Mengukur Parameter Fisika Air

Mengukur Parameter Fisika Air – Air merupakan habitat untuk kehidupan organisme perairan yang memegang peranan penting terhadap tata kehidupannya, karena bahan-bahan yang ada di perairan menunjang sekali untuk aktivitas hidupnya diantaranya pertumbuhan dan perkembangbiakan organisme tersebut. Dewasa ini, perhatian manusia terhadap kualitas air semakin meningkat, hal ini ditujukan untuk mengetahui secara mendetail terhadap lingkungan perairan agar tidak mengurangi daya guna perairan tersebut secara alami. Perairan umum mencakup sungai, danau, laut, rawa, kolam, dan sebagainya.

Perairan dibedakan menjadi perairan mengalir (lotik) dan perairan menggenang (lentik). Kolam merupakan salah satu contoh perairan menggenang, sedangkan parit, sungai, dan selokan merupakan contoh perairan mengalir. Beberapa faktor lingkungan penentu perairan dipengaruhi pengelolaan dan kelangsungan hidup, berkembang biak, pertumbuhan atau reproduksi organisme akuatik dapat dilihat dari sifat fisika, kimia dan biologi perairan. Sifat fisika meliputi suhu, kecerahan, kedalaman, muatan tersuspensi. Sifat kimia meliputi pH, oksigen terlarut, dan karbondioksida bebas. Sifat biologi meliputi jenis plankton dan produktivitas perairan tersebut. Hal yang disebutkan di atas merupakan suatu parameter untuk menentukan kualitas suatu perairan.

Baca juga : Cara Mengukur Parameter Biologi Air

1. Mengukur Suhu

Suhu secara langsung akan mempengaruhi proses kehidupan bagi beberapa jenis organisme air seperti proses reproduksi dan pertumbuhan serta secara tidak langsung akan mempengaruhi kelarutan dan ketersediaan oksigen dalam air. Setiap organisme perairan mempunyai batas toleransi yang berbeda terhadap perubahan suhu.

Alat dan bahan : Termometer Celcius

Prosedur :

a. Suhu udara, termometer Celcius digantung pada tempat terbuka kemudian dibaca skalanya setelah menunjukkan angka yang konstan.

b. Suhu air, Termometer Celcius dicelupkan ke dalam perairan sekitar 3 atau 5 menit, setelah itu termometer diangkat kemudian langsung dibaca skalanya tanpa tersentuh oleh tangan.

2. Mengukur Kedalaman

Alat dan bahan : Deep sounder

Prosedur :

Tempelkan ujung muka deep sounder ke permukaan air, lalu telan tombol maka kedalaman air akan nampak pada layar.

3. Mengukur Penetrasi Cahaya

Penetrasi cahaya merupakan bentuk pencerminan daya tembus intensitas cahaya matahari ke dalam perairan yang berkorelasi dengan kekeruhan air. Daya tembus cahaya matahari dipengaruhi oleh partikel-partikel yang tersuspensi baik berupa organik maupun anorganik. Penetrasi cahaya disamping mengakibatkan peningkatan suhu juga merupakan sumber energi bagi tumbuhan air termasuk fitoplankton.

Alat dan bahan :

Secchi disk dan meteran pita

Prosedur

a. Secchi disk diturunkan ke dalam badan air hingga tidak nampak, kemudian diukur dengan meteran sebagai nilai x.

b. Secchi disk diturunkan ke dalam badan air, kemudian diangkat perlahan mulai nampak lagi, lalu diukur sebagai nilai y.

c. Besar nilai penetrasi cahaya dihitung dengan rumus berikut: Penetrasi cahaya = x +y/2

4. Mengukur TSS (Total Suspended Solid)

Total padatan tersuspensi (Total Suspended Solid) berupa bahanbahan teruspensi dengan diameter > 1 μm yang tertahan pada saringan millipore dengan diameter pori 0,45 μm. TSS terdiri atas lumpur dan jasadjasad renik terutama yang disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi yang terbawa dalam badan air. Masuknya padatan tersuspensi ke dalam perairan dapat menimbulkan kekeruhan air. Hal ini menyebabkan menurunnya laju fotosintesis Phytoplankton, sehingga produktivitas primer perairan menurun, yang pada gilirannya menyebabkan terganggunya keseluruhan rantai makanan.

Alat :

1. Vacum filter dan penampungnya

2. Vacum pump

3. Oven

4. Desikator kabinet

5. Gelas ukur

6. Timbangan analitik

7. Pinset

Bahan :

Kertas Whatman no. 41 dan akuades

Prosedur :

a. Kertas Whatman no. 41 dibilas dengan akuades, kemudian dioven pada suhu 105 oC selama 1 jam, lalu dinginkan dengan desikator kabinet selama 15 menit.

b. Kertas Whatman no. 41 tersebut ditimbang sebagai berat awal (x)

c. Ambil 50 ml air sampel kemudian disaring dengan kertas kertas Whatman no. 41 yang telah ditimbang tersebut.

d. Filtrat yang tersaring beserta kertas Whatman no. 41 tersebut dioven selama 1jam pada suhu 105 oC.

e. Masukkan ke dalam desikator selama 15 menit.

f. Kertas Whatman ditimbang sebagai berat akhir (y)

g. Besarnya TSS dihitung dengan rumus berikut

Mengukur Parameter Fisika Air
Rumus TSS

5. Mengukur TDS (Total Dissolved Solids)

Zat (padat) terlarut yaitu zat padat yang lolos filter pada analisis zat tersuspensi (tss) sehingga analisis zat terlarut dapat merupakan kelanjutan dari analisis zat tersuspensi.

Alat :

1. Oven

2. Desikator kabinet

3. Timbangan analitik

4. Cawan penguapan

5. Pinset

6. Furnace

Bahan :

1. Air sampel yang telah disaring dengan Kertas Whatman no. 41

2. Akuades

Prosedur :

1. Cawan penguap yang telah dibersihkan dipanaskan dalan furnace pada suhu 550oC selama 1 jam. Kemudian dipindahkan ke dalam oven dengan suhu 105oC selama 30 menit, dinginkan dalam desikator selama 15 menit. Timbang segera bila akan digunakan.

2. Sampel yang lolos dalam filter kertas dituangkan ke dalam cawan penguapan.

3. Cawan yang berisi sampel tersebut diuapkan dan dikeringkan dalam oven pada suhu 105oC sampai semua air telah menguap.

4. Besarnya TDS dihitung dengan rumus berikut

Baca juga : Cara Mengukur Parameter Kimia Perairan

Category: Ilmiah Tag:

About tohir

Ingin Belajar Sampai Dunia Alien, Bahwa berhenti belajar adalah kemunduran pemikiran. Tertarik pada hal baru yang mengundang penasaran.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !