Merenungi dibalik hebohnya nama “Tuhan”

Merenungi dibalik hebohnya nama “Tuhan” – Geger dan heboh akhir-akhir ini akibat dari adanya nama-nama unik di Indonesia.  Sebenarnya kejadian nama-nama aneh ini sudah lama dan sudah dibuat juga artikel-artikel tentang nama-nama unik dan aneh tersebut. Hanya saja sekarang baru buming ketika media sosial memposting KTP yang bersangkutan lalu ditambah televisi mengeksposnya.

Diantara nama yang heboh tersebut diantaranya Tuhan, Saiton, Happy New Year, Andy Go To School, Etika Silit Asin, Batman Bin Suparman, Satria Baja Hitam, dan lain-lain.Namun diantara nama-nama unik tersebut saya akan fokus kepada satu nama saja yaitu nama “Tuhan”. Alasannya karena nama “Tuhan” adalah nama yang dianggap paling “tidak sopan” karena menyangkut penyebutan dari sesembahan manusia itu sendiri.

Merenungi dibalik hebohnya nama “Tuhan”

Nama seseorang adalah identitas yang akan melekat pada diri individu tersebut selamanya. Ketika seseorang diberi nama “Ahmad” misalnya, dengan begitu si Ahmad byukan saja hanya sebatas kata Ahmad, tapi Ahmad sudah termasuk jiwa dan raga dari bayi yang diberi nama Ahmad tersebut.Mengenai pemberian nama itu sendiri. Itu adalah otoritas penuh dari orang tua, khususnya pihak bapak, karena seorang anak akan bernasab kepada bapaknya bukan kepada ibunya, contoh Budi bin Sudarsono. Namun tak jarang juga para orang tua meminta tolong orang pintar (dalam hal ini sesepuh atau ulama) untuk member nama.

Mengenai nama Tuhan yang disandang pria asal Banyuwangi. Dari informasi yang saya baca, nama “Tuhan” itu sendiri diberikan oleh  orang tuanya yang bernama Jumhar dan Dawiyah. Dan Pak Tuhan sendiripun tak mempermasalahkan pemberian nama tersebut dan tetap enjoy menyandang nama Tuhan tersebut.

Memang memberi nama yang baik itu memang diperintahkan Rasulullah SAW. Dalam haditsnya “Maka perbaguslah nama-nama kalian” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Ad Darimi). Rasulullah juga pernah mengganti nama anak perempuan Umar yaitu Ashiyah untuk diganti dengan nama Jamilah.
Mungkin atas dasar hadits-hadits Rasulullah tersebut, para tokoh-tokoh dan ulama yang diminta pendapatnya menyuruh mengganti nama Pak Tuhan tersebut dengan nama-nama yang lebih baik, bahkan diantaranya mengharuskan untuk ganti nama.

Baca Juga : Cara dan Syarat Ganti Nama Diri

Namun pertanyaanya, apakah mereka hanya menyarankan saja atau akan bersedia membantu dalam proses pergantian nama tersebut? Mengingat diperlukan dana dan proses yang lumayan panjang?

Istri Tuhanpun menuturkan pernah ada keinginan mengganti nama suaminya tersebut, itu atas saran dari teman-teman Tuhan tersebut. Namun karena harus mengganti semua dokumen penting yang sudah bernama “Tuhan”, seperti buku nikah, kartu keluarga, ijazah dan surat-surat lainnya, maka niatan itu diurungkan dan lebih memilih untuk tetap menyandang nama Tuhan.

Jadi menurut saya, jika saya analogikan, jangan hanya ingin melihat mentah dan matangnya saja. Jangan hanya bisa mengatakan makanan ini asin, manis, kurang sedap, tidak enak saja. Tapi jika kita ingin sesuatu itu matang,jika kita ingin mendapat masakan yang enak, kita harus ikut merasakan bagaimana proses dari memasak.

Dan menurut saya yang paling pokok, jika mereka-mereka menggugat/memprotes /mempermasalahkan karena tidak ingin nama seorang manusia bernama Tuhan menyamai nama Tuhan itu sendiri. Maka tidak adil jika mereka-mereka itu tak mempermasalahkan juga nama-nama Aziz, Rahman, Rohim, Muhyi,dll. Bukankah itu juga nama dari Tuhan?

Ayolah mari kita sama-sama cermati dan renungkan tentang Tuhan yang selama ini kita sembah. Kita itu bukan penyembah nama, melainkan penyembah Dzat. Kita itu bukan penyembah nama tuhan, tapi menyembah Dzat Tuhan dalam ketauhidan.

Dan jika mereka-mereka bersikap memprotes dan memaksakan kehendak kepada Pak Tuhan untuk merubah namanya. Saya curiganya mereka hanya penyembah nama. Mari kita renungkan bersama fenomena ini. Ini adalah salah satu petunjuk dari sesembahan Tunggal, Allah SWT.

-RianNova-

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !