Ngopi dan Orang Indonesia

Ngopi dan Orang Indonesia – Halooo selamat malam sobat Chyrun, berjumpa lagi dengan aku, gimana kabar hari ini apakah menyenangkan? Yah seperti itulah sob namanya juga hidup jangan dibikin serius-serius banget, toh kekasihmu juga belum tentu serius. #ehh

Enaknya kita mau bahas apa ya malam ini? Politik? Noo,,, Cinta? Ah jangan lah, okeh malam ini kami akan coba membahas, berkaitan dengan minuman? Ayo coba tebak minuman apa? Susu kak, bukan. Bir kak, huh apalagi, baiklah tidak usah panjang lebar, basa-basi dan juga improvisasi, meski kadang dalam hidup kita memerlukan itu, cieh. Namun dalam tulisan blog, itu bukan pasar yang menjual katanya. Hehe

Baiklah kita mulai dari pertanyaan, siapa diantara kita yang tak suka minum kopi? Khususnya di Indonesia, minuman kopi (ngopi) menjadi primadona tersendiri di hati masyarakat, Tua muda, miskin kaya, laki perempuan, Jawa Sumatra hampir semua suka minuman yang satu ini.

Seseorang Sedang Menikmati Secangkir Kopi

Ilustrasi menikmati kopi

Ada hubungan emosional antara ngopi dan orang Indonesia, masyarkat kita memang senang berkumpul, itu dari jaman nenek moyang kita, kalau kita cermati ada beberapa permainan dulu yang menandakan masyarakat kita memang masyarakat yang lebih bersifat komunal. Ada permainan petak umpet, grobag slodor, gandon, dan berbagai permainan tradisional yang lain.

Pada zaman dulu ketika listrik belum masuk ke Nusantara, lampu penerangan utama hanyalah sinar bulan, orang-orang terdahulu sangat menantikan bulan purnama, karena jika malam itu datang mereka akan bebas bermain di luar dengan permainan tradisional seperti yang sudah saya sebutkan di atas.

Baca juga : Jangan Paksa Aku Menulis

Sementara bagi orang dewasa dan orang tua apa yang mereka lakukan? Betul “bercengkrama” dengan anggota keluarga dan kelompoknya, sembari minum-minum dong tentunya dan menikmati hidangan yang ada.

Nah salah satunya kopi inih, kalau boleh saya bilang ngopi di sini sudah menjadi budaya. Ketemu temen ngopi, ketemu pacar temen ngopi, ketemu klien ngopi,  bahkan ketika tidak ketemu dengan siapapun kita masih aja ngopi. Hehe

Ahhh kopi, kopi kau memang dicintai banyak orang, coba aku jadi kamu. Halah.. kopi itu simbol keakraban, banyak candaan yang diwarnai dengan meminum minuman ini, yah ntah kenapa asik aja gitu, ngopi sambil ngobrol-ngobrol ngomongin orang, heem nyam-nyam.

Sekarang juga sudah bejibun tuh, kedai-kedai yang menawarkan beberapa varian kopi, banyak juga café-café yang menawarkan menu yang sama, sebagai anak gaul kota Purwokerto, saya juga sering berkunjung kebeberapa kedai yang menjajahkah kopi, yah gitu hanya pesen kopi terus ngobrol-ngobrol sampai malam sama temen-temen. Maklum lah anak kos pengin sedikit gaya namun apa daya uang tak sampai. Hehe

Tapi serius kopi memang mengandung unsur magis yang luar biasa loh, hasil pengamatan Ki Joko Pinter, kopi mengandung daya tarik, jadi di kopi itu ada semacam susuk, ketika orang sudah melihat kopi pesanannya maka seketika itu juga dia ingin meminumnya. Ya iya lah orang sudah dipesan masa tidak diminum! Huh,,

Ada beberapa cerita rill dari teman-teman saya, yang hidupnya tergantung dengan kopi. Haha. Memang benar bagi beberapa orang melalui hari terasa kurang lengkap bila belum meminum kopi. Rasa lemas, tak bersemangat, kepala menjadi pusing dan beberapa keluhan yang lain sebelum meminum kopi nampak jelas terasa.

Berarti kopi itu memang membuat kecanduang dong? Begini penjelasan singkatnya menurut penjelasan yang dituliskan di Cnet (02/09) seperti halnya obat-obatan, kafein dalam kopi juga termasuk salah satu zat adiktif yang dapat membuat peminumnya menjadi ketagihan.

Dalam sebuah penelitian, terungkap bahwa struktur kafein ternyata mirip dengan sebuah molekul di dalam otak manusia yang bernama adenosine. Molekul ini bertugas untuk memproduksi perasaan lelah dan mengantuk.

Ketika kita minum kopi, maka kafein akan mengikat reseptor adenosine otak manusia dan mencegah reseptor tersebut menciptkan sensasi lelah dan akan membuat tubuh menjadi terjaga serta menggali energi di dalam tubuh untuk dapat digunakan dalam waktu beberapa jam.

Singkatnya gini yang bikin rasa lemas, kurang bertenaga, kepala pusing karena ya molekul adenosine tadi, molekul adenosine bila terkena kafein kopi akan bereaksi sebaliknya, menghilangkan beberapa keluhan seperti yang sudah disebutkan di atas dan pastinya memberikan semngat baru ding tentunya.

Wah orang Indonesia memang pinter yah? Kenapa mereka suka meminum kopi, karena memang banyak manfaat yang bisa diperoleh jika diminum dengan kuantitas yang benar.

Sekian dan mari lanjut minum kopi!

Baca juga : Hidup itu hanya apalah-apalah

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !