Nostalgia Seorang Mahasiswa

Nostalgia Seorang Mahasiswa – Seorang sahabat yang tiba-tiba bercerita, saya sebut beliau mister X. Pada awalnya di sebuah Laboratorium panas, dengan meja-meja panjang dan kursi-kursi jadul yang selalu berada di atasnya ketika laboratorium itu sepi. Di sanalah awal mula’y. Dari meja panjang, kursi-kursi reot berkaki 3, lemari softcase di sebelah kiri berjubel dengan isi-isinyanya, sampai awetan-awetan preparat berbau menyengat di belakang sana. Tepat di depan meja panjang sang asisten sedang serius menjelaskan. Sementara mister X sedang mengawasi praktikan di belakang. Mister X melihat kelainan unik dengan senyum unik bermain HP saat praktikum. Mister X tegur dengan sopan..”dih ko mainan Hp, kan lagi praktikum?”..dia jawab maaf mas..di masukanlah Hp ke saku dan percakapan selesai.

CERITA SANGAT PENDEK (cesapen)

Di hari-hari berikutnya mister X tanpa sengaja kembali terfokus pada senyum unik itu. Kali ini tidak terjadi percakapan, namun senyum unik itu kembali menyita perhatian, Dan terus menerus membayang. Praktikum terus berjalan, dan mister X masih terus memperhatikan. Semakin lama senyum unik menjadi senyum manis kata mister X. Mister X pun terlena..

Hari berikutnya, mister X mencoba mencari pencerahan, informasi dan menyusun strategi. Sayang informasi, dan strateginya berantakan. Ada beberapa usaha yang beliau lakukan, di antaranya ; inbok lewat jejaring sosial, minta di kenalkan teman ,sampai mendekati teman akrabnya untuk hanya sekedar kenal sama si Unik.. ‘Itu awalnya kawan’, awalnya.. kata mister X menegaskan,,”Lalu”? kembali saya mengintrogasi..

‘begini kawan, begini’,,mister X serius menjelaskan, saya pun serius mendengarkan.,’awalnya saya ingin kenal sahabatnya untuk kenal dengan si unik, tapi akhirnya saya malah suka dengan sahabatnya…’bagaimana kawan?’ mister X menanyakan..lalu saya jawab” teruskan !”….

mister X meneruskan penjelasan panjang lebar, ‘masalahnya adalah, dia membuat saya suka, dan diapun suka..dan akhirnya dan seterusnya… lalu di akhiri dengan kalimat ,hubungan Dia sudah lebih dari bertunangan..

saya jawab.. “hmm… Hentikan kawan!”..kalau kamu lanjutkan,,kamu merusak semuanya..

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !