METODE KUADRAT

I. PENDAHULUAN
A. 
Latar Belakang
Vegetasi
merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan biasanya terdiri dari beberapa jenis yang
hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama
tersebut terdapat interaksi yang erat baik diantara sesama individu penyusun
vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu
sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis. Vegetasi sebagai salah satu
komponen dari ekosistem yang dapat menggambarkan pengaruh dari kondisi-kondisi
fakta lingkungan yang mudah diukur dan nyata. Dalam mendeskripsikan
vegetasi harus dimulai dari suatu titik pandang bahwa vegetasi merupakan suatu
pengelompokkan dari suatu tumbuhan yang hidup di suatu tempat hidup tertentu yang
mungkin dikarakterisasi baik oleh spesies sebagai komponennya, maupun oleh
kombinasi dan struktur serta fungsi sifat-sifatnya yang mengkarakterisasi
gambaran vegetasi secara umum (Surasana, 1990).
Analisis
vegetasi merupakan cara mempelajari susunan (komposisi jenis) dan bentuk
(struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-tumbuhan. Analisis vegetasi secara
garis besar mempelajari komunitas tumbuhan yang mencakup identifikasi spesies,
bentuk pertumbuhan spesies, dan karakter suatu spesies (Sedhana, 1982).
Kegiatan analisis vegetasi pada dasarnya ada dua macam metode, yaitu dengan petak dan tanpa
petak. Metode tanpa petak diantaranya adalah metode kuadran atau sering disebut
dengan kuarter. Metode kuadran umunya dilakukan bila vegetasi tingkat pohon
saja yang jadi bahan penelitiaan. Metode ini mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui
komposisi, dominasi pohon,
dan menaksir volumenya. Metode
ini sering sekali disebut juga dengan plot
less method
karena tidak membutuhkan plot dengan ukuran tertentu, area
cuplikan hanya berupa titik. Metode ini cocok digunakan pada individu yang
hidup tersebar sehingga untuk melakukan analisa dengan melakukan perhitungan
satu persatu akan membutuhkan waktu yang sangat lama, biasanya metode ini
digunakan untuk vegetasi berbentuk hutan atau vegetasi kompleks lainnya
(Latifah, 2005).
Beberapa
metodologi yang umum dan sangat efektif serta efisien jika digunakan untuk
penelitian, yaitu metode kuadrat, metode garis, metode tanpa plot dan metode
kuarter. Akan tetapi dalam praktikum kali ini hanya menitikberatkan pada
penggunaan analisis dengan metode kuadrat. Metode ini dilakukan dengan
melakukan pengamatan pada suatu titik yang dibuat garis-garis kuadran. Metode kuadran adalah
metode analisa vegetasi yang menggunakan daerah persegi panjang sebagai sampel
uniknya. Ukuran yang digunakan yaitu untuk semak dan pohon digunakan kuadran
diameter anti meter (Harun, 1993).
Perhitungan
dan analisis data yang di ambil secara langsung di lapangan meliputi komposisi,
struktur, dan jenis vegetasi, nilai INP (Indeks Nilai Penting). Nilai penting
merupakan suatu harga yang didapatkan dari penjumlahan nilai relatif dari
sejumlah variabel yang telah diukur (kerapatan relatif, kerimbunan relatif, dan
frekuensi relatif). Jenis-jenis tumbuhan disusun berdasarkan urutan harga nilai
penting, dari yang terbesar sampai yang terkecil. Dua jenis tumbuhan yang
memiliki harga nilai penting terbesar dapat digunakan untuk menentukan penamaan
untuk vegetasi tersebut (Surasana, 1990).
B.  Tujuan
Tujuan dari
praktikum ini adalah untuk mengetahui nilai penting suatu vegetasi tumbuhan dengan metode kuadran tumbuhan
yang terdapat di
taman depan Fakultas Biologi Unsoed.



                                                                                 
II.   
MATERI
DAN METODE
A. 
Materi
Alat dan bahan
yang digunakan pada praktikum ini adalah tali rafia, meteran, patok bambu, kamera, alat tulis,
dan vegetasi tumbuhan.
B. 
Metode
1.   Petak
persegi berukuran 1 x 1 meter  dibuat
sebanyak lima petak pada lokasi yang berbeda.
2.   Spesies
tumbuhan yang terdapat di dalam
petak diidentifikasi.
3.   Masing-masing
spesies dihitung jumlahnya.
4.   Hasil
dicatat dan dihitung nilai kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi
relatif, dan indeks nilai penting.



                                                                          
III.   
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A. 
Hasil
Tabel 3.1. Analisis Vegetasi Tumbuhan dengan Metode Kuadrat
No.
Spesies
Petak
Jumlah Spesies
I
II
III
IV
V
1.
Syzygium aromaticum
1
 –
– 
– 
– 
1
2.
Oxalis corniculata
36
 –
3
3
42
3.
Synedrella nodiflora
13
 –
– 
– 
11
24
4.
Cyperus kyllingia
2
60
 –
– 
– 
62
5.
Cynodon dactylon
70
38
57
40
57
262
6.
Gnetum gnemon
 –
1
 –
 –
1
7.
Asystasia intrusa
6
12
1
5
2
26
8.
Cyperus rotundus
2
4
– 
– 
13
19
9.
Mimosa pudica
3
11
13
5
2
34
10.
Eleusine indica
2
 –
 –
2
1
5
11.
Paspalum conjugatum
3
11
13
5
2
34
12.
Eclipta alba
5
1
– 
– 
– 
6
13.
Phyllanthus niruri
21
5
26
14.
Ageratum conyzoides
– 
10
– 
3
– 
13
15.
Plantago major
 –
7
4
5
16
Jumlah 
571
Tabel
3.2. Data Hasil Analisis Vegetasi dengan Metode Kuadrat
No.
Spesies
F
FR
(%)
K
KR
(%)
INP
(%)
1.
Syzygium aromaticum
0,2
2,27
0,2
0,17
2,44
2.
Oxalis corniculata
0,6
6,81
8,4
7,35
14,16
3.
Synedrella nodiflora
0,4
4,54
4,8
4,20
8,74
4.
Cyperus kyllingia
0,4
4,54
12,4
10,85
15,39
5.
Cynodon dactylon
1
11,36
52,4
45,88
57,24
6.
Gnetum gnemon
0.2
2,27
0,2
0,17
2,44
7.
Asystasia intrusa
1
11,36
5,2
4,55
15,91
8.
Cyperus rotundus
0,6
6,81
3,8
3,32
10,13
9.
Mimosa pudica
1
11,36
6,8
5,95
17,31
10.
Eleusine indica
0,6
6,81
1
0,87
7,68
11.
Paspalum conjugatum
1
11,36
6,8
5,95
17,31
12.
Eclipta alba
0,4
4,54
1,2
1,05
5,59
13.
Phyllanthus niruri
0,4
4,54
5,2
4,55
9,09
14.
Ageratum conyzoides
0,4
4,54
2,6
2,27
6,81
15.
Plantago major
0,6
6,81
3,2
2,80
9,61
Jumlah
8,8
99,92
114,2
99,93
199,58
Keterangan :
K         : Kerapatan
KR       : Kerapatan Relatif
F          : Frekuensi
FR       : Frekuensi Relatif
Perhitungan
a.  
Frekuensi
=

petak terdapatnya spesies X

petak yang dibuat
1)  Syzygium aromaticum
= 1/5 = 0,2
2)  Oxalis corniculata = 3/5 = 0,6
3)  Synedrella nodiflora
= 2/5 = 0,4
4)  Cyperus kyllingia =
2/5 = 0,4
5)  Cynodon dactylon
= 5/5 = 1
6)  Gnetum gnemon
= 1/5 = 0,2
7)  Asystasia intrusa
= 5/5 = 1
8)  Cyperus rotundus
= 3/5 = 0,6
9)      Mimosa pudica
= 5/5 =1
10)   Eleusine indica
= 3/5 = 0,6
11)   Paspalum conjugatum
= 5/5 = 1
12)   Eclipta alba
= 2/5 = 0,4
13)   Phyllanthus niruri
= 2/5 = 0,4
14)   Ageratum conyzoides
= 2/5= 0,4
15)   Plantago major
 =
3/5 = 0,6
Frekuensi Total     =
∑ total frekuensi semua spesies
= 0,2 + 0,6 + 0,4 + 0,4 + 1 + 0,2 + 1 +
0,6 +1 + 0,6 + 1 + 0,4 + 0,4 + 0,4 + 0,6
=
8,8
b.  
Frekuensi
Relatif

= Nilai frekuensi spesies X  x
100%
Nilai
frekuensi total
1)  
Syzygium
aromaticum
2)  
Oxalis
corniculata
3)  
Synedrella
nodiflora
4)  
Cyperus
kyllingia
5)  
Cynodon
dactylon
6)  
Gnetum
gnemon
7)  
Asystasia
intrusa
8)  
Cyperus
rotundus
9)  
Mimosa
pudica
10)   Eleusine indica
11) 
Paspalum
conjugatum
12) 
Eclipta
alba
13) 
Phyllanthus
niruri
14) 
Ageratum
conyzoides
15) 
Plantago
major
= 0,2/8,8 x 100% = 2,27%
= 0,6/8,8 x 100% = 6,81%
= 0,4 /8,8 x 100% = 4,54%      
= 0,4/8,8 x 100% = 4,54%
= 1/8,8 x 100% = 11,36%
= 0,2/8,8 x 100% = 2,27%
= 1/8,8 x 100% = 11,36%
= 0,6/8,8  x
100% = 6,81% 

1/8,8  x 100% = 11,36%
= 0,6/8,8 x 100% = 6,81%
= 1/8,8 x 100% = 11,36%  
= 0,4/8,8 x 100% = 4,54%
= 0,4/8,8 x 100% = 4,54%
= 0,4/8,8 x 100% = 4,54%
= 0,6/8,8 x 100% = 6,81%
Frekuensi
Relatif Total         =

total frekuensi relatif semua spesies
= 2,27% + 6,81% + 4,54%
+ 4,54% + 11,36% + 2,27% + 11,36% + 6,81% + 11,36% + 6,81% + 11,36% + 4,54% +
4,54% + 4,54% + 6,81%
= 99,92%
c.  
Kerapatan  = ∑ individu masing-masing spesies X
          ∑ total luas petak yang dibuat
1)   Syzygium aromaticum
= 1/5 = 0,2
2)   Oxalis corniculata = 42/5 = 8,4
3)   Synedrella nodiflora
= 24/5 = 4,8
4)   Cyperus
kyllingia =
62/5 = 12,4
5)   Cynodon dactylon
= 262/5 = 52,4
6)    Gnetum gnemon
= 1/5 = 0,2
7)   Asystasia intrusa
= 26/5 = 5,2
8)   Cyperus rotundus
= 19/5 = 3,8
9)      Mimosa pudica
= 34/5 = 6,8
10)   Eleusine indica
= 5/5 = 1
11)   Paspalum conjugatum
= 34/5 = 6,8
12)   Eclipta alba
= 6/5 = 1,2
13)   Phyllanthus niruri = 26/5 = 5,2
14)   Ageratum conyzoides
= 13/5= 2,6
15)   Plantago major
= 16/5 = 3,2
Kerapatan Total   =
total kerapatan semua spesies
=
0,2 + 8,4 + 4,8 + 12,4 + 52,4
+ 0,2 +5,2 + 3,8 + 6,8 + 1 + 6,8 + 1,2 + 5,2 + 
2,6 + 3,2
= 114,2
d.  
Kerapatan
Relatif

= Nilai kerapatan spesies X  x
100%
        Nilai kerapatan
total
1)  
Syzygium
aromaticum
2)  
Oxalis
corniculata
3)  
Synedrella
nodiflora
4)  
Cyperus
kyllingia
5)  
Cynodon
dactylon
6)     
Gnetum
gnemon
7)     
Asystasia
intrusa
8)     
Cyperus
rotundus
9)     
Mimosa
pudica
10)  
 Eleusine indica
11)  
 Paspalum conjugatum
12)  
 Eclipta alba
13)  
 Phyllanthus niruri
14)  
  Ageratum conyzoides
15)  
 Plantago major
= 0,2/114,2 x 100% = 0,17%
= 8,4/114,2 x 100% = 7,35%
= 4,8/114,2 x 100% = 4,20%
= 12,4/114,2 x 100% = 10,85%
= 52,4/114,2 x 100% = 45,88%
= 0,2/114,2 x 100% = 0,17%
= 5,2/114,2 x 100% = 4,55%
= 3,8/114,2 x 100% = 3,32%
= 6,8/114,2 x 100% = 5,95%
= 1/114,2 x 100% = 0,87%
= 6,8/114,2 x 100% = 5,95%
= 1,2/114,2 x 100% = 1,05%
= 5,2/114,2 x 100% = 4,55%
= 2,6/114,2 x 100% = 2,27%
= 3,2/114,2 x 100% = 2,80%
Kerapatan Relatif Total
  = ∑ total kerapatan relatif semua
spesies
=
0,17% + 7,35% + 4,20% + 10,85% + 45,88%
+ 0,17% + 4,55% + 3,32% +5,95% + 0,87% + 5,95% + 1,05% + 4,55% + 2,27% + 2,80%
                                           = 99,93%       
e.  
Indeks
Nilai Penting (INP)  = FR + KR
1) 
 Syzygium
aromaticum
2) 
Oxalis
corniculata
3) 
Synedrella
nodiflora
4) 
Cyperus
kyllingia
5) 
Cynodon
dactylon
6) 
Gnetum
gnemon
7) 
Asystasia
intrusa
8) 
Cyperus
rotundus
9) 
Mimosa
pudica
10)     
Eleusine
indica
11)     
Paspalum
conjugatum
12)     
Eclipta
alba
13)     
Phyllanthus
niruri
14)     
Ageratum
conyzoides
15)     
Plantago
major
= 2,27% + 0,17% = 2,44%
= 6,81% + 7,35% = 14,16%
= 4,54% + 4,20% = 8,74%
= 4,54% + 10,85% = 15,39%
= 11,36% + 45,88% = 57,24%
= 2,27% + 0,17% = 2,44%
= 11,36% + 4,55% = 15,91%
= 6,81% + 3,32% = 10,13%
= 11,36% + 5,95% = 17,31%
= 6,81% + 0,87% = 7,68%
= 11,36% + 5,95% = 17,31%
= 4,54% + 1,05% = 5,59%
= 4,54% + 4,55% = 9,09%
= 4,54% + 2,27% = 6,81%
= 6,81% + 2,80% = 9,61%

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !