Mari Mengenal Morfologi Tanaman Kelengkeng

Mari Mengenal Morfologi Tanaman Kelengkeng – Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) adalah jenis tanaman keras dengan sistem perakaran cukup luas, batang kayu kuat, serta akar tunggang yang sangat dalam. Pohon kelengkeng dapat tumbuh menjadi besar dan bercabang banyak. Daunnya merupakan jenis daun majemuk, dimana tiap tangkai memiliki tiga hingga enam pasang daun.

Tanaman kelengkeng memerlukan perawatan yang khusus seperti pengerokan kulit bagian luar batang, pemangkasan, dan pemberongsongan. Kelengkeng yang baik biasanya menghasilkan buah yang baik setelah berumur 6-8 tahun. Pada saat panen ketika pohon telah berumur 10 tahun, produksi buah tidak kurang dari 50 kg/ pohon.

Tanaman kelengkeng memiliki susunan klasifikasi tanaman sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Sapindales

Famili : Sapindaceae

Genus : Dimocarpus

Spesies : Dimocarpus logan L.

Morfologi Tanaman Kelengkeng

a) Daun

Kelengkeng memiliki habitus yang sangat menarik yaitu bentuk kanopi seperti payung. Berdaun rimbun mirip daun rambutan kapulasan yaitu berukuran kecil, panjang (dengan daun meruncing), dan berwarna hijau gelap. Kelengkeng memiliki bentuk kanopi seperti payung, daunnya rimbun dengan tipe daun majemuk yang berhadap-hadapan dalam satu tangkai. Satu tangkai terdiri dari 3-6 pasang anak daun. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau  tua mengkilap. Tepi daun rata dengan ujung meruncing dan pangkal runcing serta pertulangan daun menyirip. Daun-daun tumbuh di ujung dahan dengan jumlah 6-9 daun. panjang daun 4- 9 cm dan lebar 2-4 cm.

b) Batang

Mari Mengenal Morfologi Tanaman Kelengkeng Kelngkeng

Kelengkeng termasuk tanaman tahunan yang berbatang keras. Batangnya berbentuk bulat dengan sistem percabangan simpodial, cabangnya banyak dan arah cabangnya mendatar dan rapat. Batangnya bercabang banyak, arah cabang mendatar dan rapat. Permukaan batangnya kasar dan berwarna coklat.

c) Bunga

Bunga kelengkeng berumah dua, tetapi ada pula yang berumah satu (hermaprodit). Tanaman jantan hanya mempunyai benang sari (staminate) saja tanpa menunjukkan adanya putik (pistil). Tanaman kelengkeng memerlukan suhu dingin untuk berbunga. Iklim yang dingin mendorong tanaman untuk berbunga. Bunga tamanan kelengkeng merupakan bunga majemuk yang berwarna cokelat kekuningan dan ukurannya relatif kecil. Perbungaan umumnya di ujung (flos terminalis), berbentuk payung menggarpu dengan mahkota bunga 5 helai.

Ada tanaman yang berbunga sempurna maupun hanya berbunga tunggal saja. Tanaman kelengkeng berbunga setahun sekali, biasanya pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober dan buah dapat dipanen 4 bulan setelah bunga mekar.

d) Buah

Bentuk buah umumnya bulat hingga lonjong dan berwarna hijau. Setelah matang (tua), buah berwarna kecokelatan. Bijinya satu, bulat, dan berwarna kehitaman. Biji tidak dapat disimpan lama karena cepat berkecambah setelah dilepas dari dagingnya. Biji kelengkeng berbentuk bulat mengkilap berwarna hitam dengan daging biji berwarna putih dan keras.

Daging buah terasa manis sekali dan harum. Buah kelengkeng merupakan buah buni yang umumnya berbentuk bulat hingga lonjong dengan kulit buah tipis dengan warna coklat ketika sudah masak dan berwarna hijau jika masih muda. Permukaan buah kasar hampr gundul dengan bintil- bintil bergantung jenisnya. Daging buah bening sedikit keputihan, berair, dan rasanya sangat manis dengan aroma yang khas.

Baca juga : Teknik Budidaya Kelengkeng

e) Akar

Tanaman kelengkeng berakar tunggang dan akar samping berjumlah banyak, panjang, dan kuat.

Catatan Penting :

  1. Kelengkeng jantan, hanya mempunyai bunga jantan. Jenis kelengkeng ini hanya memiliki benang sari. Benang sari merupakan alat kelamin jantan yang menghasilkan serbuk sari yang berfungsi sebagai inti sperma bagi berlangsungnya penyerbukan.
  2. Kelengkeng betina, hanya mempunyai bunga betina. Jenis ini hanya mempunyai bakal buah yang berisi bakal biji (ovulum) yang mengandung sel telur.
  3. Kelengkeng yang memiliki dua jenis bunga, baik bunga jantan maupun betina, sehingga dapat berbunga dan berbuah. Proses penyerbukan dilakukan oleh satu pohon sehingga pohon itu mampu menghasilkan buah.
  4. Kelengkeng hermaprodit, yaitu kelengkeng yang mempunyai bunga yang mengandung benang sari dan putik secara bersama-sama.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !