang

2. Labu Erlenmeyer 250 ml

3. Pipet seukuran (1 ml)

4. Gelas ukur 100 ml

5. Biuret dan Statif

6. Corong biuret

7. Pipet tetes

Bahan :

1. MnSO4

2. KOH-KI

3. Na2S2O3 0,025

4. H2SO4 pekat

5. Indikator amilum

6. Aquades

Prosedur :

1. Siapkan botol gelap dan terang

2. Masing-masing diisi air yang mengandung Phytoplankton

3. Kedua botol ditenggelamkan kira-kira 2/3 dari kedalaman selama 24 jam

4. Tentukan kadar oksigennya pada masing-masing botol dengan metode Titrasi Winkler, kemudian hitunglah perbedaan kadar oksigen dari kedua botol tersebut dengan menggunakan rumus:

Mengukur Parameter Biologi Perairan

3. Bentos dan Perifiton

Perifiton merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung padatumbuhan atau benda lain, misalnya keong. Dan bentos adalah hewan dan tumbuhan yang hidup pada endapan. Bentos dapatsessil (melekat) ataubergerak bebas, misalnya cacing dan remis.

berdasarkan tempat melekatnya, perifiton digolongkan menjadi epifitik (pada tumbuhan), epilitik (pada bebatuan), epipsamik (pada daerah berpasir), epipelik (pada daerah sedimen), epizoik (pada hewan), dan metafiton.

hewan yang hidup didasar perairan adalah mikrozoobenthos,makrozoobenthos merupakan salah satu kelompok terpenting dalam ekosistemperairan sehubungan dengan peranannya sebagai organisme kunci dalam jarringmakanan selain itu tingkat kenea ragaman yang terdapat di lingkungan perairandapat digunakan sebagai indikator pencemaran.

Alat dan bahan:

1. Ekman grab

2. Cutter

3. Botol sampel 2 buah

4. Saringan atau mess

5. Formalin

6. Lugol

7. akuades

Prosedur kerja:

Perifiton

1. Tentukan substrat perifiton.

2. Ambil perifiton makro menggunakan tangan dan cutter.

3. Ambil perifiton mikro dengan “ o ” menggunakan cutter.

4. Masukkan dalam botol sampel yang telah diberi akuades dan beri formalin 4% dan lugol 3 sampai 5 tetes.

Bentos

1. Siapkan ekman grab, jatuhkan kedalam badan perairan sampai ke dasar.

2. Tutup ekman grab dengan menjatuhkan bandul untuk mendapatkan endapan atau sedimen dari dasar perairan.

3. Lakukan dalam tiga kali ulangan.

4. Saring endapan tersebut dan amati adanya bentos.

5. Identifikasi bentos yang didapat.

Demikian artikel mengukur parameter biologi perairan

Baca juga :

One thought on “Mengukur Parameter Biologi Perairan

  1. Pingback: Mengukur Parameter Fisika Air - Chyrun.com

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !