METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN IPA

METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN IPA 
A. Metode Demonstrasi
1. Pengertian Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi menurut beberapa ahli mempunyai pengertian sebagai berikut:
Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertujukan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. 
Metode demonstrasi ialah suatu metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. 
Metode demonstrasi merupakan suatu metode dimana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang disengaja diminta) atau seorang siswa menunjukan kepada kelas tentang suatu proses atau benda, misalnya bagaimana cara membuat, terdiri dari bahan apa, bagaimana cara mengaturnya, bagaimana proses bekerjanya dan bagaimana cara mengerjakannya.
Metode Demonstrasi juga merupakan metode yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada peserta didik. 
Dengan metode demonstrasi proses penerimaan siswa terhadap pembelajaran akan berkesan lebih mendalam sehingga membentuk pengertian yang baik dan sempurna. Siswa juga dapat mengamati dan memperhatikan apa yang didemontrasikan selama pembelajaran berlangsung. Metode demonstrasi baik digunakan untuk menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Metode demonstrasi juga dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.
Metode demonstrasi merupakan metode mengajar yang menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu sehingga dapat mempelajarinya secara proses.  Salah satu yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan demonstrasi adalah posisi seluruh siswa harus dapat memperhatikan atau mengamati objek yang sedang atau akan didemonstrasikan. 
Berdasarkan pendapat diatas dapat dipahami bahwa metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan memperlihatkan atau menunjukan kepada siswa tentang suatu proses, situasi, kejadian baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan yang dapat menggugah rasa ingin tahu dan rangsangan visual setelah siswa melakukan pengamatan secara langsung terhadap materi yang disampaikan. Penyampaian materi dengan metode demonstrasi juga diharapkan mampu memberikan kejelasan, ketertarikan dan keefektifan dalam pembelajaran dikelas.
Perbedaan demonstrasi dengan alat peraga adalah bahwa alat peraga merupakan bagian dari media. Maksudnya bahwa demonstrasi adalah metode yang sistematis yang digunakan untuk menyampaikan materi yang sedang dipelajari yang lebih banyak menuntut untuk menggunakan alat peraga meskipun tidak semua demonstrasi harus menggunakan alat peraga. Jadi alat peraga yang dimaksud menurut penulis adalah alat peraga merupakan alat bantu pembelajaran yang dimaksudkan untuk memperjelas suatu proses tertentu.
2. Alasan Menggunakan Metode Demonstrasi
Beberapa alasan menggunakan metode demonstrasi, antara lain:
  1. Tidak semua topik dapat diterangkan melalui penjelasan atau diskusi.
  2. Sifat pelajaran yang menuntut untuk diperagakan.
  3. Peserta didik yang berbeda ada yang kuat visual, tetapi lemah dalam auditif motorik ataupun sebaliknya.
  4. Memudahkan mengerjakan suatu cara atau prosedur.

3. Manfaat Menggunakan Metode Demonstrasi
Manfaat metode demonstrasi diantaranya:
  1. Dengan menggunakan metode Demonstrasi perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang sedang diberikan.
  2. Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu di ceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang kongkrit. 

4. Langkah-langkah Penggunaan Metode Demonstrasi
Beberapa petunjuk penggunaan metode demonstrasi meliputi:
a. Perencanaan
Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
  1. Menentukan tujuan demonstrasi.
  2. Menetapkan langkah-langkah pokok demonstrasi.
  3. Menyiapkan alat-alat yang diperlukan

b. Pelaksanaan
  1. Mengusahakan agar demonstrasi dapat diikuti, dan diamati oleh seluruh kelas.
  2. Menumbuhkan sikap kritis pada siswa sehingga terjadi tanya jawab, dan diskusi tentang masalah yang didemonstrasikan.
  3. Memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mencoba sehingga siswa merasa yakin tentang suatu proses.
  4. Membuat penilaian dari kegiatan siswa dalam eksperimen tersebut. 

c. Langkah mengakhiri demonstrasi
Setelah demonstrasi selesai hendaknya guru memberikan tugas kepada siswa, baik secara tertulis maupun secara lisanseperti, membuat karangan, laporan dan lain-lain. Dengan demikian guru dapat menilai sejauh mana hasil demonstrasi telah dipahami siswa. 
Beberapa langkah-langkah metode demonstrasi antara lain: 
  1. Merumuskan tujuan yang jelas dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat dicapai atau dilaksanakan oleh siswa itu sendiri bila demonstrasi berakhir.
  2. Menetapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan. Dan sebaliknya sebelum demonstrasi dilakukan oleh guru sudah pernah dicobakan terlebih dahulu supaya tidak gagal pada saat dilaksanakan di kelas.
  3. Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan. Apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi.
  4. Selama demonstrasi berlangsung sebaiknya guru bertanya pada diri sendiri apakah:

  • Keterangan-keterangan itu dapat didengar dengan jelas oleh siswa.
  • Alat itu telah ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas 

     5.  Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. 
5. Kelebihan Metode Demonstrasi
Sebagai suatu metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, diantaranya: 
  1. Melalui metode demonstrasi perhatian siswa dapat dipusatkan pada hal-hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal-hal penting itu dapat diamati seperlunya. Perhatian siswa lebih mudah dipusatkan pada proses belajar dan tidak tertuju pada hal-hal lain.
  2. Dengan metode demonstrasi, dapat mengurangi beragam kesalahan apabila dibandingkan dengan halnya membaca di dalam buku, karena siswa telah memperoleh pengamatan yang jelas dari hasil pengamatannya. 
  3. Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan.  

6. Kelemahan Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya: 
  1. Metode demonstrasi memerlukan kesiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. 
  2. Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.
  3. Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. 

B. Pembelajaran IPA di SD/MI
1. Pengertian Pembelajaran 
Berbicara mengenai pembelajaran bidang studi matematika, yang pertama yang perlu diketahuiadalah pengertian pembelajaran. Banyak ilmuwan yang telah memberikan definisi tentang pembelajaran. Pembelajaran merupakan perpaduan antara belajar dan mengajar dan merupakan inti dari proses pendidikan formal di Sekolah dimana dalam proses tersebut terjadi interaksi antara berbagai komponen pembelajaran.
Pembelajaran secara harfiah berarti proses, cara, perbuatan mempelajari, dan perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Pembelajaran merupakan suatu proses atau upaya menciptakan kondisi belajar dalam mengembangkan kemampuan minat dan bakat siswa secara optimal, sehingga kompetensi dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Kompetensi dan tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal apabila pemilihan pendekatan, metode, strategi dan model pembelajaran dipilih secara tepat disesuaikan dengan materi, tingkat kemampuan siswa, karakteristik siswa, kemampuan sarana dan prasarana dan kemampuan guru dalam menerapkan secara tepat guna dalam memilih pendekatan, metode, strategi dan model-model pembelajaran. 
Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid.28 Jadi yang dimaksud dengan pembelajaran adalah terjadinya proses interaksi belajar dan mengajar dalam suatu kondisi tertentu di dalam kelas yang melibatkan siswa dan guru termasuk juga lingkungan yang ada di sekitarnya dalam upaya menciptakan kondisi belajar danmengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal sehingga kompetensi dan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan.
2. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA) 
Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau sains (science) diambil dari kata latin Scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan, tetapi kemudian berkembang menjadi khusus Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses.
Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Sains merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan. “Real Science is both product and process, inseparably Joint” (Agus. S. 2003: 11)
Sains sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Langkah tersebut adalah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan akhimya menyimpulkan. Dari sini tampak bahwa karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk kuantitas.
Menurut Scharsfersmen (1994)  IPA (natural science) pada hakekaktnya adalah cara berfikir untuk penyelidikan tentang alam sebagai sebuah cara untuk menemukan pengetahuan yang ada pada  alam. 
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah (2006), IPA didefinisikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan bagaimana mempelajari alam secara logis dan sistematis, sehingga IPA merupakan sekumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip yang diperoleh melalui suatu proses penemuan (Depdiknas, 2006).  
a. IPA (Sains) dalam kurikulum Sekolah Dasar
Dari uraian di atas Sains adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai Obyek, menggunakan metode Ilmiah sehingga perlu diajarkan di Sekolah Dasar. Setiap guru harus paham akan alasan mengapa sains perlu diajarkan di Sekolah Dasar. Ada berbagai alasan yang menyebabkan satu mata pelajaran itu dimasukkan ke dalam kurikulum suatu sekolah. Usman Samatowa (2006) menegemukakan empat alasan IPA (Sains) dimasukkan dikurikulum Sekolah Dasar yaitu:
  1. Bahwa IPA (Sains) berfaedah bagi suatu bangsa, kiranya tidak perlu dipersoalkan panjang lebar. Kesejahteraan materil suatu bangsa banyak sekali tergantung pada kemampuan bangsa itu dalam bidang sains, sebab sains merupakan dasar teknologi, sering disebut-sebut sebagai tulang punggung pembangunan. Pengetahuan dasar untuk teknologi ialah sains. Orang tidak menjadi Insinyur elektronika yang baik, atau dokter yang baik, tanpa dasar yang cukup luas mengenai berbagai gejala alam.
  2. Bila diajarkan sains menurut cara yang tepat, maka sains merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan berpikir kritis; 
  3. Bila sains diajarkan melalui percobaan-percobaan yang dilakukan sendiri oleh anak, maka sains tidaklah merupakan mata pelajaran yang bersifat hafalan belaka.
  4. Mata pelajaran ini mempunyai nilai-nilai pendidikan yaitu mempunyai potensi yang dapat membentuk kepribadian anak secara keseluruhan.

3. Tujuan Mata Pelajaran IPA
Mata Pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
  1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
  2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat.
  4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
  5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam.
  6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan.
  7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

4. Ruang Lingkup Mata Pelajaran IPA
Ruang lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut:
  1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan
  2. interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan
  3. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas
  4. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya
  5. dan pesawat sederhana
  6. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.

5. Karakteristik Mata Pelajaran IPA
  1. Materialis  :  Obyek kajiannya adalah kajian fisis yang membatasi kajian hanya pada ruang lingkup aspek alam dan fenomena yang terjadi di sekelilingnya 
  2. Rasionalis  :  Sains lahir dari pemikiran murni seseorang, sehingga segala sesuatu yang menjadi obyek kajian sains harus bias dirasionalkan.  Segala sesuatu yang tidak dapat dibuktikan dengan percobaan empiris bukan merupakan obyek kajian dari sains.  Berbeda dengan kajian ilmu Agama yang banyak sekali dogma-dogma yang “memaksakan” dalil yang harus dipercayai tanpa perlu pembuktian ilmiah.
  3. Sistematis  :  Sains tersusun atas serangkaian hipotesis, postulat, hukum yang telah teruji kebenarannya  

Hipotesis : Praduga sementara dari sebuah gejala alam 
Postulat    : Teori yang diyakini kebenarannya meskipun belum diuji kebenaannnya 
Hukum :  Teori tantang gejala alam yang bersifat umum dan telah diujikan kebenarannya 
     4.  Universal  :  Segala macam kajian dalam sains berlaku dimana saja kapan saja, Dan untuk
           siapa saja, berbeda dengan kajian ilmu sosial yang bersifat spasial.
   5.  Banyak menggunakan representasi matematis: Untuk menggambarkan gejala alam yang 
        ada di sekeliling manusia, sehingga lebih bersifat kuantitatif dalam aspek penyajiannya.
6. Metode Pembelajaran IPA
a. Pengertian Metode Pembelajaran 
Secara etimologi, metode berasal dari kata method yang berarti suatu cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai suatu tujuan. Jadi, apabila kata metode disandingkan dengan kata pembelajaran, maka metode pembelajaran berarti cara kerja yang sistematis yang berfungsi memudahkan pelaksanaan pembelajaran sehingga kompetensi dan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan. 
Sedangkan metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang digunakan oleh guru pada saat menyajikan bahan pelajaran, baik secara individual atau secara kelompok. Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai seluruh perencanaan dan prosedur maupun langkah-langkah kegiatan pembelajaran termasuk pilihan cara penilaian yang akan dilaksanakan.
Dari beberapa pendapat tentang pengertian metode, dapat disimpulkan bahwa metode adalah suatu cara yang sistematis dan terencana yang digunakan untuk membantu proses belajar mengajar agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai yang diharapkan. 
b. Memilih Metode Pembelajaran IPA yang Efektif 
Metode merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar., karena tanpa metode tentu kegiatan belajar mengajar tidak akan berhasil tidak akan tercapai sesuai tujuan yang diharapkan. Metode diartikan sebagai cara yang teratur yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran. Sedangkan nmetode pembelajaran adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan pembelajaran sehingga kompetensi dan tujuan dapat tercapai. Beberapa metode yang diterapkan dalam pembelajaran IPA antara lain:
a) Metode Ceramah 
b) Metode Demonstrasi
c) Metode Eksperimen
d) Metode Diskusi
e) Metode Bermain Peran (Role-Play)
f) Metode Demonstrasi
g) Metode Permainan

Loading...
About Tohir 839 Articles

Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*