Metode Peramalan Bisnis dan Penjualan yang Efektif dan Efisien

By | 12 Desember 2016

Metode Forecasting (Peramalan) yang Efektif dan Efisien dalam Bisnis dan Penjualan – Salah satu metode yang digunakan dalam proses perencanaan dan pengendalian produksi adalah dengan forecasting (peramalan). Peramalan adalah seni atau ilmu dalam memprediksikan kejadian yang akan datang. Dalam forecasting dapat dibedakan menjadi forecasting secara kualitatif yaitu forecasting hanya berdasarkan pendapat dan analisis defkriptif dan forecasting kuantitatif yaitu forcasting yang berhubungan dengan perhitungan secara matematis.

Dalam perencanaan dan pengendalian produksi digunakan  peramalan yang bersifat kuantitatif. Dalam peramalan kuantitatif terdapat berbagai macam metode yang digunakan yaitu salah satunya adalah dengan menggunakan bantuan program WinQSB.

Program WinQSB merupakan program komputer yang dapat melakukan peramalan berkaitan dengan data-data berpola konstan, tren atau musiman, dengan masing-masing dari pola data tersebut menggunakan metode dalam WinQSB yang berbeda. Dalam pola-pola tersebut juga terdapat metode-metode yang ada dimana dapat digunakan untuk melakukan peramalan data

Peramalan atau forecasting adalah sebuah metode sebagai alat bantuk untuk melakukan suatu perencanaan yang efektif dan efisien, seperti peramalan terhadap tingkat permintaan suatu produk atau beberapa produk dan peramal terhadap harga sembako dalam periode waktu tertentu dimasa yang akan datang

Aktivitas peramalan merupakan suatu fungsi bisnis yang berusaha memperkirakan permintaan dan pengunaan produk sehingga produk-produk itu dapat dibuat dalam kuantitas yang terpat.

Peramalan dapat menggunakan teknik-teknik peramalan yang bersifat formal maupun informal. Aktivitas peramalan ini biasa dilakukan oleh departemen pemasaran dan hasil dari peramalan ini sering disebut sebagai ramalan permintaan

Penggolongan pola data produk dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu antara lain adalah data berpola konstan, trend dan musiman.

Metode Forecasting (Peramalan) yang Efektif dan Efisien dalam Bisnis dan Penjualan

Data berpola konstan, yaitu apabila data berfluktuasi disekitar rata-rata secara stabil. Polanya berupa garis lurus mendatar. Pola seperti ini biasanya terdapat dalam jangka pendek atau mengengah. Jarang sekali variable memiliki pola konstan secara jangka panjang.

Data berpola trend, yaitu apabila data memiliki kecenderunganm baik kecenderungan meningkat maupun kecenderungan menurun dari waktu ke waktu. Pola ini diakibatkan oleh bertambahnya populasi, perubahan pendapatan dan pengaruh budaya.

Data berpola musiman, yaitu apabila polanya merupakan gerakan yang berulang-ulang secara teratur dalam setiap periode tertendu, misalnya tahunan, truwulan, bulanan maupun mingguan . pola ini biasanya berhubungan dengan faktor iklim/cuaca atau faktor yang buat oleh manusia seperti liburan dan hari besar.

Naca juga : Pengertian Akuntansi dan Program MYOB Accounting

Jenis jenis Model Forecasting Peramalan

#1. Model rata-rata bergerak (Moving Averages Model)

Model rata-rata bergerak menggunakan sejumlah data aktual permintaan yang baru untuk membangkitkan nilai ramalan untuk permintaan di masa yang akan datang. Motode rata-rata bergerak n-periode menggunakan formula berikut

Rata-rata Bergerak n-Periode = (∑(permintaan dalam n-periode terdahulu))/n

#2. Model rata-rata bergerak terbobot (Weighted Moving Averages Model)

Model rata-rata bergerak terbobot lebih responsif terhadap perubahan, karena data dari periode yang baru biasanya diberi bobot yang lebih besar. Suatu model rata-rata bergerak n-periode terbobot, weighted MA (n), dinyatakan sebagai berikut

Weighted MA (n) = (∑(pembobot untuk periode permintaan aktual periode n))/(∑(pembobot))

#3. Model Pemulusan Eksponensial (Exponential Smoothing Model)

Peramalan model pemulusan eksponensial dilakukan berdasarkan formula berikut

Ft = Ft-1 + α (At-1 – Ft-1)

Dimana:

Ft = Nilai ramalan untuk periode waktu ke-t

Ft-1 = Nilai ramalan untuk satu periode waktu yang lalu, t-1

At-1 = Nilai aktual untuk satu periode yang lalu, t-1

α = konstanta pemulusan (smoothing constant)

Validasi metode peramalan terutama dengan menggunakan metode-metode diatas tidak dapat lepas dari indikator-indikator dalam pengukuran akurasi peramalan. Bagaimanapun juga terdapat sejumlah indikator dalam pengukuran akurasi peramalan, tetatpi yang paling umum dilakukan adalah mean absolute deviation, mean absolute percentage error, dan mean squared error.

Metode Forecasting (Peramalan)

Untuk melakukan peramalan diperlukan metode tertentu dan metode mana yang digunakan tergantung dari data dan informasi yang akan diramal serta tujuan yang hendak dicapai.

Dalam prakteknya terdapat berbagai metode peramalan antara lain :

#1. Time Series atau Deret Waktu

Analisis time series merupakan hubungan antara variabel yang dicari (dependent) dengan variabel yang mempengaruhi-nya (independent variable), yang dikaitkan dengan waktu seperti mingguan, bulan, triwulan, catur wulan, semester atau tahun.

Dalam analisis time series yang menjadi variabel yang dicari adalah waktu.

Metode peramalan ini terdiri dari :

  1. Metode Smoting, merupakan jenis peramalan jangka pendek seperti perencanaan persediaan, perencanaan keuangan. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk mengurangi ketidakteraturan data masa lampau seperti musiman.
  2. Metode Box Jenkins, merupakan deret waktu dengan menggunakan model matematis dan digunakan untuk peramalan jangka pendek.
  3. Metode proyeksi trend dengan regresi, merupakan metode yang dignakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Metode ini merupakan garis trend untuk persamaan matematis.

#2.  Causal Methods atau sebab akibat

Merupakan metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel alin yang mempengaruhinya tetapi buakn waktu.

Dalam prakteknya jenis metode peramalan ini terdiri dari :

  1. Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.
  2. Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.
  3. Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.

Interpretasi adalah proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol-simbol yang sama, baik secara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan).

Menurut definisi, interpretasi hanya digunakan sebagai suatu metode jika dibutuhkan. Jika suatu objek (karya seni, ujaran, dll) cukup jelas maknanya, objek tersebut tidak akan mengundang suatu interpretasi. Istilah interpretasi sendiri dapat merujuk pada proses penafsiran yang sedang berlangsung atau hasilnya.

Suatu interpretasi dapat merupakan bagian dari suatu presentasi atau penggambaran informasi yang diubah untuk menyesuaikan dengan suatu kumpulan simbol spesifik. Informasi itu dapat berupa lisan, tulisan, gambar, matematika, atau berbagai bentuk bahasa lainnya.

Metode kualitatif sangat mendekati tingkat akurasi data aktual dibanding metode lainnya. Umumnya metode kualitatif bersifat subjektif, dipengaruhi oleh intuisi, emosi, pendidikan dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu hasil peramalan dari satu orang dengan orang lain dapat berbeda.

Meskipun demikian, peramalan kualitatif dapat menggunakan teknik/metode peramalan, yaitu:

  1. Juri dari Opini Eksekutif : metode ini mengambil opini atau pendapat dari sekelompok kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.
  2. Gabungan Tenaga Penjualan : setiap tenaga penjual meramalkan tingkat penjualan di daerahnya, yang kemudian digabung pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.
  3. Metode Delphi : dalam metode ini serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, jawabannya kemudian diringkas dan diberikan kepada para ahli untuk dibuat peramalannya. Metode memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staf, yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya untuk dipakai para ahli dalam menganalisisnya. Keuntungan metode ini hasilnya lebih akurat dan lebih profesional sehingga hasil peramalan diharapkan mendekati aktualnya.
  4. Survai Pasar (market survey) : Masukan diperoleh dari konsumen atau konsumen potensial terhadap rencana pembelian pada periode yang diamati. Survai dapat dilakukan dengan kuesioner, telepon, atau wawancara langsung.

Perhitungan perkiraan kesalahan peramalan (Forecasting) dalam dunia pertanian, perkiraan kesalahan ini mempunyai beberapa manfaat, yaitu :

  1. Untuk mendapatkan persediaan produk #pertanian yang aman sehingga tidak terjadi stock out (tidak adanya persediaan)
  2. Untuk memantau pengamatan permintaan pasar yang tidak menentu atau bernilai ekstrim, sehingga dapat dikendalikan dengan baik dan dapat dikeluarkan dari data apabila diperlukan.
  3. Untuk menentukan apakah metode peramalan ini tidak dipakai lagi dan memerlukan perbaikan

Metode Peramalan penjualan juga digunakan dalam perusahaan besar baik BUMN atau perusahaan swasta.

PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi (National Oil Company) dipercaya untuk mengemban tugas dalam mencari sumber minyak dan gas bumi, mengolah dan menyediakan bahan bakar minyak di Indonesia. Namun meskipun begitu, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru, sekarang ini PT Pertamina (Persero) tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industri minyak dan gas bumi dimana kegiatan usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme pasar.

Oleh karena itu PT Pertamina (Persero) harus mampu bersaing dengan para pesaingnya. Dalam rangka menghadapi para pesaing dan mempertahankan kelangsungan perusahaan, maka dibutuhkan manajemen yang baik dalam pelaksanaan seluruh kegiatan perusahaan, salah satunya adalah di bidang perencanaan dan pengawasan. Perusahaan menyusun perencanaan di segala bidang, salah satunya adalah bidang penjualan, misalnya dengan menyusun anggaran penjualan. Anggaran penjualan mempunyai peran penting untuk membantu pihak manajemen dalam menetapkan kebijakan manajemen terhadap penjualan dan mengarahkan kegiatan-kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.

Seperti yang dikemukakan oleh M. Munandar (2001:49) Anggaran Penjualan (Sales Budget) ialah budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang penjualan perusahaan selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga barang yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualan. Oleh karena itu peramalan penjualan (forecasting) sangat diperlukan dalam penyusunan anggaran penjualan.

Ada beberapa metode yang digunakan dalam peramalan penjualan,

antara lain metode Trend Bebas,

Trend Setengah Rata-rata,

Trend Moment,

Trend Least Square dan Trend Kuadratik.

Efektifitas peramalan penjualan dipengaruhi oleh metode yang digunakan dan faktor-faktor lain yang ada di luar perusahaan, misal keadaan ekonomi negara yang dipengaruhi daya beli masyarakat sebagai konsumen. 3 Pemilihan metode harus disesuaikan dengan keadaan perusahaan, antara lain luas kerja dan banyaknya jenis produk yang dijual.

Efektifitas peramalan penjualan dapat diukur dengan suatu Standar Kesalahan Peramalan (SKP), dimana dari perhitungan tersebut dapat diketahui berapa tingkat kesalahan dari metode yang telah digunakan. Semakin kecil tingkat kesalahan peramalan maka metode yang digunakan berarti efektif atau sesuai dengan kondisi perusahaan dan dapat diterapkan dalam perusahaan tersebut.

PT Pertamina (Persero) sebagaimana perusahaan lainnya juga menyusun anggaran penjualan yang salah satu faktor penunjang dalam penyusunannya adalah dengan dilakukan peramalan penjualan (forecasting). PT Pertamina (Persero) khususnya bagian BBM Retail membuat perencanaan dan pengendalian di bidang penjualan, salah satunya adalah membuat peramalan penjualan (forecasting).

Peramalan penjualan ini disusun dengan menggunakan metode Trend Bebas. Metode Trend Bebas untuk peramalan penjualan ini bersifat sangat subjektif karena dipengaruhi oleh pendapat atau perasaan orang yang membuat peramalan tersebut. Demikian artikel tentang Metode Peramalan Bisnis dan Penjualan

Baca juga : 28 Ide Bisnis Online

Bacaan lebih lanjut :

Hogg, R. V, & Tanis, E. A. (2001). Probability and Statistical Inference. 6th. ed. New Jersey:

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !