Merantau Demi Pekerjaan, Pilihan Atau Paksaan ?

Merantau Demi Pekerjaan, Pilihan Atau Paksaan ? – Dizaman sekarang ini mendapatkan pekerjaan tidaklah mudah. Banyak tantangan, rintangan, dan usaha yang harus dilakukan. Perjuangannya pun luar biasa. Jika tidak mendapatkan pekerjaan di daerah sendiri maka merantau solusinya. Kata merantau dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan Pergi ke negeri lain untuk mencari penghidupan.

Di Indonesia merantau merupakan hal yang biasa. Kota-kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang dan daerah penyangga ibu kota lainnya menjadi tempat mengadu nasib. Tujuannya jelas, mereka ingin meraih perkerjaan. Ada yang ingin memperbaiki kehidupan dan ada juga yg ingin mengejar karir. Yang perlu diingat adalah merantau tidak hanya bermodalkan nyali. Nyali saja tidak cukup. Merantau butuh yang namanya kemampuan/ skill. Jika tidak mempunyai kemampuan/ skill maka bersiaplah utntuk kalah saing. Merantau tidak hanya dilakukan oleh orang yang hanya lulusan SMA, SMP ataupun SD. Lebih dari itu orang yang lulusan kuliah pun ikut merantau.

Merantau Demi Pekerjaan, Pilihan Atau Paksaan ?

Jawabannya jelas, mereka ingin memperoleh pekerjaan. Biasanya ada alasan kenapa yang lulusan kuliah juga ikut merantau. Alasan pertama, mereka tidak mendapatkan kerja di daerah sendiri. Alasan kedua, mereka keberatan dengan gaji yang diterima karena terlalu kecil. Terkadang ada alasan lain yaitu ingin meraih karir yang cemerlang.

Jika sudah memilih merantau maka konsekuensinya harus jauh dari keluarga. Komunikasi dengan keluarga jauh berkurang. Palingan Cuma lewat telpon, sms dan media sosial. Rindu keluarga ridnu kampong halaman harus dirasakan selama di tempat perantauan. Ya, rindu keluarga harus ditahan. Libur panjang menjadi momen yang paling ditunggu. Tidak lain tidak bukan libur panjang dimanfaatkan untuk mudik ke kampong halaman. Bertemu dengan keluarga menjadi pengobat rindu.

Bekerja dikota besar memang mendapat gaji yang lumayan. Tapi yang perlu diingat adalah hidup dikota besar itu tidak murah. Jadi, gaji yang besar diikuti juga dengan pengeluaran di kota besar. Tak dipungkiri gemerlap kota besar menyialukan para pencari kerja alias perantau. Tapi perlu diacungi jempol untuk para perantau karena keyakinannya untuk mendapat hidup yang lebih baik.

Terlepas dari itu semua merantau atau tidak merupakan pilihan setiap pribadi. Semua pasti ada konsekuensinya. Pilih dekat dengan keluarga tapi pekerjaan seadanya dan gaji tidak seberapa atau merantau ke kota besar jauh dari keluarga. Apapun itu faktor dari luar tidak boleh menghambatmu untuk berkembang dan totalitas dalam bekerja.

“ Jika anda bekerja digaji 1 juta rupiah, bekerjalah selayaknya anda bekerja digaji 2 juta rupiah. Cepat atau lambat engkau akan mendapat pengahargaan dari perusahaan.”

Baca juga :

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !