NOSTALGIA Di Ujung Jalan Kampus UNSOED

NOSTALGIA Di Ujung Jalan Kampus UNSOED – Di  pertigaan Jalan Kampus,…A3 namanya :Berawal dari pandangan  tidak biasa dengan kertas yang tertempel pada dinding bercat putih, bertuliskan “di butuhkan tukang jaga printeran Full time/ part time”. Frase itu menarik mata miopiku untuk focus membaca huruf demi hurufnya, menangkap dan mentransmisikannya melalui neuron saraf lalu berakhir di neuron otak. Ajakan yang pas pada subjek yang tepat dan pada momentum yang sesuai , “part Time” . ya , sebuah solusi sementara,  Semester ini berakhir di ujung pertigaan karangwangkal “A3” namanya.

Untuk laki-laki yang semoga sebentar lagi sarjana yang dengan mimpi mimpi besarnya, menganggap ini ilmu. Ini tidak sama sekali menyedihkan. Bagi yang merasa berpendidikan dan menganggap dirinya intelektual, mereka belum sama sekali intelektual ketika masih menganggap ilmu hanya ada di kampus dan bangku sekolah saja. Pendidikan  memberi kita cara pandang tentang banyak sekali hal yang berhulu dari berbagi sumber. Salah satunya adalah menyikapi tentang sebuah proses dan  sebuah hasil. Mana yang lebih penting, Proses atau Hasil ???..Tanya pada masing-masing, mana yang lebih penting.? Karena jawabannya pasti subjektif bagi setiap orang.

NOSTALGIA Di Ujung Jalan Kampus UNSOED

Baiklah, Di ujung pertigaan karang wangkal, aku buat sedikit kenang-kenangan. Menceritakan sekelumit kisah biasa yang coba ku coretkan. Cerita biasa yang sedikit hiperbol. Menyempatkan sedikit waktu untuk merangkum cerita empat tahun. Membuatnya Menjadi lembar perlembar dokumen. Kelak pasti menjadi perpustakaan statis yang ketika dibaca menjadi sangat dinamis.

Setiap sore saya duduk menunggu mahasiswa dan mahasiswi menghabiskan uangnya untuk mengedit,mencetak dan menjilid. Duduk di atas kursi busa merah muda, tepat di depanya, tertata meja kaca dengan plakban hitam menyatukan pecahan-pecahanya. Leptop Pentium menjadi operator-opratoran. Sementara 7 komputer dengan CPU AMD terbaru berjejer rapi,  terlihat mewah dengan printer Epson tipe L1100 di sebelah masing-masingnya.

Di pertigaan  jalan kampus, tepat di depan sebuah rumah mewah berlantai dua, berdiri ruko dengan kisaran  sewa mencapai 16 juta pertahun. Di tempat inilah ku habiskan semester pamungkas. Bunyi kendaraan bermotor memonopoli kegaduhan, menjadi musik wajib setiap pagi sampai pagi lagi. Sebuah tempat yang strategis untuk berbisnis. Menengok ke sebelah kiri lalu mengikuti jalan, tepat 50 meter, di sana berdiri kokoh fakultas dengan kelas-kelas disesaki mahasiswa. Berjejer bangunan-bangunan dari Fakultas D3 bahasa inggris, fakultas peternakan, fakultas MIPA, fakultas Pertanian,fakultas biologi, fakultas perikanan dan kelautan, fakultas  kedokteran, gedung LPPM sampai ke gedung UKM di sebelah baratnya. Semuanya masih dalam naungan Universitas Jenderal Soedirman. Lalu lalang mahasiswa dengan kesibukan-kesibukanya menjadi biasa setiap pagi sampai malam. Ribuan pemuda dan pemudi penerus bangsa merupakan mahasiswa dan mahasiswi dikomunitas kampusnya.

NOSTALGIA Di Ujung Jalan Kampus UNSOED

Arus populasi meninggalkan sisi positif dan negative. Akulturasi kebudayaan dan kebiasaan merakyat bersama rakyatnya. Pendatang mendominasi setiap senti tanah kampus. Membawa warga dan mahasiswanya berinteraksi dan beradaptasi. Puluhan sampai ratusan juta siklus rupiah dari tanah pasundan dan jawa timuran bahkan medan sampai papua memakmurkan warga local setiap harinya.

Hampir 4 tahun sudah karang wangkal menjadi tanah tinggal. Dari hari pertama OSPEK kemudian melewati setiap semester dengan sibuk sebagai mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Jenderal soedirman. Satu-satunya Universitas Negeri di kota kecil Purwokerto. Banyak hal yang telah terlewat dan ingin ku tulis detailnya. Perjalanan cerita di kota yang mendidik yaitu kota Purwokerto. Berawal dari kesialan atau malah keberuntungan karena sudah menjadi mahasiswa, empat tahun berkutat dengan rutinitas kuliah. Dari belajar mengetik sampai akhirnya menyusun Tugas Akhir. Kalangan akademisi sering menyebutnya sekripsi. Tanpa sadar banyak ilmu yang sudah diajarkan dalam perjalanannya.

Sudut kampus biru mencoretkan memori yang kini sedang ku tulis. Mencoba berdialek dalam bahasa memori. Menuangkan dalam lembaran file soft copy.

Tanpa ampun waktu membuktikan eksistensi dan keberadaanya. Memaksaku untuk ikhlas menerima keputusaNYA. Keputusan yang setiap orang akan mengalami dan memahaminya. Yaitu, Mencari penghidupan setelah mumpuni ilmu dalam teorinya.

NOSTALGIA Di Ujung Jalan Kampus UNSOED

Dari belajar membaca, menulis, sampai belajar pengetahuan dan akhirnya belajar kehidupan. Kini karang wangkal banyak perubahan. Sama seperti saya dan kawan-kawan seangkatan. Bahkan, untuk sekedar bernostalgia bersama sudah hampir tidak bisa. Padahal, dulu di semester awal hampir setiap hari bersama. Dan kami anggap sahabat selamanya. Pertanyaan kenapa sekarang tidak sering bersama sama seperti dulu?. Mungkin itu pertanyaan konyol untuk di jawab. “karena ini memang prosesnya”. Proses yang pada akhirnya menemukan pola pikir dan jalan masing-masing. Ikatan yang mengikat hanya sebatas kawan. Dan pasti tidak mungkin untuk diutamakan. Kami semua pada akirnya hanya sebatas menyapa dan bertanya kabar. Inilah tahapannya. Semua akan sibuk dengan rutinitas yang lebih penting, lebih primer dibandingkan berkumpul dan bersenang-senang bersama kawan-kawan.

Universitas Jenderal Soedirman menawari kita  banyak sekali pengalaman. Tentang ilmu dan kawan-kawan. Tentang rintangan dan lawan-lawan. Memang belum berakhir. Tapi, kita tinggal menunggu semua ini masuk ke ranah kangen, dan rasa ingin bernostalgia bersama lagi. Mungkin 30 th yang akan datang. Kawan-kawan akan mencari kawan-kawan yang lain, lalu bertemu disuatu tempat untuk sekedar bercerita, mengejek atau melakukan hal-hal konyol saat mahasiswa. Kawan-kawan yang budiman. Kelak, Ingatkan untuk reunian.

 Kita sering bertanya kepada teman kita” kenapa kamu menagis ??, kenapa kamu marah-marah??. Tapi coba, apakah pertanyaan itu merupakan bentuk kepedulian atau hanya sebatas rasa penasaran?

# Kampus Biru = Kampus Biologi Unsoed

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !