Istilah dan Fungsi NODE B, V-LAN, BANDWITH, METRO ETHERNET, SNMP

METRO ETHERNET

Mengenal Fungsi NODE B, V-LAN, BANDWITH, METRO ETHERNET dan SNMP -Setelah sebelumnya membahas fungsi software Cacti dan Gigabit Passive Optical Network (GPON). Kali ini akan di bahas hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut

Node-B

Node-B adalah istilah dalam teknologi telepon genggam UMTS untuk menandakan suatu BTS (base transceiver station, stasiun penerima untuk 3G, 3.5 G ataupun 4G) yang berbeda dengan BTS untuk GSM. Node-B mempergunakan WCDMA untuk teknologi transportasi udara seperti di semua selular sistem UMTS dan GSM. Node-B mengandung pemancar frekuensi radio dan penerima yang digunakan untuk hubungan secara langsung dengan telepon genggam. Dalam teknologi ini telepon genggam tidak dapat berhubungan secara langsung namun harus melalui BTS terlebih dahulu.

UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) adalah teknologi telepon genggam 3G (generasi ke-3). Saat ini yang paling banyak digunakan adalah W-CDMA yang distandarisasi oleh 3GPP. Untuk membedakan UMTS dari teknologi 3G lainnya, UMTS seringkali dipasarkan sebagai 3GSM, menekankan dasar 3G dari teknologi ini.

LTE sudah mulai dikembangkan oleh 3GPP sejak tahun 2004. Faktor-faktor yang menyebabkan 3GPP mengembangakan teknologi LTE antara lain adalah permintaan dari para pengguna untuk peningkatan kecepatan akses data dan kualitas servis serta memastikan berlanjutnya daya saing sistem 3G pada masa depan.

Baca juga : Mengenal Jaringan Transport 4G LTE

3GPP LTE mewakili kemajuan besar di dalam teknologi seluler. LTE di rancang untuk memenuhi kebutuhan operator akan akses data dan media angkut yang berkecepatan tinggi serta menyokong kapasitas teknologi suara untuk beberapa dekade mendatang. LTE meliputi data berkecepatan tinggi, multimedia unicast dan servis penyiaraan multimedia.

Selain itu LTE diperkirakan dapat membawa komunikas pada tahap yang lebih tinggi, tidak hanya menghubungkan manusia saja tetapi dapat juga menyambungkan mesin. Transmisi data dalam LTE baik dalam arah uplink maupun downlink dikontrol oleh jaringan. Proses ini sama seperti teknologi GSM maupun UMTS. Di dalam sistem LTE, pengaturan sepenuhnya dikontrol oleh eNode-B.

V-LAN

VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa  harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation seperti pada gambar dibawah ini Gambar Jaringan VLAN.

Konfigurasi V-LAN
Konfigurasi V-LAN

VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dsb. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging) di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yang digunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur.

Baca juga : Perbedaan GSM dan CDMA Dalam Koneksi Internet

Switch/bridge inilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama. Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya. atau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang didalamnya. untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.

BANDWITH

Bandwidth adalah nilai konsumsi transfer data yang dihitung dalam bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi bandwidth yaitu luas atau lebar cakupan frekwensi yang dipakai oleh sinyal dalam medium transmisi. Jadi dapat disimpulkan bandwidth yaitu kapasitas maksimum dari suatu jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer data dalam hitungan detik. Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi data.

METRO ETHERNET

Metro Ethernet, secara harafiah berarti jaringan komunikasi data yang berskala metro (skala untuk menjangkau  satu kota  besar seperti Jakarta misalnya)   dengan   menggunakan   teknologi   Ethernet   sebagai   protokol transportasi datanya. Begitu pula arti sebenarnya, teknologi Metro Ethernet merupakan salah satu perkembangan dari teknologi Ethernet yang dapat menempuh jarak yang luas berskala perkotaan dengan dilengkapi berbagai fitur   yang   seperti   terdapat pada   jaringan   Ethernet   umumnya.   Sehingga jaringan   yang berskala   metro   dapat   dibentuk   dengan   menggunakan teknologi Ethernet biasa.

METRO ETHERNET

Jaringan Metro Ethernet umumnya didefinisikan sebagai  bridge  dari suatu   jaringan   atau   menghubungkan   wilayah   yang   terpisah   bisa   juga menghubungkan LAN dengan WAN atau backbone network yang umumnya dimiliki oleh service provider (Prashant Gandhi and Bob  Klessig, 2003). Jaringan   Metro   Ethernet   menyediakan   layanan-layanan   menggunakan Ethernet   sebagai   core   protocol  dan   aplikasi   broadband.   Metro   Ethernet sebenarnya sama dengan Ethernet atau Fast Ethernet pada LAN (Local Area Network)   tetapi   perbedaannya   adalah   LAN   hanya   pada   satu   gedung sedangkan Metro Ethernet ini adalah untuk menghubungkan dua LAN pada gedung yang berbeda. Sehingga Metro Ethernet dapat digabungkan menjadi kelompok WAN walaupun pada mulanya adalah teknologi LAN.

Konfigurasi Perangkat Metro Ethernet
Konfigurasi Perangkat Metro Ethernet

SNMP

Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah spesifikasi manajemen jaringan yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sebuah bagian dari Internet Activities Board (IAB), pada pertengahan tahun 1980-an sebagai standar manajemen untuk produk-produk jaringan berbasis LAN, seperti bridge, router, dan wiring concentrator. SNMP didesain untuk mengurangi tingkat kompleksitas dari manajemen jaringan dan banyaknya sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung manajemen tersebut. Adanya SNMP memungkinkan manajemen jaringan yang tersentralisasi, kuat, dan kompatibel pada semua platform. Selain itu, SNMP memberikan fleksibilitas untuk manajemen informasi-informasi yang dimiliki oleh vendor produk tertentu.

SNMP merupakan spesifikasi komunikasi yang menjelaskan bagaimana informasi manajemen dipertukarkan antara aplikasi manajemen jaringan dengan agen manajemen. Terdapat beberapa versi dari SNMP, tetapi yang populer adalah SNMPv1 dan SNMPv2.

Arsitektur manajemen jaringan SNMPv1 terdiri dari:

  1. Network Management Station (NMS) yaitu Workstation dimana aplikasi manajemen jaringan berada
  2. Aplikasi manajemen jaringan SNMPv1 yang memiliki fungsi Meminta informasi pada agen manajemen dan memberi informasi kontrol pada agen.
  3. Management Information Base (MIB) yang memiliki Memuat informasi yang dapat diambil dan dikontrol oleh aplikasi manajemen.
  4. Agen manajemen SNMPv1 yang memiliki Memberi informasi yang dimuat dalam MIB pada aplikasi manajemen dan dapat menerima informasi kontrol.

Komponen utama dalam proses manajemen jaringan TCP/IP terdiri dari tiga elemen, yaitu:

  1. MIB (Management Information Database) Adalah struktur basis data variabel dari elemen jaringan yang dikelola.Pada kelompok interface terdapat variabel objek MIB yang mendefinisikan karakteristik interface diantaranya : ifInOctets mendefinisikan jumlah total byte yang diterima,ifOutOctets mendefinisikan jumlah total byte yang dikirim, ifInErrors mendefinisikan jumlah paket diterimayang dibuang karena rusak, ifOutErrors mendefinisikan jumlah paket dikirim yang dibuang karena usak, dan variable objek lainnya yang juga berkaitan dengan paket internet.
  2. Agen Merupakan software yang dijalankan di setiap elemen jaringan yang dimonitor. Agen bertugas mengumpulkan seluruh informasi yang telah ditentukan dalam MIB.
  3. Manajer Merupakan software yang berjalan di sebuah host di jaringan. Bertugas meminta informasi ke Agen. Manajer biasanya tidak meminta semua informasi yang dimiliki oleh agen, tetapi hanya meminta informasi tertentu saja yang akan digunakan untuk mengamati unjuk kerja jaringan.Manager biasanya menggunakan komputer yang memiliki tampilan grafis dan berwarna sehingga selain dapat menjalankan fungsinya sebagai Manager, juga untuk melihat grafik unjuk kerja dari suatu elemen jaringan yang dihasilkan oleh proses monitoring. SNMP menggunakan UDP (User Datagram Protocol) sebagai protocol transport untuk mengirimkan pertanyaan dan menerima jawaban dari agen SNMP.

Baca juga : Mengenal Fungsi Software Cacti dan Gigabit Passive Optical Network (GPON)

About Tohir 829 Articles

Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*