MUHAROMATUL IHRAM

MUHAROMATUL IHRAM

Ihram adalah berniat untuk melakukan ibadah haji dengan sengaja dari awal sampai akhir rangkaian ibadah haji. Ihram merupakan bagian dari rukun haji yang apabila kita melupakannya, haji yang kita kerjakan tidaklah sah. Dalam pelaksaan ihram ada beberapa larangan yang harus kita hindari, apabila kita melanggarnya kita diharuskan membayar fidyah.

Dalam kesempatan kali ini saya akan menerangkan tentang larangan-larangan ketika sedang melakukan ihram. Diantaranya melakukan akad nikah, mencukur rambut, memakai pakaian berjahit, berburu binatang liar, memotong kuku, mencukur rambut, memakai wangi-wangian, dan beberape ketentuan yang akan saya jelaskan dalam makalah kali ini yang berjudul MUHAROMATUL IHRAM.

Loading...

1. Hal-hal yang Terlarang Dalam Ihram: 

a. Melaksanakan akad nikah dan melakukan hubungan kelamin.

Pelanggaran terhadap larangan melakukan hubungan kelamin menyebabkan hajinya batal dan wajib diulang lagi tahun berikutnya; sedangkan pelanggaran terhadap melakukan perkawinan berarti melanggar salah satu di antara wajib haji dan oleh karena itu hajinya tiak batal, hanya ia harus membayar dam yaitu menyembelih seekor kambing di tanah haram dalam masa haji.
Larangan Allah tentang  melakukan hubungan kelamin terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 197:
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi[122], barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats[123], berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa[124] dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
Dan larangan Allah tentang melakukan perkawinan terdapat dalam hadits Nabi dari Usman bin Affan menurut riwayat Muslim yang mengatakan:
ان رسول ال الله صلى الله عليه وسلم قال: لا تنكح المحرم ولا ينكح
Sesungguhnya Rasul Allah SAW. bersabda: “Seseorang yang k boleh sedang ihram tidak boleh kawin dan tidak boleh pula dikawinkan”.

b. Memakai pakaian yang berjahit dan diikat kecuali untuk perempuan.

Larangan ini terdapat dalam hadits Nabi dari Ibnu Umar yang muttafaq ‘alaih:
ان رسول الله صلى الله و سلم سئل عما يلبس المحرم من الشياب قال: لاتلبس القميص ولاالخفاف الااحدلايخدنعلين فليلبس الخفين وليقطعهمااسفل من الكعين ولا تلبسواشيئامن الشياب مسه الزعفران ولاالورس
Sesungguhnya Rasul Allah SAW. ditanya tentang pakaian yang dipakai orang yang sedang ihram. Nabi bersabda: Tidak boleh ia memakai kemeja, jas, celana dan baju luar; tidak boleh memakai sepatu kecualibila dia tidak punya sandal, karenanya boleh memakai sepatu dengan dipotong bagian bawahnya sampai mata kaki. Jangan memakai pakaian yang dikenai wangi-wangian.

c. Memakai wangi-wangian pada pakaian atau badannya.

Larangan ini dipahami dari hadits Nabi yang berasal dari ‘Aisyah menurut riwayat yang muttafaq ‘alaih:
‘Aisyah berkata: saya memakaikan wangi-wangian untuk Nabi sebelum ia melakuka ihram dan setelah ia melakukan tahallul sebelum ia pergi ke bait Allah.
Dan hadits dari Ibnu Umar menurut riwayat Ibnu Majah yang menukilkan sabda Nabi:
Tidak boleh memakai pakaian yang tersentuh wangi-wangian dari wars dan za’faran.

d. Memotong rambut dan bercukur.

Larangan bercukur ini dan sanksi atas pelanggaran terhadap larangan tersebut ditetapkan Allah dalam al-Quran pada surat al-Baqarah ayat 196:
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban[120] yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu[121], sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

e. Menyisir dan meminyaki rambut. 

     Larangan tersebut ada karena menyisir dan meminyaki rambut merupakan perbuatan menghias diri yang tidak sesuai dengan keadaan ibadah. Bila ada rambutnya yang gugur ketika ia menyisirnya, ia dikenakan kewajiban fidyah.

f. Memotong kuku.

     Hal ini diqiyaskan kepada mencukur rambut, berdasarkan persamaan bahwa keduanya merupakan perbuatan menghias diri. Jadi pelanggaran atas ketentuan ini pun dikenakan kewajiban fidyah.

g. Menutupi kepala bagi laki-laki; dan menutup muka bagi perempuan.

     Ketika seorang yang sedang beihram wafat kaena terjatuh dari untanya itu, Rasulullah SAW. bersabda: 
لاتغمرواراسه فانه يبعث يوم اقيامة ملبيا
Janganlah kamu tutupi kepalanya, sebab pada hari kiamat nanti, ia akan dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah. (Muttafaq ‘Alayh).
Dalam hadits diterangkan:
ان انبي صلى الله عليه وسلم نهى انساء فى الاحرم عن القفازين وانقاب وما مسه الورس والزعفران من اشياب
Nabi SAW. melarang para perempuan yang sedang ihram memakai warna langit (celup). (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Bagi laki-laki; yang diperbolehka ialah kain panjang, kain basahan, atau handuk . Boleh juga memakai kain tersebut kalau karena keadaan yang mendesak, seperti karena sngat dingin, atau panas, tetapi ia wajib membayar denda (dam). Dan bagi perempuan baleh menutup muka dan telapak tangannya kecuali apabila keadaan mendesak, maka ia boleh menutup muka dan dua telapakn tangannya, tetapi diwajibkan membayar fidyah.

h. Membunuh hewan buruan. 

Seperti firman Allah, yang berbunyi:
قوله تعالى: يا ايهاالذين امنوالاتقتلواالصيدوانتم حرم
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan keyika kamu sedang ihram.
Dengan ayat ini Allah melarang setiap orang laki-laki dan perempuan yang sedang ihram baik ihram haji ataupun ihram umrah dari membunuh atau menyembelih binatang buruan. Sanksinya adalah harus mengganti binatang yang dibunuh, membayar kiffarat(member makan orang miskin), berpuasa sejumlah hari yang seimbang dengan makanan yang harus ia keluarkan.  

2. Macam Dam yang dikenakan 

Dam (denda) karena mengerjakan salah satu dari beberapa larangan berikut:
a. Mencukur atau menghilangkan 3 helai rambut atau lebih;
b. Memotong kuku;
c. Memakai pakaian yang berjahit; 
d. Berminyak rambut;
e. Memakai minyak wangi baik pada badan ataupun pada pakaian;
f. Pendahuluan bersetubuh, dan bersetubuh setelah tahallul pertama. 
Denda kesalahan tersebut boleh memilih antara tiga perkara: 
Menyembelih seekor kambing yang sah untuk kurban, puasa tiga hari atau bersekah tiga sa’ (9,3 liter) makanan kepada enam orang miskin. Dam karena bersetubuh; mula-mula menyembelih unta, memotong sapi, menyembelih tujuh ekor kambing, member makan fakir miskin sebanyan harga unta dan yang terakhir berpuasa. 
DAFTAR PUSTAKA
Hasan, Abd. Kholiq. 2008. Tafsir Ibadah. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.
Syarifuddin, Amir. 2010. Garis-Garis Besar Fiqh. Jakarta: Kencana.
Nasution, Lahmuddin. Fiqh 1. LOGOS.
Bagir, Muhammad. 2008. Fiqh Praktis 1. Bandung: Penerbit Karisma.
Rasjid, Sulaiman. 2011. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.